Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 91


__ADS_3

Setelah mengatakan itu semua, Aira pun berjalan pergi untuk menghindari William tapi saat itu juga William mengejar Aira dan menahan tangannya agar tidak pergi.


''Aira, kamu jangan berkata seperti itu,'' kata William dengan menahan tangan Aira.


Saat ini William ingin menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya, dia ingin menjelaskan bahwa dia hanya mencintai Aira.


''Aira, aku mohon dengarkan aku dulu,'' pinta William dengan memohon kepada Aira untuk memberikan dia waktu menjelaskan semuanya.


Aira terdiam dengan mengambil nafas dalam, dia harus bersikap bahwa dia tidak tau apapun tentang apa yang terjadi kepada William dan juga Callista. Setelah itu Aira pun menoleh kebelakang menghadap kearah William.


''Ada apa, Mas? Kenapa kamu terlihat begitu merasa bersalah padaku? Apakah kau melakukan sebuah kesalahan?'' tanya Aira dengan menatap kearah William.


''Aira, sebenarnya aku-'' belum selesai William mengatakan tentang apa yang ingin dia katakan. Tiba-tiba Callista datang dengan menghampiri William yang saat ini tengah berbicara dengan Aira.


''Honey, kenapa kamu meninggalkan aku sendiri di kamar tadi? Kau tidak tau apa bahwa aku mencari keberadaan kamu?'' kata Callista dengan memeluk William dan nada manjanya.


Aira yang melihat sikap Callista benar-benar membuatnya sangat muak, ingin rasanya dia menampar wajah Callista yang begitu sangat membuat Aira muak.


''Callista, kenapa kamu turun ke bawah?'' tanya William dengan menatap kearah Callista yang saat ini bergelayut manja padanya.


''Tentu saja karena aku mencari kamu, Honey. Sebenarnya aku juga masih sangat ngantuk dan juga lelah karena tadi malam. Honey, aku benar-benar tidak bisa melupakan kejadian tadi malam yang sangat menggairahkan,'' kata Callista tanpa rasa malu mengungkapkan kejadian itu di depan Aira.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Callista, Aira hanya bisa menggenggam tangannya dengan erat menahan rasa emosi di dalam hatinya.

__ADS_1


''Callista, kamu ini bicara apa sih? Kamu tidak lihat bahwa ada Aira di sini,'' kata William dengan menegur sikap Callista yang mengumbar hal yang seharusnya tidak di bicarakan.


Callista pun menatap kearah Aira dengan tatapan pura-pura terkejut.


''Oh ya ampun, aku sampai lupa kalau ada kamu di sini, Aira. Maaf ya atas perkataan ku tadi, aku benar-benar tidak bisa menahan diriku saat aku mengingat kejadian tadi malam bersama dengan William, tadi malam benar-benar sangat menggairahkan sampai aku tidak bisa melupakannya,'' ujar Callista dengan semakin memprovokasi Aira agar Aira merasa cemburu padanya.


Aira menahan semua sekuat tenaganya, dia benar-benar tidak tahan lagi dengan apa yang dikatakan oleh Callista. Saat ini dia menatap tajam kearah Callista dan mengatakan hal yang begitu tajam juga.


''Oh tidak masalah, aku baik-baik saja kok. Lagian kalian berdua juga sepasang suami istri dan aku juga pernah apa yang di rasakan oleh Callista lagian aku wanita pertama yang William sentuh dan kamu baru mendapatkan bulan madu kalian di usia pernikahan 5 tahun. Wow, itu benar-benar hal yang menakjubkan bahkan aku yang baru menikah dengan Mas William sudah mendapatkan lebih dulu dari pada kamu, Call. Itu sungguh sangat menyedihkan,'' jawab Aira dengan mengejek Callista yang baru saja mendapatkan hubungan dengan William.


Callista benar-benar sangat marah saat dia mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, dia tidak menyangka bahwa William akan mengatakan tentang hal yang sebenarnya kepada Aira.


''Tutup mulut mu, Aira! Selama ini William tidak menyentuh ku karena keadaan ku bukan karena William tidak mau dengan ku,'' kata Callista dengan berusaha mencari alasan.


''Baguslah kalau kamu sadar dengan begitu aku tidak perlu lagi membuat kamu sadar akan posisi mu saat ini,'' jawab Callista dengan nada dinginnya.


''Aira tunggu aku! Kau mau pergi kemana?'' teriak William dengan berusaha untuk mengejar Aira tapi di tahan oleh Callista.


''Honey, sudah biarkan saja dia pergi. Mungkin saat ini dia sedang ada kepentingan, sebaiknya kita kembali saja ke kamar dan melanjutkan kegiatan kita seperti tadi malam,'' ucap Callista dengan menggoda William tapi William langsung menahan tangan Callista dan melepaskan pelukannya.


''Maaf Call, aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku pergi dulu,'' jawab William dan langsung pergi meninggalkan Callista.


''William, kau mau pergi kemana? Kenapa kamu malah meninggalkan aku?'' teriak Callista dengan berusaha untuk mengejar William tapi William langsung masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


''Sial! William benar-benar ya, masak dia menolak ajakan ku dan lebih memilih untuk pergi!'' kata Callista dengan nada marahnya saat melihat bagaimana sikap William padanya.


''Tapi tidak masalah karena sekarang William tidak akan pernah bisa kabur lagi dari ku, aku akan membuat dia menjadi milikku seutuhnya,'' sambung Callista dengan tersenyum bahagia lalu dia pun kembali masuk ke dalam rumahnya.


Sedangkan saat ini Aira menaiki sebuah taksi untuk pergi ke rumahnya, air matanya kini benar-benar sangat luruh. Aira sudah menahannya agar dia tidak menangis tapi apa daya dia juga wanita lemah yang bisa mengeluarkan air mata, dia juga bisa merasakan sakit yang teramat dalam saat melihat orang yang dia cintai bersama dengan wanita lain.


''Hentikan air mata mu ini Aira! Kau jangan bodoh dengan menangis lelaki seperti William, dia tidak pantas untuk kau tangisi, hiks hiks,'' kata Aira dengan memarahi kebodohannya sendiri yang masih menitikkan air matanya untuk William.


''Tidak, aku tidak bisa menahan rasa sakit di dalam hati ku, hiks hiks. Ya Allah, kenapa Engkau memberikan cobaan hidup yang begitu berat bagi hamba padahal hamba adalah wanita yang lemah, hiks hiks. Hamba tidak sekuat itu Ya Allah,'' tangis Aira dengan mengadu kepada sang Khaliq.


Setelah dirinya merasa tenang, saat ini Callista melihat sebuah taman hiburan yang berada di daerah sana. Aira pun meminta sang supir taksi untuk berhenti di sana.


Saat ini Aira berjalan menyusuri taman hiburan tersebut, ada begitu banyak permainan dan anak-anak yang bersama dengan keluarganya. Aira hanya bisa tersenyum saat melihat bagaimana wajah bahagia dari anak-anak tersebut yang masih terlihat polos.


''Dulu aku pernah memimpin momen ini saat aku masih remaja tapi ternyata keadaannya sekarang malah berbalik dengan apa yang pernah aku impikan,'' gumam Aira dengan suara pelan sambil menundukkan kepalanya menahan rasa sedih di dalam hatinya.


Saat dirinya tengah sendiri, tiba-tiba seseorang datang sambil menepuk pundaknya pelan.


''Aira?'' panggil orang tersebut.


Aira cukup terkejut saat mendengar nada suara yang tidak asing baginya.


''Mas Saif?'' jawab Aira dengan menatap kearah Saif yang saat ini berada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2