
Hari demi hari berjalan begitu cepat, saat ini telah tiba hari dimana Aira dan juga William menikah. Setelah ijab qobul selesai, kini mereka berdua pun langsung masuk ke sebuah hotel yang sudah di persiapkan untuk mereka berdua untuk melakukan malam pertama mereka berdua.
Aira yang baru masuk ke dalam kamar hotel itu pun cukup terkejut karena kamar itu benar-benar sangat romantis. Begitu banyak lilin di setiap ruangan itu, bunga-bunga bertaburan dengan membuat kesan romantis bahkan aroma dari kamar itu yang tercium sangat wangi.
''Mas, kamu yang menyiapkan semua ini?'' tanya Aira dengan ekspresi wajah tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
''Iya Sayang, apakah kamu suka?'' William memegang wajah sang Istri dengan begitu sangat mesra.
''Aku suka banget, Mas. Terima kasih banyak,'' Aira langsung memeluk William dengan penuh cinta.
Kini William pun menggendong tubuh Aira dan menaruhnya di atas ranjang, William menatap wajah sang Istri dengan tatapan penuh cinta. William tidak menyangka bahwa dia akan memiliki Aira sebagai istrinya.
''Sayang, bolehkah aku meminta hak ku sekarang padamu?'' tanya William sambil menatap kearah wajah istrinya yang saat ini berada di bawahnya.
__ADS_1
''Lakukanlah Mas, karena bagaimanapun juga itu sudah menjadi hak kamu. Aku kini adalah istri kamu dan semua yang ada di dalam diri aku sudah seharusnya menjadi milik kamu.'' Aira tampak begitu terlihat sangat bahagia karena perlakuan William yang sangat lembut padanya.
''Tapi sebelum itu, aku mau membersihkan tubuh aku dulu. Lagian aku juga masih memakai baju pengantin, kamu mau kan Mas menunggu aku sebentar saja.'' pinta Aira kepada William yang saat ini terlihat tidak sabar untuk melakukan malam pertamanya dengan Aira.
''Baiklah Sayang, aku akan menunggu kamu.'' William pun berdiri dari atas tubuh Aira dan kini Aira pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan membuka gaun pengantinnya.
Saat Aira tengah membersihkan dirinya, tiba-tiba dia melupakan sesuatu yang seharusnya dia bawa. Aira melupakan baju gantinya jadi dia pun kembali keluar untuk mengambil bajunya tersebut.
Aira mencari keberadaan William yang ternyata tidak ada di kamarnya.
Saat ini William tengah berbicara dengan Mommy yang masih berada di luar negeri, dan keluarga William memang tidak hadir dalam acara pernikahan mereka berdua karena ada urusan yang harus dilakukan oleh keluarga William.
''William ingat pesan Mommy agar kau segera membuat wanita itu hamil dan setelah itu kau harus menceraikan dia dan merawat anak mu dengan Callista. Jika saja keadaan Callista sedang tidak sakit, Mommy juga tidak akan setuju kau menikah dengan wanita itu apalagi dia berasal dari keluarga miskin!'' maki Mommy William yang saat ini berbicara di telepon.
__ADS_1
Deg!
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Aira benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan mendengar semua ini di malam pertama pernikahan mereka berdua.
''Mom, saat ini aku sedang berusaha dan William mohon untuk jangan mengganggu William dulu. Bagaimana jika nanti Aira malah curiga sama William, sekarang adalah malam pertama kami berdua dan William akan segera melakukannya kepada Aira, jadi Mommy bersabarlah,'' jawab William dengan perasaan kesalnya kepada Mommy nya karena dia terus mengubungi William.
''Baiklah, kau harus bisa melakukannya sekarang juga. Jika urusan di sini sudah selesai maka kami semua akan datang ke sana untuk bertemu dengan kalian berdua. Sudahlah sekarang kamu harus masuk ke dalam kamar kamu dan lakukan apa yang seharusnya kau lakukan!'' Mommy William pun langsung mengakhiri panggilannya.
Sedangkan saat ini tubuh Aira bergetar hebat dengan kenyataan yang harus dia terima, Aira tidak menyangka bahwa ternyata William menikahi dia ada niat lain. William hanya menginginkan anak darinya dan setelah itu dia akan meninggalkan Aira.
''Mas, hiks hiks. Ternyata kau menikahi aku hanya karena kau menginginkan seorang anak,'' tubuh Aira bergetar saking dia tidak percaya dengan apa yang tadi dia dengar.
Aira pun langsung masuk kembali ke kamar mandi saat William berjalan masuk ke dalam kamarnya. Kini Aira menahan tangisannya agar tidak di dengar oleh William, amarah di dalam hati Aira membuncah karena mengetahui seperti apa sebenarnya Lelaki yang telah menikahi dirinya.
__ADS_1
''Lelaki di dunia ini memang tidak ada yang tulus mencintai wanita yang memiliki kekurangan, kau sama saja dengan Saif, kalian berdua sama-sama berengsek! Tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam. Jika dulu kalian lah yang sering membuat aku menangis, tapi kini aku ingin kalian juga mengerti apa yang sebenarnya dirasakan oleh orang yang telah kalian sakiti. Kalian akan melihat saat kalian semua terjebak di dalam permainan kalian sendiri!'' Aira tampak menatap tajam dengan penuh amarah di dalam hatinya saat dia mengetahui niat busuk William padanya.