
Malam hari pun kembali menyapa, saat ini William pun kembali ke rumah nya dimana Aira berada.
''Assalamualaikum,'' ucap William dengan mengatakan salam dan Aira yang berada di ruang tamu pun langsung menghampiri William yang saat ini baru datang bekerja.
''Waalaikumsallam. Mas, kok kamu pulang nya agar larut malam sih?'' tanya Aira dengan berbasa basi kepada William.
''Iya Sayang, aku memiliki pekerjaan yang harus aku selesaikan. Oh ya, kamu sudah pergi ke rumah orang tua kamu?'' tanya William kepada Aira karena kemaren malam Aira sudah meminta ijin untuk pergi ke rumah orang tuanya.
''Sudah Mas, aku sudah bertemu dengan ke dua orang tuaku.''
__ADS_1
''Bagaimana kabar mereka berdua? Maafkan aku ya Sayang, aku benar-benar sangat sibuk dan tidak bisa menemani kamu untuk bertemu ke dua orang tua mu.'' William tampak merasa sangat bersalah kepada Aira karena tidak bisa menemaninya.
''Sudahlah Mas, tidak apa apa kok. Lagian ke mereka berdua juga baik-baik saja, aku datang karena aku merasa rindu kepada mereka berdua.'' Aira pun tersenyum kepada William dan tidak mempermasalahkan tentang dirinya yang tidak bisa menemani Aira untuk pergi ke rumah orang tuanya.
''Baiklah Sayang, oh ya kapan kamu akan selesai datang bulannya? Aku benar-benar tidak sabar menantikan malam pertama kita,'' bisik William di telinga Aira dengan nada mesranya dan membantu Aira merinding karena perkataan William padanya.
William kembali merasa aneh dengan sikap Aira yang seperti tidak ingin untuk dirinya dekat dengannya tapi William yang merasa lelah pun tidak lagi memikirkan hal itu karena saat ini benar-benar sangat lelah dan ingin segera untuk beristirahat.
''Ya udah kalau gitu, aku istirahat dulu ya.'' William mencium kening Aira dan dia pun langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Saat ini Aira hanya bisa menatap kepergian William, dia harus memikirkan cara bagaimana agar membuat William tidak menyentuh dirinya. Aira tau bahwa dia tidak bisa menghindari masalah ini dan Aira harus mencari cara agar dia memiliki alasan untuk menolak William.
''Aku harus segera mencari cara agar aku bisa memiliki alasan untuk menolak William. Aku tidak bisa terus menghindar karena William pasti akan curiga padaku.'' Aira pun tampak terlihat panik karena suatu hari nanti dia memang benar-benar tidak bisa menghindari William dan Aira harus memiliki alasan untuk menolak William.
Pagi hari pun kembali menyapa, setelah menyiapkan sarapan untuk William kini Aira sedang mengambil baju kotor di kamar William. Aira ingin mencuci baju itu dan saat Aira memegang baju William, dia mencium bau parfum seorang wanita. Aira pun merasa curiga dan kembali memastikannya dengan mencium baju William lebih dekat dan ternyata benar bahwa baju William ada parfum wanita.
''Ternyata Mas William sudah bertemu dengan istrinya jadi sekarang tinggal aku melakukan rencana ku untuk bertemu dengan istri Mas William.'' Aira tampak menatap kearah depan dengan tatapan marah dan kini sudah saatnya dia melakukan apa yang telah dia rencanakan.
Sedangkan di tempat lain, saat Callista dengan sengaja datang ke perusahaan William. Dia berpura-pura menjadi tamu William karena memang tidak ada satu pun orang yang tau bahwa William sudah menikah dengan Callista. Callista memang sengaja meminta William untuk menyembunyikan pernikahannya ini karena dia tidak mau pekerjaannya sebagai model menjadi terhalang karena dia sudah menikah jadi Callista meminta kepada William untuk menyembunyikan pernikahannya.
__ADS_1