
Kini William tersenyum saat mengingat bagaimana tadi Aira mengatakan bahwa yang datang adalah kucing garong dan kucing garong itu adalah Callista.
''Haha, bagaimana Aira bisa mengatakan bahwa Callista adalah kucing garong,'' gumam William di dalam hatinya sambil menertawakan Callista.
Melihat William yang tertawa sendiri membuat Callista merasa kesal kepada William.
''William, kamu ngapain ketawa sendiri seperti itu? Jangan bilang bahwa kamu menertawakan aku karena aku di usir oleh wanita sialan itu!'' bentak Callista dengan memarahi William.
''Tidak tidak, bukan seperti itu Callista hanya saja tadi aku mendengar bahwa Aira mengatakan bahwa kau adalah kucing garong, jadi aku benar-benar tidak menahan untuk tertawa,'' jawab William dengan menjelaskan kepada Callista kenapa dia tertawa dan itu semakin membuat Callista marah kepada Aira karena dia berani mengatakan bahwa dirinya adalah kucing garong.
''Apah! Benar-benar wanita kurang ajar! Lihat saja bagaimana nanti aku akan memberikan pelajaran pada dia!'' ucap Callista dengan amarah di dalam hatinya.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Aira yang berada di rumahnya tengah menyiram tanaman di kebun yang berada di samping rumahnya. Aira sangat suka berkebun dan menanam begitu banyak aneka bunga dan saat Aira tengah menyiram tanaman tersebut tiba-tiba seseorang memanggil Aira dari belakang.
''Aira?'' panggil orang tersebut dan Aira pun langsung menatap kearah sumber suara tersebut dan betapa terkejutnya Aira saat dia melihat bahwa ternyata yang memanggil dirinya adalah Mommy William, ibu mertuanya.
''Mommy? Kapan Mommy datang?'' tanya Aira dan langsung menyalami tangan Ibu mertuanya.
Meskipun sebenarnya Aira tau bahwa Ibu mertuanya ini juga memiliki niat jahat padanya tapi dia berusaha untuk mengendalikan dirinya dan bersikap bahwa dia tidak tau tentang rencana mereka terhadap dirinya.
''Ah, maafkan aku Mom, aku benar-benar tidak tau jika Mommy akan datang ke sini jadi aku sama sekali tidak menyiapkan apapun dan tidak menyambut Mommy,'' kata Aira dengan tersenyum canggung kepada Ibu mertuanya.
''Tidak apa-apa, aku mengerti kok. Hanya saja aku merasa heran sama kamu, kenapa kamu tidak mau memiliki seorang pembantu padahal aku sangat yakin bahwa anak ku William sanggup membayar 10 pembantu sekaligus tapi kau malah memilih untuk bersusah payah untuk melakukan semua pekerjaan rumah ini seorang diri,'' ucap Mommy William dengan menyombongkan dirinya bahwa dia memiliki kekayaan yang sangat berlimpah bahkan bisa membayar 10 pembantu sekaligus.
__ADS_1
Aira tersenyum saat mendengar apa yang di katakan oleh Ibu mertuanya, dia tidak menyangka bahwa Ibu mertuanya ini sedikit sombongnya dengan membanggakannya kekayaannya yang hanya bersifat sementara ini.
''Mom, aku juga tau bahwa suamiku itu adalah lelaki yang sangat kaya dan aku juga tidak meragukan bahwa dia juga bisa membayar 10 pembantu bahkan lebih hanya saja aku tidak memiliki kesibukan apapun jadi dengan melakukan pekerjaan rumah maka membuat aku tidak bosan berada terus di rumah apalagi Suamiku tidak mengijinkan aku untuk pergi seorang diri,'' jawab Aira dengan menyombongkan hubungannya dengan walau sebenarnya hubungannya tidak seromantis itu.
Mommy William pun tersenyum saat mendengar apa yang dikatakan oleh William, dia tidak menyangka bahwa rencananya untuk menjadikan Aira untuk melahirkan anak sebagai pewaris keluarga Ribery akan segera terwujud melihat ekspresi Aira yang begitu mencintai William.
''Maka dari itu kau harus segera memberikan keturunan untuk William dan menjadikan anak itu sebagai ahli waris keluarga Ribery. Aku yakin setelah itu William akan semakin menyayangi kamu,'' sambung Mommy William dengan meminta Aira untuk segera hamil.
Aira tersenyum sinis saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu mertuanya itu.
''Hah! Semakin mencintai aku? Kau pikir aku tidak mengerti dengan niat jahat mu itu, jika aku hamil dan melahirkan anak dan di jadikan sebagai pewaris di keluarga kalian maka aku bukan akan semakin di sayang melainkan akan langsung di buang! Tapi sayangnya aku sama sekali tidak akan pernah memberikan apa yang kalian inginkan, camkan itu!'' ucap Aira di dalam hatinya dengan menatap tajam kearah Ibu mertuanya tersebut.
__ADS_1