
Saat ini William tampak kebingungan saat melihat bagaimana sikap salah satu karyawan ini yang sangat segan padanya. Bahkan menyambut kedatangan William seperti bos nya sendiri dan William hanya bisa tersenyum sambil mengikuti kemana lelaki ini akan membawa dirinya pergi.
''Silahkan duduk, Tuan,'' kata si lelaki tersebut dengan menyuruh William untuk duduk di ruang tunggu yang berada di perusahaan tersebut.
''Ah iya, terima kasih. Oh ya, saya ingin bertanya dimana tempat HRD karena saya ingin pergi ke sana untuk-'' belum selesai William mengatakan maksud dari kedatangannya tiba-tiba si lelaki tersebut langsung memotong pembicaraan William dan mengira bahwa William ingin bertemu dengan ketua HRD karena ingin memecat karyawannya atau bisa dia juga ikut di pecat.
''Tuan, Tuan jangan terburu-buru dulu untuk menemui ketua HRD biarkan Tuan duduk santai dulu di sini dan saya akan memberikan minuman untuk Tuan agar Tuan lebih merasa segar. Saya tau bahwa Tuan masih belum terbiasa dengan cuaca panas di sini jadi biarkan saya ambilkan air minum untuk Tuan agar Tuan merasa lebih sehat. Tuan tunggu di sini dulu,'' kata si lelaki tersebut lalu keluar dari ruangan tunggu tersebut untuk mengambil air minum untuk William.
William merasa sangat bingung dengan sikap karyawan tersebut, William juga menatap sekeliling tempat tersebut dan anehnya lagi para karyawan di sana juga sangat menghormati William bahkan saat melihat kearah William mereka tampak menundukkan kepalanya seraya memberikan hormat kepada William.
__ADS_1
''Ada apa sebenarnya dengan mereka semua? Apakah mereka sesopan ini memperlakukan seorang yang ingin melamar pekerjaan? Wah, aku tidak menyangka bahwa ternyata perusahaan ini memiliki etika yang bagus,'' gumam William dengan memuji karyawan di perusahaan ini dengan bersikap sopan.
''Semoga saja aku bisa bekerja di sini karena aku rasa ini adalah perusahaan yang lumayan cukup besar dan aku yakin jika aku mendapatkan pekerjaan di sini maka aku tidak perlu lagi mencari pekerjaan di tempat lain yang terpenting sekarang aku bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa membuat Aira bahagia,'' sambung William dengan penuh semangat bahwa dia akan bekerja dengan giat.
Setelah beberapa menit kemudian, si lelaki tadi yang bersama dengan William datang dengan membawa minuman untuk William. William tampak tersenyum ramah sambil menerima minuman yang di berikan oleh si lelaki tersebut.
''Ah tentu saja Tuan karena bagaimanapun juga semua karyawan di perusahaan ini sangat mementingkan etika dan saya harap Tuan tidak akan memecat kami di sini,'' jawab si lelaki tersebut lalu berbisik di telinga William bahwa dia meminta untuk tidak memecat karyawan di sini.
Mendengar apa yang dikatakan oleh si lelaki tersebut, William sangat bingung karena bagaimana bisa dia memecat karyawan di sini sedangkan dia mau melamar pekerjaan di sini.
__ADS_1
''Memecat? Apa maksud kamu?'' tanya William dengan raut wajah bingungnya.
''Maksud saya, Tuan jangan memecat kami yang bekerja di sini apalagi saya Tuan. Tuan tau sendiri bahwa saya memiliki anak dan juga istri yang harus saya biayai dan hanya di sini saya mendapatkan pekerjaan jika Tuan memecat saya maka saya tidak tau lagi harus mencari pekerjaan dimana. Tuan tau sendiri bahwa mencari pekerjaan di kota ini sangat lah sulit, saya mohon Tuan untuk tidak memecat saya karena bagaimanapun juga saya sudah lama bekerja di perusahaan ini,'' ucap si lelaki tersebut dengan memohon kepada William agar tidak memecat dirinya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh lelaki tersebut kini William yakin bahwa lelaki itu berfikir bahwa dia adalah bos di perusahaan ini.
''Pak, seperti nya kamu salah orang. Saya bukan bos di sini, saya datang ke sini untuk mencari pekerjaan bukan untuk menjadi bos,'' kata William dengan mengatakan hal yang sebenarnya kepada si lelaki tersebut.
''Apa?'' Lelaki tersebut tampak sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh William.
__ADS_1