
Saat ini Aira dan juga William pun telah tiba di rumah ke dua orang tua Aira dan kini William tampak menatap kearah sang istri yang terlihat seperti tidak terjadi sesuatu.
''Ayo Mas, kita masuk ke dalam dan Mas langsung istirahat saja ya,'' ajak Aira kepada William yang saat ini berdiri di depan pintu rumah Aira.
''Iya Sayang,'' jawab William dan dia pun masuk ke dalam rumah Aira.
Kini William langsung duduk dengan wajah sedihnya, dia seperti sangat merasa bersalah kepada Aira karena telah membuat dia berada x dalam kesusahan seperti ini. Sekarang William tidak tau lagi bagaimana caranya dia untuk membahagiakan Aira bahkan saat ini dia pun tidak memiliki pekerjaan yang menjanjikan, saat ini William menjadi seorang pengangguran dan uang pun hanya memiliki satu juta.
William tau bahwa uang itu masih cukup untuk membiayai kehidupan dia selama beberapa Minggu tapi melihat bagaimana saat ini keadaan mereka berdua. William sama sekali tidak ingin membuat istrinya kesusahan, William ingin membuat Aira bahagia dengan keadaan yang cukup.
''Aku harus segera mencari pekerjaan untuk membiayai kehidupan kami kemudian, aku tau saat ini pasti Mommy akan melakukan segala cara agar aku tidak mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan besar meskipun aku memiliki kemampuan yang cukup bagus. Mommy pasti akan melakukan segala cara untuk membuat hidup ku dan juga Aira menjadi kesusahan jadi aku harus mencari pekerjaan yang sekiranya Mommy tidak akan pernah mengganggu nya,'' gumam William di dalam hatinya dengan memikirkan masalah pekerjaan.
Saat ini Aira membawakan minuman untuk William lalu saat itu juga Aira pun duduk di samping William.
__ADS_1
''Mas, air nya minum dulu,'' kata Aira dengan menyuguhkan minuman kepada William.
William yang saat ini sedang melamun pun sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aira. Dia masih memikirkan tentang bagaimana caranya dia bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya.
''Aku juga tidak bisa melihat Aira berada di dalam kesusahan dan membebani dia karena aku tidak memiliki pekerjaan,'' kata William dengan berfikir keras dan mengabaikan Aira yang saat ini tengah memanggil dirinya.
''Mas,'' panggil Aira tapi William masih diam dan tidak menjawab panggilan Aira.
Melihat William yang melamun, Aira pun menepuk pundak William pelan agar dia tersadar dari lamunannya.
''Ah tidak, aku hanya memikirkan tentang bagaimana kita akan melanjutkan kehidupan kita nanti, Sayang. Kau tau kan bahwa saat ini aku tidak memiliki harta apapun dan mungkin untuk mencari pekerjaan pun aku akan kesusahan karena mungkin saat ini Mommy sedang merencanakan sesuatu agar aku tidak mendapatkan pekerjaan. Aku sangat mengerti dengan bagaimana sikap Mommy, dia pasti akan berusaha untuk mempersulit ku dan membuat aku untuk kembali pada keluarga Ribery. Sayang, aku tidak masalah jika Mommy mempersulit ku hanya saja aku takut bahwa Mommy akan mempersulit kamu. Aku takut jika nantinya Mommy akan membuat kamu menderita hidup dengan ku,'' ucap William dengan mengatakan apa yang saat ini menjadi beban di dalam pikirannya bahwa yang dia khawatirkan adalah Aira.
''Aku sudah tidak memiliki harta apapun yang bisa menjamin kehidupan kita berdua dan aku takut jika nanti Mommy meminta kamu untuk pergi meninggalkan aku karena aku sekarang menjadi orang miskin. Sayang, aku mohon padamu jangan pernah tinggalkan aku, aku berjanji padamu bahwa aku akan berusaha untuk membuat mu bahagia dan semua kebutuhan mu tercukupi. Aku akan melakukan apapun agar bisa membuat kamu berada di sisi ku tapi ku mohon jangan pernah tinggalkan aku, Sayang,'' pinta William dengan memohon kepada Aira agar dia tidak akan pernah meninggalkan dia meskipun saat ini keadaannya tidak memiliki harta.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh William, entah mengapa hati Aira sedikit sedih karena William berfikir bahwa dia menikah dengan dirinya karena sebuah harta dan kali ini Aira akan menjelaskan semuanya kepada William tentang perasaannya.
''Mas, aku tau apa yang sebenarnya kamu khawatirkan. Mungkin kamu berfikir bahwa aku menikah dengan kamu karena sebuah harta tapi semua itu salah, Mas. Aku menikah sama kamu karena aku benar-benar mencintai kamu bukan karena harta kamu jadi meskipun saat ini kamu sudah tidak memiliki harta apapun aku tidak peduli. Kita bisa berjuang bersama untuk mendapatkan harta tapi hal yang paling bagi ku dalam sebuah rumah tangga adalah kita berdua harus saling jujur, percaya dan saling mendukung jika itu suatu yang positif. Mas, harta mungkin bisa membahagiakan kita untuk sementara tapi keharmonisan dalam rumah tangga akan membahagiakan kita selamanya. Apa gunanya harta jika kita berada dalam rumah tangga yang tidak baik-baik saja jadi aku lebih suka hidup sederhana dengan kebutuhan yang tercukupi dan hidup bahagia bersama kamu, Mas,'' jawab Aira dengan memeluk lengan William dan mengatakan bahwa dirinya sudah cukup bahagia saat bersama dengan William.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, hati William menjadi tenang. Dia tidak menyangka bahwa Aira adalah wanita yang sangat baik, dia mau menerima keadaan William seperti sekarang ini tanpa mengeluh dan mendengar apa yang dikatakan oleh Aira bahwa dia ingin bahagia bersama dengannya membuat William semakin merasa sangat bahagia karena ternyata Aira masih mencintai dirinya meskipun dia sudah pernah membuat Aira terluka.
William langsung memeluk Aira dengan mencium keningnya, William berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga Aira sampai maut memisahkan raganya. William akan berusaha membuat Aira bahagia dengan hidup bersama dengan dirinya.
''Sayang, kau tau bahwa aku merasa jika aku adalah lelaki yang paling beruntung di dunia ini karena memiliki istri seperti kamu. Aku tidak tau lagi bagaimana caranya aku merasakan rasa syukur ku ini karena Allah telah mengirimkan wanita Sholehah seperti kamu padaku. Kau adalah salah satu wanita yang sangat baik yang mau menerima kekurangan suami mu ini, Sayang dan aku benar-benar akan menjaga dan juga berusaha untuk membahagiakan kamu meskipun keadaan kita pas-pasan seperti ini. Terima kasih banyak Sayang karena kamu sudah mau bersama ku di keadaan ku yang seperti ini,'' ujar William dengan penuh rasa syukur karena memiliki istri seperti Aira.
Selama beberapa tahun dia bersama dengan Callista yang sering dilakukan oleh Callista hanya menghambur-hamburkan uangnya. Callista sangat suka berbelanja barang-barang mahal bahkan Callista sama sekali tidak pernah memikirkan dirinya yang bekerja keras untuk menghasilkan uang tapi selama beberapa bulan ini William tinggal bersama dengan Aira. William sama sekali belum pernah mendengar Aira meminta sesuatu darinya dan Aira bahkan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Sungguh saat ini William benar-benar mendapatkan sebuah permata yang sangat berharga.
Dan tiba-tiba William teringat akan Saif yang meninggalkan Aira dan menuduh dia melakukan sesuatu dengan orang lain sehingga dia meragukan kesuciannya tapi William mengetahui semuanya dan apa yang dikatakan oleh Aira kepada Saif itu benar hanya saja Saif yang terlalu bodoh karena tidak mempercayai orang yang dia cintai.
__ADS_1
''Saif, kau adalah lelaki yang sangat bodoh yang membuang sebuah permata indah seperti Aira hanya karena fitnah yang mengatakan bahwa Aira telah tidur bersama dengan orang lain. Kau meragukan kesucian Aira dan kini aku sudah mendapatkan cinta dan kesucian Aira. Aku akan menjaga dia dengan segenap hati ku, aku tidak akan pernah menjadi lelaki bodoh seperti mu, Saif,'' gumam William di dalam hatinya sambil memeluk Aira dengan perasaan bahagia.