Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 71


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, Ayah Aira benar-benar merasa sangat bersalah karena menyembunyikan masalah ini padanya.


''Ayah, Aira tidak ingin sesuatu terjadi kepada Ayah jadi Aira mengharapkan bahwa Ayah tidak menyembunyikan masalah apapun kepada Aira apalagi tentang kesehatan, Ayah. Kalian berdua adalah harta yang Aira miliki dan Aira tidak mau kehilangan kalian berdua, hiks hiks,'' tangis Aira dengan memeluk sang Ayah yang kini juga memeluk dirinya


''Maafkan Ayah, Aira,'' jawab Ayah Aira dengan perasaan bersalah kepada anaknya.


Melihat pemandangan di depannya, entah mengapa hati William merasa begitu sangat teriris karena ternyata Aira memang adalah anak yang baik.


''Ayah, Ibu. Kalian berdua tidak perlu khawatir, saya akan memberikan biaya pengobatan untuk Ayah keluar negeri bahkan saya yang akan membiayai semua biaya pengobatan sampai Ayah sembuh,'' kata William dengan membuat kedua orang tua Aira terkejut dengan apa yang dikatakan oleh William.


''Nak, apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan?'' tanya Ayah Aira dengan wajah terkejutnya.

__ADS_1


''Tentu saja, Ayah karena bagaimanapun juga Ayah adalah Ayah mertua saya dan saya sudah menganggap Ayah seperti Ayah kandung saya jadi apapun yang terjadi pada Ayah dan juga Ibu itu sudah menjadi tanggung jawab saya,'' jawab William dengan perasaan yang tulus bahwa dia ingin membantu keluarga Aira.


Ibu Aira pun langsung menatap kearah Aira yang saat ini berada di sampingnya.


''Aira, kau sangat beruntung memiliki suami seperti Nak William karena dia adalah lelaki yang sangat baik dan juga penuh perhatian kepada kita berdua, Aira,'' kata Ibu Aira dengan memegang wajah sang anak yang saat ini hanya menundukkan kepalanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ibunya.


Aira menundukkan kepalanya karena dia benar-benar sangat malu saat Ibu nya mengatakan bahwa William adalah lelaki yang sangat baik tapi ternyata dia hanya lelaki yang selalu mengambil keuntungan dari keluarganya dan juga dirinya.


''Ibu dan Ayah istirahat dulu saja. Aku dan Mas William akan kembali ke kamar dan mungkin besok kita akan kembali ke rumah,'' jawab Aira dengan mengalihkan pembicaraannya karena dia tidak ingin membahas masalah tentang William.


Saat ini William pun berada di kamar Aira, dia melihat sekeliling tempat itu yang sangat sempit bagi William.

__ADS_1


''Aku tau apa yang kau pikirkan, kau pasti berfikir bahwa kamar ku ini sangat sempit bukan dan mungkin kamar mandi mu saja lebih luas dari kamar ku,'' kata Aira dengan menyiapkan tempat tidur untuk William.


''Tidak, aku tidak berfikir seperti itu. Aku hanya merasa bahwa kamar kamu ini cukup unik itu saja,'' jawab William dengan memberikan alasan kepada Aira.


Aira hanya diam sambil menatap jenuh kearah William yang saat ini sangat pintar membual.


''Sekarang kau tidur di atas ranjang dan aku akan tidur di sofa itu. Aku tau bahwa kau adalah lelaki kaya raya yang bahkan tidak terbiasa tidur di tempat sempit seperti itu tapi kau tidak memiliki pilihan lain atau kau lebih memilih untuk tidur di hotel saja,''


''Tidak Aira, aku sama sekali tidak keberatan untuk tidur di sini hanya saja kenapa kamu harus tidur di atas sofa, kenapa kamu tidak tidur satu ranjang dengan ku?'' kata William dengan meminta Aira untuk tidur satu ranjang dengan dirinya.


''Kau pikir aku bodoh, Hah! Kau mau aku tidur satu ranjang dengan kamu dan kamu akan kembali memperkosa aku. Kau benar-benar lelaki tidak tau malu!'' maki Aira sambil memukul William menggunakan bantal.

__ADS_1


''Hey, tidak Aira. Aku tidak akan melakukan apapun, aku berjanji,''


''Dasar kau Lelaki berengsek!'' Aira terus memukul William yang membuat dirinya marah atas apa yang dikatakan oleh William padanya.


__ADS_2