Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 72


__ADS_3

Setelah bertengkar itu kini Aira pun memilih untuk tidur di sofa tersebut dan William tidur di atas ranjang. Meskipun William memaksa Aira untuk tidur di atas ranjang tapi Aira sama sekali menolak dan tetap tidur di atas ranjang.


Saat ini William pun bangun dari tidurnya dan menatap kearah Aira yang tertidur dengan pulas. William menatap samba membelai wajah Aira yang terlihat sangat cantik meskipun dia sedang tertidur.


''Aira, kenapa semua ini harus terjadi kepada kita berdua? Aku akui bahwa aku telah salah sangka terhadap kamu sehingga aku merebut kesucian kamu dengan paksa, aku sudah meragukan kesucian kamu padahal aku yakin bahwa kamu adalah wanita yang baik. Aira, aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan saat ini, aku selalu berfikir bahwa aku mungkin aku telah jatuh cinta padamu hanya saja aku takut bahwa semua ini hanya ilusi belaka dan akan mengecewakan kamu. Aku takut membuat kamu terluka lagi Aira tapi hal yang saat ini aku inginkan adalah, kamu selalu berada di sisi ku. Aku hanya menginginkan dirimu Aira dan kau adalah wanita pertama yang aku sentuh,'' ucap William dengan suara pelannya dengan membelai kepala Aira yang saat ini tengah tertidur lelap.


William terus menatap kearah Aira hingga dia mencium kening Aira dengan perasaan penuh ketenangan. Lalu setelah itu William pun membawa Aira untuk tidur di atas ranjang karena dia benar-benar tidak tega saat melihat bagaimana saat ini Aira yang tengah kesusahan dalam tidurnya.

__ADS_1


William menyelimuti tubuh Aira dan saat itu juga Aira tampak tertidur sangat pulas dan William tidur di samping Aira.


Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Aira mendengar suara adzan subuh dan dia mulai mengerjapkan matanya. Aira merasa bahwa ada sesuatu yang saat ini tengah menindih tubuhnya.


''Kenapa tubuh ku terasa sangat berat, seperti ada sesuatu yang menindihnya?'' gumam Aira saat dia masih belum sepenuhnya sadar bahwa dia tidur di atas ranjang.


''Ssuut, kamu jangan teriak Aira. Kamu mau Ayah sama Ibu dengar dan melihat kita berdua tidur di ranjang yang terpisah,'' ucap William sambil menatap kearah selimut Aira yang berada di sofa.

__ADS_1


Aira langsung terdiam dan melihat kearah selimutnya yang berada di sofa lalu setelah itu Aira pun melepaskan tangan William yang membungkam mulutnya.


''Lepaskan! Lagian apa yang telah kamu perbuat padaku sehingga aku bisa sampai di atas ranjang bersama dengan kamu? Kamu pasti sudah macam-macam sama aku ya? Dasar lelaki cabul!'' umpat Aira sambil memukul Aira yang saat ini sangat marah kepada William.


''Aira, tolong dengarkan aku dulu. Apa yang kamu pikirkan itu tidak benar, aku hanya tidak tega melihat kamu tidur di atas sofa jadi aku memindahkan kamu untuk tidur di atas ranjang bersama dengan ku dan aku juga tidak melakukan hal apapun padamu kok. Kau harus percaya padaku, Aira,'' kata William dengan berusaha untuk menjelaskan kepada Aira tentang apa yang sebenarnya terjadi tadi malam.


Mendengar perjalanan William, Aira pun melihat kearah tubuhnya yang masih terbungkus oleh pakaian yang dia pakai tadi malam dan juga tidak ada yang aneh dengan pakaiannya.

__ADS_1


''Aku tau, tapi tidak seharusnya kau seenaknya saja memindahkan tubuh ku ke ranjang!'' jawab Aira dengan menatap marah kearah William lalu dia pun pergi meninggalkan William yang diam mematung saat Aira memarahinya.


__ADS_2