Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 52


__ADS_3

Saat ini William menarik tangan Aira untuk bisa segera keluar dari acara pesta tersebut. William benar-benar sangat marah saat melihat bagaimana Aira dekat dengan lelaki lain.


''Aira! Kamu ini apa-apaan sih? Kenapa kamu bisa mengobrol dengan lelaki asing itu, Hah?'' tanya William dengan amarah di dalam hatinya saat dia melihat bagaimana Aira berbicara dengan lelaki asing tadi.


''Kenapa? Kamu masih nanya kenapa? Mas! Kamu saja tidak menghiraukan aku, lalu jika aku mencari teman mengobrol apakah aku salah, Hah?'' jawab Aira dengan wajah kesalnya kepada William.


Aira masih mengingat dengan begitu jelas bagaimana saat William bisa tertawa bahagia saat bersama dengan Callista dan William hanya mengganggap Aira sebuah patung di sana.


''Aira, seharusnya kamu tau dong kalau aku itu sedang menyambut para tamu. Aku tidak benar-benar menghiraukan kamu.'' William masih berusaha untuk membela dirinya.


''Aku tau Mas kalau kamu sedang menyambut para tamu dan karena aku tidak mau mengganggu kamu makanya aku cari teman untuk mengobrol agar aku tidak merasa kesepian. Kamu gimana sih Mas, seharusnya kamu senang dong melihat aku tidak mengganggu kesenangan suaminya dengan orang lain,'' kata Aira dengan menekan kata kesenangan suaminya dengan orang lain.


Di saat mereka berdua tengah bertengkar, tiba-tiba Callista datang dengan wajah sedihnya.

__ADS_1


''Kakak Ipar, apakah kamu marah karena William datang mengobrol denganku?'' tanya Callista dengan ekspresi wajah sedihnya dengan menghampiri mereka berdua.


Aira benar-benar sangat muak dengan ekspresi wajah Callista yang sudah jelas di buat-buat.


''Callista, kenapa kamu keluar? Sebaiknya sekarang kamu masuk ke dalam untuk menyambut para tamu undangan,'' kata William dengan meminta Callista untuk masuk ke dalam pesta tersebut.


''Tapi Will, istri mu sedang marah padamu dan semua itu gara-gara aku. Aku benar-benar merasa bersalah pada dia,'' ucap Callista dengan wajah sedihnya agar membuat William merasa kasihan padanya.


Aira yang melihat ekspresi wajah Callista benar-benar sangat menjijikan. Dia tidak menyangka bahwa Callista akan melakukan semua ini untuk menarik perhatian William.


Kini Aira benar-benar tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak melakukan sesuatu kepada Callista.


''Callista, kenapa kamu bisa ada di sini dan kenapa kamu malah bisa berfikir bahwa aku bertengkar dengan Mas William itu gara-gara kamu, atau jangan-jangan kamu mengikuti kita berdua ya?'' kata Aira dengan memojokkan Callista tentang keberadaan di sini.

__ADS_1


''Tidak! Aku hanya tidak sengaja melihat kalian berdua dan aku mengikuti kalian berdua ke sini karena aku tau bahwa sejak tadi Kakak ipar terus melihat kearah kami berdua dan aku takut membuat Kakak ipar tidak nyaman dengan kedekatan kami jadi aku datang untuk meminta maaf sama Kakak ipar,'' kata Callista dengan berusaha menjelaskan semuanya kepada Aira tapi Aira yang sudah mengetahui tentang sifat Callista pun sama sekali tidak percaya dengan apa yang dikatakan olehnya.


''Dasar, kau wanita yang suka membual ya!'' jawab Aira dengan wajah kesalnya.


Callista benar-benar tidak menyangka bahwa Aira akan secar terang-terangan mengatakan tentang ketidak suka nya kepada dirinya.


''Will, aku benar-benar tidak memiliki maksud apapun. Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk berbohong, Will kau percaya padaku kan?'' tanya Callista dengan bersikap manja kepada Callista.


''Iya, aku percaya kok sama kamu,'' jawab William dan kini William pun menatap marah kearah Aira karena sudah membuat Callista menangis seperti ini.


''Aira! Kamu ini apa-apaan sih, jangan bicara seperti itu kepada Callista karena bagaimanapun juga dia adalah sepupu aku,'' kata William dengan memarahi Aira karena dia sudah bersikap tidak baik pada Callista.


''Oh ya, dia memang sepupu kamu dan aku hanya orang asing bagi kamu kan? Baiklah! sekarang kamu urus saja sepupu kamu itu dan aku sama sekali tidak akan mengganggu kemesraan kalian berdua!'' ucap Aira dengan wajah kesalnya kepada William karena lebih membela Callista.

__ADS_1


Aira pun berjalan meninggalkan mereka berdua.


''Aira, tunggu aku!'' teriak William dengan memanggil Aira tapi Aira sama sekali tidak menoleh dan meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2