Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 116


__ADS_3

Aira cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Mommy William, dia benar-benar tidak menyangka bahwa saat ini Callista sedang hamil anak William. Aira terdiam cukup lama sambil memikirkan kembali tentang apa yang dikatakan oleh Mommy William.


''Tidak, itu tidak mungkin. Tidak mungkin saat ini Callista sedang mengandung anak Mas William, Mom. Mommy pasti berbohong padaku agar aku berpisah dengan Mas William kan?'' kata Aira dengan suara bergetar sambil menitikkan air matanya tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Melihat bagaimana shock nya Aira semakin membuat Mommy William ingin untuk memberitahukan tentang semuanya kepada Aira bahwa dia harus siap meninggalkan William.


''Untuk apa aku berbohong padamu, saat ini Callista benar-benar sedang mengandung anak William dan jika kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan, kau bisa langsung tanyakan kepada Callista ataupun dokter yang memeriksa Callista. Ingat ya wanita kampung, kau hanya duri di dalam rumah tangga William dan juga Callista dan sudah seharusnya aku sebagai Mommy William menyingkirkan duri itu dari kehidupan mereka berdua. Kau tidak seharusnya hadir di dalam kehidupan William dan bodoh nya aku yang malah menyetujui permintaan Callista untuk dia menikahi wanita lain agar keluarga kami mendapatkan keturunan tapi sekarang semuanya sudah berubah. Callista sudah mengandung anak William jadi kau tidak lagi di butuhkan dan harus segera di singkirkan jadi sebelum aku bertindak aku harap kau dengan sadar diri meninggalkan William!'' ucap Mommy William dengan menatap sinis kearah Aira yang saat ini terlihat sangat sedih.


Setelah mengatakan semua itu Mommy William pun pergi meninggalkan Aira yang saat ini menangis tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mommy William tentang Callista yang hamil anak William.


''Tidak, ini pasti salah. Aku harus menanyakan langsung kepada Mas William tentang kehamilan Callista. Bukankah waktu itu dia pernah mengatakan padaku bahwa dia sama sekali tidak pernah menyentuh Callista dan aku lah wanita pertama yang dia sentuh atau apa yang dia katakan padaku semua itu hanya lah kebohongan dia untuk membuat aku percaya padanya,'' ujar Aira mulai mencurigai tentang kejujuran William.


''Tapi aku harus mempertanyakan langsung kepada Mas William untuk memastikan semuanya,'' sambung Aira dan langsung menghapus air matanya dan masuk ke dalam kamarnya.


Hari pun semakin malam saat ini William baru saja pulang bekerja dan dia pun tampak membawakan sesuatu di tangannya. Benar, saat ini William sedang membawa oleh-oleh untuk Aira karena dia berfikir bahwa selama ini nafsu makan Aira sedikit berkurang jadi dia berinisiatif untuk membelikan makanan untuk Aira.

__ADS_1


''Assalamualaikum. Sayang, kamu dimana?'' panggil William sambil mencari keberadaan Aira.


Aira pun keluar dengan wajah cemberutnya, sungguh saat ini begitu banyak pertanyaan di dalam benak Aira kepada William.


''Waalaikumsallam,'' jawab Aira dengan nada sinis nya.


''Sayang, lihat aku membawakan makanan buat kamu. Aku lihat selama beberapa hari ini nafsu makan kamu sedikit bermasalah jadi aku membelikan makanan supaya kamu bisa makan dengan lahap,'' ujar William dengan senyuman di wajahnya sambil membuka makanan yang dia bawa.


Aira langsung menggeser makanan yang saat itu berada di atas meja.


''Ada apa, Sayang? Apa ada sesuatu yang terjadi padamu?'' tanya William dengan raut wajah khawatir.


''Ini bukan tentang masalah aku, Mas tapi ini tentang kamu. Callista hamil,'' ucap Aira dengan menahan air matanya saat dia mengatakan bahwa Callista sedang hamil.


William tampak terdiam saat mendengar tentang apa yang dikatakan oleh Aira bahwa Callista hamil.

__ADS_1


''Callista hamil?'' ucap William tampak terlihat bingung.


''Benar Mas, saat ini Callista hamil dan kau tau bahwa dia hamil anak kamu! Mommy tadi datang ke sini meminta kamu untuk kembali karena Callista hamil anak kamu, Mas, hiks hiks,'' tangis Aira langsung tumpah saat dia harus mengatakan semua itu.


''Hamil? Tidak mungkin! Bagaimana mungkin Callista hamil anak aku? Ini pasti ada yang salah,'' ujar William dengan berdalih bahwa semua itu salah.


''Mas, sekarang katakan yang sejujurnya padaku. Apakah kau pernah menyentuh Callista?'' tanya Aira dengan menatap kedua mata William.


William tampak terdiam saat mendengar pertanyaan dari Aira dan dia kembali mengingat tentang kejadian dimana saat dia tidak sadarkan diri dan berada di satu ranjang bersama dengan Callista dalam keadaan tanpa busana.


William langsung terdiam dan dia menundukkan kepalanya. Melihat bagaimana reaksi William, Aira mulai mengetahui tentang kebenarannya.


''Aku..A..aku..,'' William tampak tidak bisa berkata apapun.


''Sudah cukup, Mas. Cukup, tolong keluar dari rumah ini dan kembali pada Callista. Keluar sekarang Mas!'' usir Aira dengan perasaan hancur saat melihat bagaimana William tidak bisa menjelaskan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2