Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 102


__ADS_3

Saat ini William sedang menunggu angkot untuk memulai mencari pekerjaan. Sebenarnya William tidak yakin bahwa apa yang saat ini dia sedang mencari pekerjaan karena selama ini William lah yang selalu memberikan pekerjaan kepada orang lain.


''Huft, baiklah William. Ingat sekarang kau bukan lagi seorang bos yang bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, kau bukan lagi seorang Tuan Muda yang dengan mudahnya memerintahkan kepada bawahan mu, kau sekarang adalah seorang yang sedang membutuhkan pekerjaan bukan kau yang memberikan pekerjaan jadi bersikap lah seperti seorang karyawan atau kau sama sekali tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan karena sikap Bos mu ini,'' gumam William dengan menyemangati dirinya sendiri agar dia bisa bersikap seperti orang biasa.


Saat ini William pun mulai berjalan mengikuti beberapa orang yang sedang menunggu angkutan umum. Untuk menghemat uang nya, William harus bisa belajar mengatur uang nya dengan baik sebelum dia mendapatkan pekerjaan karena dia tidak akan tau berapa lama dia akan menganggur seperti ini jadi untuk menghemat biaya hidupnya jadi William menaiki angkutan umum untuk mencari pekerjaan.


William tampak kebingungan saat melihat semua orang yang saat ini tengah berkerumun dan berdesakan dengannya untuk mencari tempat di dalam angkutan tersebut.


''Eh, kenapa orang-orang ini pada rebutan seperti ini sih? Mana mereka juga saling dorong lagi,'' gumam William dengan wajah risih nya saat melihat semua orang secara berebutan menaiki angkutan umum tersebut.

__ADS_1


Dan saat William ingin masuk ke dalam angkutan tersebut tiba-tiba dia melihat bahwa angkutan umum tersebut sudah penuh.


''Apa? Sudah penuh?'' kata William dengan wajah terkejutnya saat melihat angkutan tersebut sudah penuh.


Semua orang tampak acuh tak acuh dengan William yang sama sekali tidak menemukan tempat duduk dan saat William ingin menerobos untuk masuk. Tiba-tiba seorang bapak-bapak mendorong tubuh William agar keluar karena angkutan ini sudah penuh.


''Hey! Kau tidak lihat ya bahwa angkutan ini sudah penuh. Cari angkutan lain saja, dasar kau!'' maki bapak-bapak tersebut kepada William yang ingin masuk ke dalam angkutan tersebut.


''Kau pikir cuma kamu saja yang terburu-buru, kami semua juga sama. Sudahlah dari pada ngeladenin kamu nanti yang ada saya juga terlambat lagi. Pak, ayo jalan!'' kata si bapak-bapak tersebut dengan meminta sang supir angkot untuk berangkat dan meninggalkan William.

__ADS_1


William masih berusaha mengejar tapi percuma saja karena angkutan umum tersebut jauh lebih cepat dari langkah dia.


''Hey, Tunggu saya!'' teriak William dengan berlari berusaha untuk mengejar angkutan umum tersebut.


Saat ini William hanya bisa pasrah dan berusaha untuk mencari kendaraan lain untuk dia pergi mencari pekerjaan. William yang saat itu tengah berlari pun melihat kearah samping dan tak sengaja dia melihat pangkalan ojek, William langsung bergegas pergi ke sana untuk meminta antar ke tempat yang dimana tujuannya.


''Alhamdulillah, untung ada pangkalan ojek,'' ucap William dengan perasaan bahagia saat melihat pangkalan ojek tersebut.


Setelah meminta antar oleh tukang ojek, saat ini William masuk ke sebuah perusahaan yang tengah membutuhkan seorang karyawan. William masuk dengan tersenyum kepada semua karyawan yang berada di sana tapi semua karyawan cukup terkejut saat melihat kehadiran William. Mereka berfikir bahwa itu adalah Bos mereka yang saat ini akan datang berkunjung.

__ADS_1


''Tuan, Tuan sudah tiba. Mari ikut saya, Tuan,'' kata si karyawan tersebut dengan wajah pucat nya karena dia merasa takut dengan kehadiran Bos mereka.


Sebenarnya perusahaan tersebut sama sekali belum melihat wajah Bos mereka dan mereka mengira bahwa William adalah Bos dari mereka.


__ADS_2