Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 90


__ADS_3

Aira mata Aira jatuh tanpa bisa ia tahan tapi secepatnya Aira menghapus air matanya dan berjalan pergi dari kamar William. Aira berlari menuju ke kamarnya, dia menangis sejadi-jadinya mengeluarkan rasa sakit di dalam hatinya saat melihat bagaimana mereka berdua yang tidur bersama bahkan tanpa sehelai benang pun yang melekat pada tubuh mereka berdua. Aira yang melihat dengan ke dua matanya sudah mengira bahwa mereka berdua telah melakukan hubungan suami-istri dan entah mengapa itu semua membuat hati Aira sangat sakit.


''Hiks hiks, bodoh kau Aira! Untuk apa kau menangis saat melihat mereka berdua tidur bersama seperti itu. Mereka berdua sudah sah menjadi suami istri dan memang seharusnya mereka berdua melakukan hubungan itu lalu kenapa kau malah menangis dengan perasaan terluka seperti ini, kenapa Aira?'' tangis Aira sambil memukul dadanya yang terasa sesak saat dia mengingat kejadian yang baru saja dia lihat.


Aira berjalan masuk ke kamar mandi dan meluapkan semua rasa luka di dalam hatinya.


''Ya Allah, kenapa hidup ku selalu seperti ini? Aku berharap bahwa aku tidak akan pernah gagal untuk yang ke dua kalinya dalam sebuah pernikahan tapi ternyata aku salah, aku malah lebih menderita dari pernikahan ku yang pertama. Ya Allah, apakah tidak ada lelaki yang benar-benar mencintai ku dengan tulus? Apakah di dunia ini lelaki seperti itu semua yang hanya mengambil keuntungan dari wanita, hiks hiks. Aku tidak bisa membohongi perasaanku pada Mu karena hanya Engkau lah yang mengetahui tentang apa yang hamba rasakan. Hamba mencintai Mas William, hamba juga berusaha untuk melupakan dia tapi kenapa rasa cinta ini semakin hari semakin membuat hamba terus mencintai nya hingga membuat hamba terluka seperti ini, hiks hiks,'' tangis Aira dengan meluapkan semua yang dia rasakan saat ini.


''Aku bodoh Ya Allah karena masih mengharapkan bahwa Mas William benar-benar mencintai ku dan akan melepaskan Callista tapi sekarang aku sangat sadar bahwa dia tidak benar-benar mencintai ku,'' ujar Aira dengan memejamkan matanya dan air mata itu terus menetes tanpa bisa dia cegah.


Sedangkan di tempat lain, saat ini William mulai membuka ke dua matanya karena sinar matahari yang menyilaukan matanya. William merasa bahwa ada yang aneh dengan dirinya dan saat melihat ke sampingnya William cukup terkejut saat melihat Callista yang berada di sampingnya yang tidur bersamanya.


''Callista? Apa yang kau lakukan di sini?'' tanya William dengan wajah terkejutnya sambil melihat kearah Callista.


Callista bergumam pelan lalu kembali memeluk William.


''Honey, aku berada di sini karena kau yang memintanya. Aku benar-benar sangat lelah tadi malam kita sudah menghabiskan waktu untuk bercinta jadi biarkan aku beristirahat sebentar,'' jawab Callista tanpa membuka ke dua matanya.


William berusaha mengingat tentang kejadian semalam tapi dia sama sekali tidak mengingat apapun.

__ADS_1


''Aakkh sial! Aku sama sekali tidak mengingat apapun tentang kejadian tadi malam,'' gumam William di dalam hatinya dengan perasaan kesal.


William pun langsung turun dari atas ranjang dan membersihkan tubuhnya, di dalam kamar mandi William terus mengutuk dirinya karena menyentuh Callista.


''Bodoh, bodoh, bodoh! Bagaimana bisa kau malah tidur bersama dengan Callista William! Kau tau bukan bahwa kau hanya mencintai Aira dan sekarang apa yang harus kau katakan kepada Aira bahwa kau sudah tidur bersama dengan Callista. Aira pasti akan sangat kecewa pada mu karena kau telah berbohong pada nya, aaakhh!'' teriak William dengan mengacak-acak rambutnya dan memukul tembok kamar mandinya.


Sedangkan saat ini Callista tampak tersenyum lebar saat rencananya akhirnya berhasil.


''Yes! Akhirnya rencana ku berjalan dengan lancar, William sudah masuk ke dalam perangkap ku dan sekarang aku tidak mengambil hasil dari perangkap ku,'' kata Callista dengan senyuman puas saat apa yang dia rencanakan berjalan dengan lancar.


Kini William pun berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum tapi tanpa dia duga dia melihat sosok wanita yang membuat dia merasa sangat bersalah kepadanya, siapa lagi jika bukan Aira.


Saat ini Aira sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan dia berusaha untuk bersikap tegar meskipun sebenarnya saat ini hatinya sedang tidak karuan. Aira saat ini berpura-pura bahwa dia tidak mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada William dan juga Callista bahkan saat ini Aira tau bahwa William ada di belakangnya hanya saja dia masih berpura-pura tidak menyadari keberadaan William.


''Aira, kau harus kuat. Jangan pernah memperlihatkan kesedihan mu kepada William, kau harus buktikan bahwa William sama sekali tidak berarti bagi mu, kau harus buktikan bahwa kau akan baik-baik saja meskipun kau tidak bersama dengan William,'' gumam Aira di dalam hatinya dengan berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.


Saat ini Aira menoleh kearah belakang dan Aira berpura-pura terkejut dengan kehadiran William di belakangnya.


''Ah, Mas. Kamu bikin kaget saja, kenapa kamu berada di belakang ku?'' tanya Aira dengan nada suara biasa saja dan berpura-pura tidak mengetahui tentang apa yang terjadi.

__ADS_1


''Em, tadi aku sebenarnya ingin mengambil minum tapi aku malah tidak sengaja melihat kamu jadi aku berdiri di sini sambil melihat kamu yang sedang bikin sarapan. Apakah aku boleh meminta masakan yang kamu masak?'' tanya William dengan meminta masakan Aira.


''Oh boleh saja, ini silahkan,'' jawab Aira dengan memberikan satu piring nasi goreng yang di masak oleh Aira.


''Terima kasih banyak,'' jawab William lalu dia pun mengambil piring itu dan duduk di kursi.


Saat ini Aira berlagak sok sibuk agar William tidak menyadari bahwa sebenarnya saat ini hatinya sedang kacau. Sedangkan saat ini William tampak terus menatap kearah Aira, perasaan bersalah yang telah William lakukan membuat dia benar-benar merasa sangat bersalah kepada Aira.


''Aira, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?''


Aira langsung menatap kearah William saat William bertanya padanya.


''Katakan saja, apa yang ingin kamu katakan, Mas,'' jawab Aira dengan santai.


''Bagaimana jika aku pernah tidur dengan wanita lain selain kamu? Maksud aku, kau adalah wanita yang pertama aku sentuh tapi setelah itu aku menyentuh wanita lain dan saat itu aku benar-benar tidak menyadarinya. Aira, apakah kamu masih percaya bahwa aku mencintai kamu?'' kata William dengan berusaha untuk berkata jujur dengan apa yang saat ini terjadi padanya dan juga Callista.


Aira langsung terdiam saat mendengar pertanyaan dari William, dia tau maksud dari William tapi kenapa dia tidak jujur saja mengatakan bahwa dia sudah pernah tidur dengan Callista.


''Aku sama sekali tidak masalah kau pernah tidur dengan siapapun, sebelum atau sesudah aku. Aku sama sekali tidak peduli karena bagi ku hubungan ini akan segera berakhir dan jika kamu bertanya bahwa apakah aku masih mempercayai cinta mu? Tentu saja jawabannya tidak! Karena bagi ku orang yang mencintai aku dengan tulus itu tidak akan pernah melukai hati ku apalagi sampai tidur dengan wanita lain karena dia tau bahwa aku akan terluka saat melihat orang yang aku cintai bersama dengan wanita lain, kau mengerti sekarang Mas?'' jawab Aira dengan memberikan jawaban pada setiap pertanyaan William.

__ADS_1


__ADS_2