
Saat ini mereka berdua pun sudah selesai sarapan dan kini Aira tampak mengikuti William.
''Aira, kamu diam di hotel ini dulu ya. Nanti setelah aku menyelesaikan pekerjaan aku, aku akan menjemput kamu di sini dan kita akan pergi ke rumah baru kita.'' William pun membelai wajah sang istri dengan sangat mesra.
Kini Aira tersenyum kearah William, dia berfikir bahwa sikap William ini sangat lembut. Jika saja semua sikap William ini bukan karena ada maksud tertentu pastinya Aira akan menjadi wanita beruntung yang memiliki suami seperti William tapi kenyataannya semua sikap William hanya lah sebuah sandiwara dan tentu saja membuat hati Aira merasa sangat sakit. Baru saja hati Aira mempercayai seorang Lelaki bahwa William tidak sama dengan Saif tapi kenyataannya dia sama saja seperti Saif yang hanya memanfaatkan keadaan Aira.
''Baiklah, Mas. Aku akan menunggu kamu di sini,'' jawab Aira dengan tersenyum kearah William.
Kini William pun mencium kening Aira dan Aira mencium tangan William sebagai tanda bahwa Aira menghormati William. Setelah itu William pun berjalan menuju ke mobilnya meninggalkan Aira di hotel tersebut.
__ADS_1
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini William benar-benar menjemput Aira dan membawa dia ke rumah barunya dan setelah tiba Aira cukup terkejut karena rumah itu sangat mewah. Sebenarnya dia tidak terlalu terkejut karena lelaki seperti William pasti bisa memiliki rumah sebagus ini bahkan lebih mewah pun dia sanggup untuk membelinya. Hanya saja Aira tidak menyangka bahwa William akan membawa dia ke rumah mewah seperti ini mengingat bagaimana rencana William yang hanya menginginkan anak padanya.
''Ayo Sayang, kita masuk ke dalam.'' Ajak William sambil merangkul Aira dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah itu bersama-sama.
Dan setelah masuk ke dalam rumah itu, Aira merasa sangat takjub dengan interior rumahnya yang terlihat sangat elegan dengan balutan warna silver yang membuat rumah itu terlihat mewah.
''Sayang, bagaimana? Apakah kamu suka dengan rumah ini?'' tanya William meminta pendapat Aira tentang rumahnya.
''Tentu saja, Sayang. Kau adalah istri ku dan sudah seharusnya aku harus menerima kekurangan dan juga kelebihan kamu. Aku akan membuat kamu bahagia menjadi istri dari seorang William,'' jawab William dengan begitu sangat yakin bahwa dia bisa membahagiakan Aira.
__ADS_1
''Tapi bagaimana jika aku tidak bisa membahagiakan kamu, Mas? Bagaimana jika aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan?'' Aira pun sedikit memancing William agar dia bisa mengerti tentang rencana William padanya.
Aira ingin mengetahui kenapa William memilih dirinya untuk mengandung anaknya padahal Aira tau bahwa banyak wanita di luar sana yang mau untuk menjadi rahim sewaan.
''Aku akan bersabar untuk bisa mendapatkannya bersama dengan kamu, Sayang. Aku akan berusaha agar kita berdua bisa memilikinya bersama-sama karena aku yakin apa yang aku inginkan pasti kamu juga akan menginginkannya.'' William menjawabnya dengan sangat yakin bahwa Aira juga menginginkan anak seperti dirinya.
''Baiklah Mas, kalau begitu ayo kita masuk ke kamar kita tapi sebelum itu aku mau kita tidur di kamar terpisah dulu. Selama aku datang bulan aku malah takut hilang kontrol dan kita malah melakukan hubungan intim. Kau tau sendiri bukan, bagaimana gairah pengantin baru.'' Aira pun mengatakan sedikit alasan kepada William agar dia bisa tidur terpisah dengan William.
''Tapi kenapa harus tidur terpisah, Sayang? Aku juga berjanji tidak akan menyentuh kamu saat kamu sedang datang bulan.'' William tampak begitu merasa bingung dengan Aira yang meminta tidur terpisah darinya.
__ADS_1
''Kau tau kan Mas, kalau mood wanita datang bulan itu sensitif banget dan aku sekarang merasa tidak nyaman dan mau tidur sendiri dulu lagian kita juga tidak bisa melakukannya, jadi aku mohon Mas agar aku tidur di kamar terpisah dulu ya. Aku mohon.'' Aira pun bergelayut manja kepada William agar dia mau menyetujui permintaannya.
''Baiklah, kalau begitu aku akan tidur di kamar tamu dan kamu tidur di kamar kita,'' jawab William dengan menyetujui permintaan Aira.