
Hari pun berlalu dengan begitu cepat, sudah 3 hari lamanya semenjak kehamilan Callista membuat Nick benar-benar harus memiliki kesempatan untuk bisa membuat rencana Callista tidur bersama dengan William jika tidak takutnya William akan merasa curiga kepada Callista dan menyadari kehamilan nya tersebut.
''Call, kita harus segera melakukan rencana kita ini secepatnya jika tidak aku khawatir bahwa William akan menyadari jika kau sedang hamil dan rencana kita berdua akan gagal,'' kata Nick dengan mendesak Callista agar dia segera melakukan rencananya.
Saat ini Callista sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Nick karena saat ini Callista sedang mengalami morning sickness yang parah. Kepala Callista terasa pusing bahkan saat ini dia juga merasa mual dan tidak memiliki tenaga apapun.
''Call, kau dengar kan dengan apa yang aku katakan tadi?'' tanya Nick kepada Callista yang hanya diam sambil membaringkan tubuhnya.
Mendengar pertanyaan dari Nick, Callista langsung menatap marah kearah Nick.
''Kau buta ya! Kau tidak lihat bahwa saat ini aku sedang pusing bahkan untuk berdiri saja aku tidak memiliki tenaga dan kau masih bertanya apakah aku mendengar apa yang kau katakan? Kau benar-benar lelaki yang tidak peka, Nick! Ingat ya, semua ini adalah salah mu jika bukan karena keteledoran mu yang tidak memakai pengaman maka aku tidak akan pernah hamil anak sialan mu ini!'' maki Callista kepada Nick yang saat ini berdiri di depan Callista.
''Aku tau Call jika semua itu adalah salah ku tapi bukankah aku sudah mau bertanggung jawab kepada anak yang kau kandung hanya saja kau yang menolak diriku jadi ya dengan terpaksa kau harus berpura-pura mengakui anak itu sebagai anak William,''
''Oh jadi kau menyalahkan aku yang tidak mau menikah dengan mu? Nick, aku masih waras dan sangat waras. Aku tidak akan pernah meninggalkan tambang emas ku hanya untuk pasir pantai seperti kamu. Kamu itu sama sekali tidak ada tandingannya dengan William dan aku juga tidak akan pernah meninggalkan William hanya demi lelaki seperti mu. Sekarang kamu pergi dari sini karena aku benar-benar sangat muak melihat wajah mu itu,'' kata Callista dengan mengusir Nick agar pergi dari Apartemennya.
''Tapi bagaimana dengan rencana kita, Call? Aku sudah mempersiapkan semuanya agar kau bisa tidur bersama dengan William,''
''Masalah itu biar aku urus sendiri, sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini karena aku ingin beristirahat. Cepat Nick!'' usir Callista dengan mendorong tubuh Nick agar segera pergi dari Apartemennya.
Selama mengetahui bahwa dirinya hamil, Callista memutuskan untuk tinggal di Apartemennya karena dia takut bahwa William curiga dengan keadaannya yang mengalami morning sickness.
__ADS_1
''Akkhh Sial! Hamil benar-benar sangat merepotkan, aku bukan hanya tidak bisa menikmati waktu ku bersama dengan teman-teman ku tapi aku juga mengalami morning sickness yang seperti ini dan ini benar-benar sangat menyebalkan! Jika bukan karena William dan gelar Nyonya Ribery, aku tidak akan pernah sudi mengandung anak ibu bahkan sampai menyiksa ku seperti ini,'' ujar Callista dengan wajah kesalnya saat dia merasakan bagaimana rasanya hamil muda dan mengalami morning sickness.
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini keadaan Callista sudah cukup mendingan. Callista berniat untuk pergi ke club malam bersama dengan teman-teman nya. Callista benar-benar tidak lagi memikirkan tentang kondisinya yang saat ini tengah hamil muda karena bagi Callista berada di Apartemen selama 3 hari benar-benar membuat dirinya merasa sangat stres jadi sekarang Callista meminta kepada temannya untuk datang ke Club malam untuk berpesta.
''Hai Call, tumben kamu ngajak kita semua kumpul di sini untuk berpesta biasanya juga kita yang sering maksa kamu buat datang ke sini,'' kata salah satu teman Callista yang saat ini berada di sampingnya.
''Aku cuma ngerasa bosen aja makanya aku ngajak kalian untuk berpesta malam ini. Sekarang kalian pesan apa yang kalian inginkan karena aku yang akan mentraktir semuanya,'' kata Callista dengan suara lantang dan tentu saja membuat semua temannya merasa sangat bahagia dengan apa yang dikatakan oleh Callista.
''Yeah!'' jawab semua teman Callista dengan bahagianya.
Malam hari pun semakin larut saat ini Callista yang sedikit mabuk pun tidak sengaja melihat William yang baru saja keluar dari dalam Club.
Sebenarnya saat ini William sedang ada pertemuan dengan beberapa rekan kerjanya di kantor dan dia meminta untuk bertemu di club malam tersebut tapi mereka hanya mengobrol sebentar dan setelah itu William pun kembali untuk berpamitan pulang. Saat ini Callista pun menghampiri William yang ingin masuk di dalam mobilnya.
''Callista?'' William cukup terkejut dengan kedatangan Callista di depannya.
''Honey, apa yang kau lakukan di sini?'' tanya Callista dengan menatap kearah William.
''Aku bertemu dengan teman ku untuk mendiskusikan masalah pekerjaan, lalu apa yang kau lakukan di sini, Call dan kenapa keadaan mu seperti itu?'' tanya William saat dia mencium tubuh Callista yang berbau alkohol.
''Oh, aku tadi pergi bersama dengan teman ku dan minum sedikit,'' jawab Callista dengan nada khas orang mabuk.
__ADS_1
''Apa? Sejak kapan kamu minum, Call?'' William tampak terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Callista.
''Sejak tadi tapi sudah lah aku hanya sedikit saja kok. Oh ya Honey, kenapa kita tidak pulang bersama saja, aku benar-benar tidak memiliki tenaga,'' kata Callista dan saat itu juga mereka berdua pun pulang bersama.
Setelah tiba di rumahnya, William tampak membantu Callista untuk masuk ke dalam kamarnya dan Callista melihat sekeliling rumah itu yang tampak terlihat sepi.
''Kemana Aira?'' tanya Callista.
''Dia sedang berada di rumah Mama nya dan besok dia akan kembali pulang,'' jawab William dengan nada singkat nya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh William, saat ini tiba-tiba Callista terpikirkan dengan rencana yang di berikan oleh Nick.
''Bagus, ini adalah kesempatan yang bagus untuk membuat William tidur bersama dengan ku. Mumpung Aira tidak ada di rumah ini,'' gumam Callista dan saat itu juga Callista berjalan ke dapur untuk mengambil air minum.
''Kamu tunggu di sini dulu, aku akan mengambil air minum buat kamu,''
''Tidak usah, Call. Aku tidak haus,'' jawab William tapi Callista sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh William dan tak lama kemudian Callista pun membawa minuman untuk William.
''Minum lah, aku tau bahwa kamu haus,''
Melihat air yang di bawa oleh Callista tanpa rasa curiga William langsung meminum airnya dan tak lama kemudian kepalanya tiba-tiba merasa pusing dan tak sadarkan diri. Callista tersenyum lebar saat rencananya berjalan dengan lancar dan kini langkah selanjutnya adalah membawa William ke atas ranjang.
__ADS_1