
Tiba-tiba kepala William terasa pusing, pandangan nya pun juga kabur. William berusaha untuk menyadarkan dirinya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
''Ada apa dengan ku, kenapa tiba-tiba aku merasa pusing?'' gumam William dengan berpegang ke sofa yang berada di sampingnya.
''Honey, kamu kenapa?'' tanya Callista dengan berpura-pura tidak tau tentang apa yang saat ini terjadi kepada William.
''Aku tidak tau, tiba-tiba saja kepala ku merasa sangat pusing bahkan pandangan ku juga tiba-tiba menjadi buram,'' jawab William dengan memejamkan matanya karena dia benar-benar tidak bisa untuk melihat sekelilingnya yang terasa buram.
''Kau pasti kelelahan, bagaimana jika aku membantu kamu untuk masuk ke dalam kamar. Aku yakin kau tidak akan bisa pergi ke kamar sendirian,'' kata Callista lalu saat itu juga dia membantu William untuk berjalan masuk ke dalam kamarnya.
William hanya diam dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Callista karena saat ini keadaannya juga tidak bisa pergi ke kamarnya seorang diri. Callista tampak kesulitan saat dia membawa William untuk masuk ke dalam kamarnya dan setelah perjuangannya akhirnya Callista pun berhasil membawa William masuk ke dalam kamarnya.
''Huft, akhirnya aku berhasil juga membawa William masuk ke dalam kamar. Tidak ku sangka bahwa ternyata William berat juga tapi sekarang aku harus melakukan rencana selanjutnya,'' ucap Callista dengan menatap kearah William yang saat ini sudah tidak sadarkan diri.
Callista dengan cepat melakukan rencananya, dia mulai membuka semua baju William, Callista juga membuka bajunya dan dia biarkan baju itu berserakan di atas lantai agar terlihat bahwa mereka berdua sedang bercinta.
''Sekarang aku sudah membuka semua baju ku dan langkah selanjutnya adalah aku harus naik di atas ranjang dan tidur dengan nyenyak. Honey, Good Night, sampai jumpa besok pagi. Aku jadi tidak sabar saat melihat wajah terkejut kamu karena kita tidur dalam satu ranjang tanpa busana seperti ini. Aku yakin kau pasti akan sangat terkejut,'' ucap Callista dengan perasaan bahagia lalu dia pun menutup ke dua matanya dan mulai tertidur sambil memeluk William.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, saat ini Aira tampak terlihat begitu gelisah. Entah mengapa dia merasa bahwa sesuatu terjadi kepada William hanya saja saat ini dia tidak bisa pergi ke sana karena dia sudah berjanji kepada William bahwa dia akan tinggal di rumahnya selama satu malam. Aira tau bahwa ke dua orang tuanya berada di luar negeri, Aira yang sangat merindukan ke dua orang tuanya datang ke rumahnya untuk melepaskan rasa rindu yang saat ini dia rasakan padahal setiap hari Aira selalu menghubungi ke dua orang tuanya tapi rasanya Aira masih kurang dan dia pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya dan menginap di sini selama satu malam.
Saat ini Aira tampak tidak bisa memejamkan matanya, perasaannya sangat gelisah dan dia selalu terpikirkan dengan keadaan William.
''Ada apa dengan ku? Kenapa aku malah terus memikirkan tentang William atau jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi kepada William?'' gumam Aira dengan berfikir bahwa terjadi sesuatu kepada William.
''Tidak, tidak, itu tidak mungkin. Mas William memiliki begitu banyak anak buah dan aku yakin bahwa kemana pun Mas William pergi, dia pasti akan terus di ikuti oleh anak buahnya itu tapi kenapa aku malah terus memikirkan Mas William, atau aku telepon saja dia untuk memastikan bahwa memang tidak ada yang terjadi padanya tapi jika aku menelfon dia nanti dia malah berfikir bahwa aku rindu padanya. Akkh, ini benar-benar sangat menyebalkan!'' kata Aira sambil mengacak-acak rambutnya karena saat ini dia benar-benar sangat bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Aira sangat ingin menghubungi William hanya saja gengsi di dalam dirinya membuat Aira mengurungkan niatnya untuk menghubungi William.
Setelah beberapa menit ternyata Aira masih belum bisa tertidur dan dengan wajah kesalnya Aira bangun dengan berteriak.
''Akkkh Aira! Kenapa kamu malah tidak bisa tidur, kenapa kamu malah terus memikirkan Mas William? Dia baik-baik saja Aira dan tidak akan ada yang berani untuk menyakiti dia,'' kata Aira dengan nada kesalnya karena ternyata dia masih belum bisa memejamkan matanya.
Saat ini Aira mengambil air minum lalu dia pun melihat kearah handphone nya di dalam hati Aira, dia sangat ingin menghubungi William dan kini karena dirinya sudah tidak bisa menahan diri akhirnya Aira pun mengambil handphonenya.
''Aku tidak memiliki pilihan lain, jika aku belum melakukan apa yang dikatakan oleh hatiku maka aku tetap tidak akan bisa tertidur. Baiklah Aira, jika memang ini yang kau inginkan maka aku akan lakukan tapi setelah ini kau harus tidur,'' ucap Aira pada dirinya sendiri dan saat itu juga Aira pun menekan nomer William.
__ADS_1
Aira tampak terdiam sambil melihat handphone nya, Aira juga memikirkan alasan jika nantinya William bertanya tentang dirinya yang menelepon malam-malam seperti ini.
''Jika nanti Mas William bertanya padaku kenapa aku menelfon dia di jam seperti ini, aku katakan saja padanya bahwa aku meminta dia untuk tidak mematikan lampu kamar ku. Aku jadikan aja itu sebagai alasan agar Mas William tidak berfikir bahwa aku menelfon dia karena aku khawatir padanya, iya itu adalah ide yang bagus,'' gumam Aira dengan memikirkan cara bagaimana agar William tidak berfikir yang aneh-aneh tentang Aira.
Saat ini Aira masih menunggu bahwa William akan mengangkat telepon darinya tapi ternyata William tidak mengangkat teleponnya. Aira menatap heran kearah handphone nya yang ternyata William tidak mengangkat telepon darinya.
''Kenapa Mas William tidak mengangkat telepon dari ku? Atau jangan-jangan dia sudah tertidur?'' pikir Aira bahwa saat ini William sudah tertidur karena dia tidak mengangkat telepon darinya.
Aira mencoba menghubungi William untuk yang ke dua kalinya dan ternyata William kembali tidak mengangkat telepon darinya.
''Mungkin saat ini Mas William sedang tidur, dia pasti sangat lelah karena pekerjaannya. Sudahlah Aira, sebaiknya kau juga beristirahat,'' kata Aira dengan wajah sedihnya lalu dia pun berjalan ke atas ranjangnya.
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Aira sudah bersiap untuk kembali ke rumah William. Entah mengapa sejak tadi malam Aira sama sekali tidak bisa tidur dan sekarang dia pun langsung pergi untuk melihat keadaan William di rumahnya.
Setelah tiba Aira cukup merasa lega karena dia melihat mobil William dan dia pun berjalan masuk untuk mencari William. Aira melihat sekeliling rumah ini yang sangat sepi jadi Aira langsung berjalan masuk ke dalam kamar William dan betapa terkejutnya saat Aira melihat bagaimana saat ini keadaan William dengan Callista.
''M..Mas,'' suara lirih Aira dan tanpa dia bisa tahan air matanya jatuh membahasi pipinya.
__ADS_1