Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 78


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Callista, William pun cukup terkejut hingga dia menatap tajam kearah Callista.


''Apa! Apa yang kamu bicarakan Callista?'' tanya William dengan nada sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Callista.


''Kenapa kamu terlihat terkejut seperti itu, Honey? Aku hanya mengatakan hal mudah kok, aku hanya mau kamu memberitahukan kepada semua orang bahwa aku ini adalah istri kamu, apa salahnya coba?'' kata Callista dengan nada bingungnya saat dia melihat bagaimana ekspresi wajah William yang sangat terkejut dengan permintaannya.


''Callista, kamu ini sudah gila ya. Bagaimana bisa aku mengatakan ke semua orang bahwa kamu adalah istri aku sedangkan saat ini semua orang tau bahwa aku menikah dengan Aira. Kau benar-benar sudah tidak waras, Callista,'' jawab William dengan menggelengkan kepalanya saat dia mendengar permintaan Callista yang konyol.

__ADS_1


''Honey, kamu katakan saja sama semua orang bahwa Aira adalah istri ke dua kamu dan dia yang menjadi orang ke tiga dalam rumah tangga kita berdua. Dia sudah merebut posisi ku dan sekarang aku ingin mengambilnya lagi. Honey, aku mohon padamu agar kamu mengabulkan permintaan ku ini lagian ini juga tidak akan menyusahkan kamu kan?'' kata Callista dengan wajah memelas nya kepada William agar William mau menuruti keinginannya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Callista, William benar-benar tidak menyangka bahwa Callista akan sejahat itu kepada Aira.


''Kamu ini apa-apaan sih, Callista. Kamu mau melemparkan semua kesalahan ini kepada Aira? Kau tidak sadar bahwa selama ini kau lah yang menginginkan untuk aku menikah lagi karena keadaan mu yang tidak bisa memberikan keturunan kepada keluarga ku dan sekarang kau mau aku mengumumkan kepada semua orang bahwa Aira menjadi orang ketiga dalam hubungan kita berdua. Kau benar-benar sangat Callista, kau bukan hanya ingin melemparkan kesalahan mu kepada Aira tapi kau juga berniat untuk membuat Aira hidup menderita. Di sini seharusnya Aira lah yang merasa sangat di rugikan karena kita semua telah membohongi Aira, aku saja merasa sangat kasihan kepada Aira karena dia sama sekali tidak bersalah dan harus menanggung semua rencana kita ini. Aku benar-benar sangat kecewa padamu, Callista!'' ucap William dengan memarahi Callista dan dia pun berjalan meninggalkan Callista yang saat ini terdiam.


''William, kamu mau pergi kemana?'' teriak Callista dengan mengejar William tapi William langsung pergi dari rumahnya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


''Callista, aku menang satu langkah dari mu. Sekarang aku akan membuktikan padamu bahwa sebenarnya hati William tidak benar-benar mencintai kamu. Aku heran saja kenapa William bisa menikah dengan Callista jika dia sama sekali tidak mencintai Callista?'' gumam Aira dengan bertanya-tanya di dalam hatinya saat dia mengingat bagaimana sikap William kepada Callista.


Malam hari pun kembali menyapa, saat ini Aira benar-benar sangat kelelahan dan tertidur dengan cukup lelap tanpa Aira sadari bahwa ada seseorang yang saat ini sedang membuka pintu kamarnya. Di dalam kegelapan orang tersebut berjalan menuju ke ranjang dimana tempat Aira tertidur. Orang tersebut menatap kearah Aira yang saat ini terlihat sangat cantik, meskipun kamarnya gelap tapi orang tersebut bisa melihat kecantikan Aira dari sinar rembulan yang menembus wajahnya.


Orang tersebut membelai wajah Aira lalu dia pun ikut berbaring di ranjang bersama dengan Aira. Orang tersebut adalah William, merasa ada sesuatu yang aneh Aira langsung berusaha untuk berdiri.


''Kau siapa?'' Aira tampak terkejut sambil berusaha melepaskan diri dari lelaki tersebut.

__ADS_1


''Tenang lah Aira, ini aku, suami kamu. Ku mohon biarkan aku tidur dengan tenang,'' kata William tanpa ingin melepaskan pelukannya kepada Aira.


Mendengar apa yang dikatakan oleh William entah mengapa hati Aira menjadi luluh dan dia pun membiarkan William untuk memeluknya malam ini.


__ADS_2