Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 119


__ADS_3

Saat ini William pun menaiki sebuah taksi untuk kembali menemui Aira, pikiran William kembali kacau. Dia tidak tau bagaimana nanti dia harus menjelaskan kepada Aira tentang kehamilan Callista.


''Ya Allah, bagaimana nanti aku harus menjelaskan semuanya kepada Aira, apakah dia akan memahami tentang keadaan ku saat ini. Aku harus meyakinkan Aira untuk bisa menerima Callista karena bagaimanapun juga saat ini Callista sedang hamil anak ku,'' gumam William sambil memegang kepalanya memikirkan tentang semua yang terjadi saat ini.


Setelah tiba di rumah Aira, William pun langsung masuk dan melihat Aira yang saat ini tengah duduk di ruang tamu dengan menatap kearah depan. William cukup terkejut saat dia melihat bagaimana saat ini kondisi Aira yang tampak terlihat shock.


William pun duduk menghampiri Aira dan memegang tangannya untuk membahas tentang masalah yang saat ini terjadi.


''Aira, Sayang,'' sapa William dengan suara lemah lembutnya berusaha untuk membujuk Aira.


Aira sama sekali tidak menjawab sapaan William, dia masih diam seribu bahasa bahkan saat ini Aira sama sekali enggan untuk melihat kearah William.


Melihat bagaimana reaksi Aira, kini William mengerti bahwa Aira benar-benar sangat terluka atas apa yang saat ini terjadi.

__ADS_1


''Aira, aku tau dengan apa yang aku lakukan padamu itu sangat menyakitkan bahkan kau pantas untuk membenciku. Kau pantas marah padaku, kau pantas melakukan apapun padaku. Lampiaskan semua amarah mu padaku, Aira tapi aku mohon padamu jangan pernah tinggalkan aku. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mu, aku sangat mencintai mu, Aira,'' ujar William dengan memohon kepada Aira bahwa jangan pernah meninggalkan dirinya.


William pun duduk di bawah sambil bersimpuh di kaki Aira, dia benar-benar sangat takut untuk kehilangan Aira.


''Aira, aku siap untuk menerima semua hinaan, amarah bahkan jika kau mau, kau bisa memukulku hingga kamu puas tapi aku mohon padamu jangan pernah tinggalkan aku,'' sambung William dengan menitikkan air matanya karena baru kali ini dia benar-benar sangat takut untuk kehilangan seorang wanita.


Mendengar apa yang dikatakan oleh William, Aira juga menitikkan air matanya karena sungguh saat ini hatinya benar-benar sangat terluka meskipun sebenarnya saat ini Daddy nya masih berusaha untuk menyelidiki tentang kebenaran yang terjadi.


''Mas, apakah jika aku memukul, memarahi kamu, melampiaskan semua kekesalan ku padamu semua masalah ini akan selesai? Apakah kamu bisa merubah takdir ini?'' tanya Aira sambil menatap tajam kearah William.


Mendengar pertanyaan Aira, William benar-benar tidak bisa menjawab semuanya bahkan saat ini dirinya terlihat sangat gugup.


''Emm, Aira mungkin aku tidak bisa merubah takdir yang terjadi saat ini tapi aku akan berusaha untuk memperbaiki takdir kita berdua,''

__ADS_1


''Memperbaiki takdir kita berdua? Lalu bagaimana dengan Callista? Bukankah saat ini dia sedang hamil anak mu, Mas?'' ucap Aira dengan amarah di dalam hatinya saat mendengar jawaban William yang tidak masuk akal tersebut.


''Aira, aku benar-benar tidak tau bagaimana harus mengambil keputusan tapi untuk saat ini Callista memang sedang hamil anakku tapi aku juga tidak mau kehilangan kamu. Aku benar-benar sangat mencintai kamu tapi di satu sisi aku juga tidak bisa meninggalkan Callista karena dia sedang hamil anakku. Aira, aku mohon padamu untuk mengerti tentang keadaan ku saat ini,'' pinta William kepada Aira untuk mengerti dengan keadaannya saat ini.


Aira tersenyum pahit saat mendengar bagaimana permintaan William padanya bahkan dia ingin di mengerti sedangkan dirinya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang saat ini dia rasakan.


''Kau benar-benar egois, Mas! Kau mau aku untuk mengerti tentang keadaan mu sekarang sedangkan kamu sama sekali tidak mau mengerti tentang perasaan ku. Seorang lelaki memang di perbolehkan untuk memiliki istri lebih dari satu tapi jika salah satu istrinya ikhlas menerima untuk di madu, Mas sedangkan aku? Aku sama sekali tidak ingin berbagi suami dengan wanita manapun!'' ucap Aira dengan amarah yang membara.


Saat pertengkaran keduanya tengah terjadi, tiba-tiba handphone milik William berdering dan si penelepon itu adalah Callista. William pun mengangkat telepon dari Callista dan Callista meminta William untuk segera kembali dengan alasan bahwa kehamilannya bermasalah.


''Aira, maaf aku harus segera. Saat ini tengah terjadi masalah pada kehamilan Callista, kita akan membicarakan masalah ini di lain waktu,'' kata William dengan berpamitan kepada Aira.


Dan saat itu juga William pun pergi meninggalkan Aira yang saat ini tengah berderai air mata.

__ADS_1


__ADS_2