Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 95


__ADS_3

Callista cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh William, dia tidak menyangka bahwa William akan secara terang-terangan mengakui perasaannya kepada Aira.


''William, kamu tau dengan apa yang kamu katakan padaku? Kau pasti di ancam oleh wanita ular ini untuk mengatakan hal semacam ini kepada ku kan?'' kata Callista dengan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh William dan lebih menuduh Aira yang mengancam William untuk mengatakan hal seperti itu.


''Tidak Call, ini semua sama sekali tidak ada urusannya dengan Aira. Aku benar-benar mencintai dia dan aku tidak berbohong dengan apa yang aku katakan. Aku mencintai Aira karena tulus dari dalam hati ku, semua ini sama sekali tidak ada rasa terpaksa atau ada yang mengancam ku. Aku benar-benar mencintai Aira dan selamanya akan mencintai Aira jadi aku mohon padamu, Call untuk mengerti dengan apa yang saat ini aku rasakan kepada Aira,'' ucap William dengan berusaha menyakinkan Callista bahwa dia benar-benar mencintai Aira dan tidak ada unsur apapun yang memaksa dia untuk mencintai Aira.


''Mengerti seperti apa maksud, Will? Jangan bilang bahwa kau ingin menceraikan aku dan lebih memilih dia. William, sadarlah bahwa aku ini istri pertama kamu dan seharusnya wanita itu yang kau ceraikan bukan aku! Tidak Will, aku sama sekali tidak akan pernah setuju jika kau menceraikan aku. Aku harus mengatakan semua ini kepada Mommy dan juga Daddy,'' kata Callista dengan berlari keluar untuk pergi ke Mansion utama kediaman keluarga Ribery.


''Callista!'' panggil Aira saat dia melihat Callista pergi untuk mengadukan semuanya kepada keluarga Ribery.


Aira tampak terlihat begitu panik saat dia melihat Callista pergi untuk menemui keluarga William dan mengatakan tentang apa yang saat ini terjadi. Aira takut akan semakin membuat keadaan ini semakin rumit tapi saat Aira melihat kearah William yang tampak diam tidak menahan Callista untuk menemui keluarganya.

__ADS_1


''Mas, kenapa kamu malah diam seperti ini? Kenapa kamu tidak mengejar Callista dan menahan dia untuk tidak menemui keluarga mu!'' kata Aira dengan menghampiri William yang tampak terdiam dan terlihat biasa saja.


''Sudah lah Aira, biarkan saja Callista mengatakan tentang apa yang sebenarnya aku rasakan padamu. Aku benar-benar sudah tidak bisa lagi menyembunyikan tentang perasaan ku padamu dan juga aku tidak ingin terus menyakiti Callista dengan berbohong padanya bahwa aku mencintai dia. Sudah cukup waktu hampir 5 tahun ini aku membohongi Callista dan sekarang sudah saatnya dia mengetahui tentang kebenaran yang terjadi,'' jawab William dengan nada santainya bahwa dia sudah lelah saat dia harus berbohong tentang perasaannya kepada Callista.


''Mas, kamu tidak takut jika nanti keluarga kamu akan memarahi kamu? Kenapa kamu mengatakan hal sebodoh ini Mas? Bukankah dari awal sudah aku katakan pada mu bahwa aku akan pergi dari rumah ini. Aku akan kembali ke tempat dimana ku berada, aku tau bahwa dari awal kita menikah kau sama sekali tidak pernah mencintai aku dan kau malah memiliki perasaan ku padaku? Mas, kau tau dengan apa yang terjadi sekarang? Kau semakin membuat keadaan ini semakin rumit!'' kata Aira dengan memegang kepalanya yang terasa pusing saat dia harus menghadapi masalah yang tidak pernah selesai ini.


Aira pun berjalan mondar-mandir untuk memikirkan cara bagaimana agar dirinya tidak terlibat dalam masalah ini tapi semuanya sudah percuma karena Callista pasti sudah mengatakan tentang hal yang sebenarnya kepada keluarga William. Melihat Callista yang tampak terlihat panik membuat William merasa sedih karena Aira seperti tidak menginginkan keluarganya tau bahwa dia mencintai dirinya.


Aira menatap kearah William yang saat ini tengah menanyakan tentang perasaannya yang dulu, perasaan cinta yang pernah dia berikan untuk William tapi dengan tega nya ternyata William hanya ingin memanfaatkan dirinya untuk melahirkan seorang anak.


''Mas, dulu aku sangat mencintai kamu tapi cinta itu langsung hilang saat kamu mengatakan bahwa kamu menikahi aku hanya karena menginginkan seorang keturunan. Kau berbohong padaku, kau berbohong bahwa kau ingin membahagiakan aku, kau berbohong untuk segalanya. Rasa cinta itu seketika hilang dan sekarang hanya rasa benci yang aku rasakan pada mu jadi berhentilah mengatakan cinta untuk ku, Mas karena aku sama sekali tidak akan pernah tertipu lagi dengan muslihat mu itu. Satu kali dia berbohong maka dia akan beribu kali mencari kesempatan untuk kembali berbohong. Seperti apa yang telah kamu lakukan padaku, Mas jadi sekarang jika kamu menginginkan aku untuk percaya padamu itu sangat sulit,'' jawab Aira dengan mengatakan tentang rasa kecewanya yang telah di lakukan okeh William padanya.

__ADS_1


Merasa tidak ingin lagi berdebat dengan William, Aira pun langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya karena dia tidak ingin berdebat lagi tentang masalah ini. Aira terpaksa mengatakan semua ini karena saat ini dia benar-benar tidak ingin lagi terlihat bodoh di depan William dengan kembali mempercayai tentang apa yang dia katakan.


William hanya bisa memejamkan matanya saat dia melihat Aira pergi meninggalkan dirinya, William sadar bahwa apa yang pernah dia lakukan kepada Aira memang salah dan kini jika Aira membenci dirinya itu semua karena ulah dirinya sendiri.


Setelah perdebatan singkat itu tak lama kemudian sebuah mobil datang ke rumah William. William yang mendengar suara mobil yang tak asing baginya sudah menduganya bahwa itu adalah keluarnya. Mereka berdua tampak berjalan menuju kearah William yang saat ini tengah berada di ruang tamu dan tanpa bicara apapun Mommy William langsung menampar pipi William cukup keras.


''William! Kamu ini benar-benar sudah gila ya, bagaimana bisa kamu mengatakan kepada Callista bahwa kamu mencintai wanita kampungan itu? Dimana otak mu William saat berbicara bahwa kamu mencintai wanita itu, kau tidak berfikir dengan jernih apa bahwa wanita yang kau cintai itu adalah wanita kampungan!'' maki Mommy William dengan memarahi William yang malah mencintai wanita seperti Aira yang dia anggap sebagai wanita kampungan.


''Mom, di sini aku yang bersalah. Aku yang mencintai Aira dan jika Mommy ingin menghina maka hina lah aku Mom karena aku yang telah mencintai Aira dan tidak bisa mencintai Callista. Jangan menghina Aira dengan sebutan wanita kampungan karena bagaimanapun juga wanita yang berasal dari kampung itu juga seorang wanita seperti Mommy. Dia memiliki perasaan, dia juga sama seperti Mommy hanya saja derajat yang membedakan kalian berdua,'' ucap William dengan membela Aira.


Mendengar bahwa anak nya sendiri membela Aira membuat Mommy William semakin marah lalu dia kembali menampar wajah William.

__ADS_1


''Kau berani menyamakan Mommy dengan wanita kampungan itu, Hah? William, aku dan dia sangat lah berbeda dan Mommy sama sekali tidak suka kau bersama dengan Aira. Cepat ceraikan dia!'' perintah Mommy William dengan meminta William untuk menceraikan Aira.


__ADS_2