
Saat ini William telah tiba di Mansion nya dan dia melihat Callista juga Mommy nya yang tengah duduk di ruang tamu dengan santainya. Melihat mereka berdua, William pun langsung berjalan dengan tatapan dinginnya.
William langsung menarik tangan Callista dengan cukup kasar.
''Aakkhh, William! Sakit!'' ringis Callista saat dia merasakan tangannya di genggaman erat oleh William.
''Katakan padaku, Call! Apakah kau benar-benar hamil?'' tanya William dengan nada suara kerasnya sambil terus mencengkeram tangan Callista.
Callista yang saat ini merasa kesakitan pun berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan William.
''William, lepaskan aku dulu! Ini sangat sakit!'' bentak Callista dengan menghempaskan tangan William.
Melihat bagaimana William bersikap kepada Callista, Mommy William yang saat ini berada di sampingnya pun tampak tidak terima lalu memarahi William.
__ADS_1
''William! Kamu sudah gila ya! Kamu memegang tangan Callista sampai dia kesakitan, kau tidak tau bahwa saat ini dia hamil anak kamu, Hah!'' bentak Mommy William dengan menatap tajam kearah William.
William tampak tidak memperdulikan dengan apa yang dikatakan oleh Mommy nya dan dia kembali bertanya kepada Callista tentang kehamilannya tersebut.
''Call, cepat katakan padaku. Apakah kau benar-benar hamil dan apakah itu anak ku?'' tanya kembali William dengan raut wajah marah.
Callista yang saat ini mendapatkan pertanyaan dari William berusaha untuk mencari perhatian dari Mommy nya agar William tidak jadi marah padanya.
''Honey, aku memang hamil dan ini adalah anak kamu. Kita pernah melakukannya pada malam itu, apakah kamu tidak ingat?'' ujar Callista dengan wajah memelas saat dia menjawab pertanyaan dari William.
''Kau pasti berbohong padaku, Call,'' ucap William dengan suara lemah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Callista.
''Kau mungkin tidak ingat dengan kejadian di malam itu, Will tapi pada malam itu kita berdua melakukannya dan itu pertama kalinya bagi ku jadi sudah aku pastikan bahwa aku hamil anak kamu. Untuk apa aku berbohong padamu!'' ucap Callista dengan berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi pada malam itu meski sebenarnya apa yang dikatakan oleh Callista itu adalah bohong.
__ADS_1
William langsung terdiam dan terduduk lesu, dia tidak menyangka bahwa saat ini Callista hamil anaknya di saat William mencintai wanita lain. William mengacak-acak rambutnya dengan wajah frustasi.
''William, kau sudah mendengar sendiri penjelasan dari Callista bukan jadi sekarang kau harus kembali pada keluarga kita dan meninggalkan wanita kampungan itu. Dia sama sekali tidak cocok dengan mu, Will,'' sambung Mommy William dengan membujuk William untuk kembali pada keluarganya.
William sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Mommy nya, dia benar-benar tidak bisa berfikir jernih dengan apa yang saat ini terjadi tanpa berbicara apapun William langsung berjalan keluar dari Mansion nya. Melihat William yang ingin pergi, Callista langsung menahan tangan William agar tidak pergi.
''William, kau mau pergi kemana? Ku mohon jangan tinggalkan aku, saat ini aku sedang mengandung anak kamu. Jika kamu memang tidak lagi mencintai aku setidaknya kamu harus memikirkan anak kita, Will. Dia membutuhkan kasih sayang dari Daddy nya, ku mohon jangan tinggalkan aku di saat keadaan ku sedang hamil seperti ini, hiks hiks,'' tangis Callista dengan merangkul tangan William agar tidak pergi.
William sama sekali tidak bisa berbicara apapun, dia satu sisi dia memikirkan tentang perasaan Aira tapi di satu sisi dia juga tidak bisa dengan kejam meninggalkan Callista yang sedang hamil anaknya.
''Call, aku harus pergi untuk mengurus sesuatu dan secepatnya aku akan kembali,'' jawab William dengan suara yang terdengar terpaksa saat dia harus mengatakan kembali.
Mendengar apa yang dikatakan oleh William, Callista langsung melepaskan tangan William dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
''Baiklah, cepatlah kembali, Honey,'' ucap Callista dengan menghapus air matanya dan tersenyum bahagia.