Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 47


__ADS_3

Callista kini datang ke ruangan William, dia tampak terlihat sangat mempesona dengan wajah cantiknya dan juga penampilan seksi Callista. Siapa yang tidak tau tentang identitas Callista yang menjadi model terkenal tapi sayangnya ketenarannya itu karena dia ada ikut campur tangan dari William jika tidak maka jangan harap bahwa dia memiliki karir yang bagus seperti saat ini.


''Selamat pagi Tuan William,'' sapa Callista dengan suara lemah lembutnya berusaha untuk menggoda William yang saat ini tengah sibuk melakukan pekerjaannya.


William melihat kearah Callista yang saat ini berada di depan pintu ruangannya. William tampak melihat bagaimana penampilan Callista yang terlihat sangat cantik dan juga seksi hanya saja William tidak mengerti dengan apa yang saat dia rasakan kepada Callista. Dia sama sekali tidak memiliki gairah kepada Callista dan William benar-benar merasa sangat bingung dengan dirinya sendiri padahal sudah 4 tahun dia bersama dengan Callista dan selama 4 tahun ini William sama sekali tidak memiliki ketertarikan kepada Callista.


''Callista? Kenapa kamu datang ke sini?'' tanya William dengan wajah bingungnya saat melihat kehadiran Callista di ruangannya.


''Kenapa jika aku datang ke sini? Apakah kamu tidak suka jika aku datang menghampiri kamu?'' Callista berjalan menuju kearah William dan kini dia langsung duduk di pangkuan William.

__ADS_1


Kini Callista membelai wajah William, dia bahkan meniup telinga William karena Callista ingin William merasa tergoda akan dirinya tapi William sama sekali tidak beraksi dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Callista.


''Callista, kamu jangan duduk di sini. Bagaimana jika nanti ada seseorang yang melihat kita berdua,'' kata William dengan berusaha untuk membuat Callista pergi dan tidak duduk di pangkuannya.


Melihat William yang tampak tidak nyaman dengan kehadiran dirinya. Callista pun menjadi sangat kesal kepada William dan kini dia pun berdiri dengan wajah cemberutnya.


''Kau benar-benar keterlaluan, Will! Kenapa kamu tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk menyentuh kamu, kau bahkan tidak pernah menyentuh aku meskipun aku ini adalah istri kamu. Kenapa kamu melakukan semua ini padaku, Will? Apa salah aku? Kenapa kamu melakukan semua ini padaku?'' Callista tampak berakting agar William merasa bersalah kepada dirinya.


''Honey, maafkan aku. Aku juga tidak tau kenapa dengan diriku ini, aku bahkan tidak memiliki ketertarikan kepada wanita lain. Maafkan aku, Callista aku mohon bersabarlah sampai aku bisa mengendalikan diri ku dan kita bisa menghabiskan malam dengan bercinta. Lagian keadaan kamu juga belum begitu pilih jadi kau juga harus memikirkan tentang kesehatan kamu, Callista.'' William ta.oak berusaha untuk membuat Callista tidak marah padanya.

__ADS_1


''Baiklah, aku mengerti hanya saja aku mau mengatakan sesuatu padamu. Kau tau kan saat aku sedang marah maka aku akan melampiaskan kemarahan ku dengan berbelanja jadi aku mau ATM mu untuk shoping. Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuat aku marah seperti ini,'' ujar Callista dengan wajah cemberut kepada William dan tanpa banyak bicara saat ini William pun memberikan ATM miliknya kepada Callista.


''Pin nya ada di belakang kartu itu,'' kata William dengan memberikan ATM nya.


Callista pun tampak tersenyum bahagia karena akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan.


''Baiklah Honey, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa, bolehkan aku mencium bibir kamu,'' pinta Callista dengan nada genitnya dan William hanya bisa menggangukkan kepalanya dan saat itu juga Callista mencium bibir William.


''Benar-benar sangat menjijikan!'' gumam Aira yang saat ini melihat bagaimana mereka berdua saling bercumbu dan setelah itu Callista pun pergi dari ruangan William dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Sedangkan saat ini Aira bersembunyi agar mereka tidak tau bahwa sejak tadi Aira sudah berada di sana melihat kemesraan mereka berdua.


__ADS_2