
Saif langsung menatap kearah seseorang yang tiba-tiba memukul dirinya sampai membuatnya terjatuh.
''William?'' gumam Saif dengan wajah terkejutnya saat dia melihat kedatangan William yang tiba-tiba.
''Dasar kau lelaki berengsek! Kau tidak tau malu hah, kau menyentuh istri ku di belakang ku. Kau benar-benar minta di hajar Saif!'' bentak William dengan amarah di dalam hatinya saat dia melihat bagaimana Saif yang memeluk Aira.
Saat ini William pun kembali menghampiri Saif yang saat ini berusaha untuk berdiri tapi saat itu juga William kembali menarik kerah baju Saif dan dia kembali memukul wajah Saif dengan membabi buta.
Melihat bagaimana William yang tengah emosi dan terus memukul Saif, Aira berusaha untuk melerai keduanya terutama William yang saat tengah emosi.
''Mas, hentikan! Jangan memukul Mas Saif lagi nanti dia bisa mati,'' kata Aira dengan berusaha menarik tangan William agar dia tidak memukul lagi si Saif.
''Jangan hentikan aku, Aira. Aku ingin memberikan pelajaran untuk lelaki yang tidak tau malu itu! Bagaimana bisa dia memeluk mantan istrinya di saat dia sudah bersuami,'' kata William dengan amarah di dalam hatinya.
Saat ini Saif pun berdiri dengan menatap tajam kearah William.
''Tuan, di dalam kantor kau memang menjadi atasan ku tapi di tempat umum seperti ini, kau sama sekali bukan siapa-siapa bagi ku selain orang asing jadi jangan berfikir bahwa aku akan diam saat kau memukul ku,'' kata Saif dengan amarah di dalam hatinya lalu dia pun membalas dengan memukul wajah William.
Merasa tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Saif, akhirnya William pun juga membalas pukulan itu dan akhirnya mereka berdua kembali berkelahi. Aira yang melihat situasi ini benar-benar sangat kacau, dia tidak tau lagi apa yang harus dia lakukan hingga akhirnya orang-orang datang melerai mereka berdua. Setelah keadaannya cukup tenang, saat ini Aira langsung membawa William untuk masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Saif yang masih diam mematung menatap kepergian Aira juga William.
''Aira, apapun caranya aku akan berusaha untuk mendapatkan kamu lagi dan setelah itu aku tidak akan pernah lagi melepaskan kamu apapun yang terjadi,'' gumam Saif dengan menatap kepergian Aira bersama dengan William.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Aira langsung membawa William untuk masuk ke dalam mobilnya.
''Sekarang kita pulang!'' kata Aira dengan nada dinginnya kepada William.
William hanya diam sambil menatap kearah Aira, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Aira dan juga Saif akan melakukan hal seperti itu di depan umum.
''Aira, seharusnya kau menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan mu dan juga Saif. Kenapa kalian berdua bertemu dan malah berpelukan seperti itu di depan umum? Katakan padaku, Aira!'' bentak William kepada Aira yang saat ini memejamkan matanya saat dia mendengar bagaimana suara William yang begitu menggema di telinganya saat dia berteriak ke arahnya.
Saat ini Aira mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya dengan perlahan, saat ini Aira tau bahwa William tengah marah padanya karena melihat dirinya berpelukan dengan Saif dan sekarang Aira harus menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka berdua. Aira harus menjelaskan bahwa William telah salah paham kepada mereka berdua.
''Mas, itu bukan seperti apa yang kamu lihat. Sebenarnya aku bertemu dengan Mas Saif karena aku tidak sengaja. Tadi aku cuma duduk di taman hiburan ini dan tanpa sengaja bertemu dengan Mas Saif, kita berdua hanya mengobrol sebentar dan tidak sengaja ada seorang anak yang menabrak ku dan membuat ku hampir terjatuh tapi untung saja Mas Saif membantu ku dengan menahan tubuh ku agar tidak terjatuh. Pertemuan ku dengan Mas Saif benar-benar tidak di sengaja Mas,'' jawab Aira dengan menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi.
Mendengar jawaban Aira yang kurang memuaskan bagi William membuat William kembali menggertak Aira karena dia bisa melihat jelas dari jarak dekat saat Saif berusaha untuk tidak melepaskan pelukannya.
''Apa maksud mu dengan perkataan mu ini, Mas? Bukankah kita sudah berjanji bahwa kau akan melepaskan aku jika dalam satu bulan ini aku tidak hamil lalu kenapa kau mengatakan hal seperti itu padaku? Jangan bilang bahwa kau ingin mengingkari janji mu sendiri?'' kata Aira dengan mengingatkan tentang perjanjian yang sudah di katakan oleh William padanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, William sama sekali tidak mendengarkan dan dia pun memalingkan wajahnya ke depan.
''Kau akan hamil karena itu aku sama sekali tidak akan pernah melepaskan kamu,'' jawab William dengan mengatakannya dengan tegas.
Aira hanya bisa menatap kesal kearah William yang bersikap egois, dia bahkan sudah meyakini bahwa dirinya akan hamil.
__ADS_1
''Kau benar-benar keras kepala, Mas. Kau bahkan mendahului kuasa Allah dan aku sama sekali tidak suka lelaki seperti mu!'' ucap Aira dengan nada sinisnya.
Saat ini mereka berdua pun telah tiba di rumahnya, saat ini William menarik tangan Aira dan membawanya ke atas kamar. Callista yang saat ini tengah berada di ruangan tamu cukup terkejut melihat William yang menarik tangan Aira dengan wajah penuh amarah.
''Mas, lepaskan aku. Aku bisa jalan sendiri, cepat lepaskan aku!'' kata Aira dengan memukul tangan William yang menarik tangannya.
William sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aira, dia terus membawa Aira masuk ke dalam kamarnya.
''Honey, apa yang terjadi dengan Aira? Kenapa kamu terlihat marah seperti itu?'' tanya Callista dengan wajah bingungnya.
''Call, kau jangan mengganggu ku karena masih ada sesuatu yang harus aku selesaikan dengan Aira,'' jawab William dengan melarang Callista untuk mengganggu dirinya.
Saat itu juga William langsung mengunci pintu kamarnya dan mendorong tubuh Aira sampai dia terpental di atas ranjang. William membuka semua bajunya lalu dia berjalan menuju kearah Aira.
''Mas, apa yang ingin kau lakukan?'' tanya Aira dengan wajah ketakutan saat melihat William membuka bajunya dan berjalan menuju kearahnya.
''Bukankah tadi aku sudah mengatakan bahwa kau akan mengandung anak ku dan sekarang aku akan mewujudkan perkataan ku tadi,'' jawab William lalu saat itu juga dia menarik kaki Aira dan akhirnya hal yang seharusnya terjadi kini telah terjadi.
''Aahh! Lepaskan aku, Mas!'' teriak Aira dengan mendesah saat William menjamah tubuhnya.
Callista yang berada di luar kamar William benar-benar merasa sangat kesal saat dia mendengar suara ******* mereka berdua.
__ADS_1
''Benar-benar wanita ******! William, kita sudah menikah sudah hampir 5 tahun dan kau sama sekali tidak pernah menyentuh ku lalu dengan Aira kau melakukannya meskipun Aira menolak. Kau benar-benar jahat William!'' gumam Callista di dalam hatinya dengan perasaan kesal kepada William juga Aira yang saat ini tengah memadu kasih di dalam kamarnya.