
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Aira menyiapkan sarapan untuk William. Aira bahkan tidak datang ke kamar tempat dimana William tidur. Sedangkan saat ini William merasa ada yang aneh dengan sikap Aira padanya, dia merasa bahwa Aira menjauhi dirinya tetapi William masih menduganya saja.
''Sepertinya ada yang aneh dengan sikap Aira padaku, dia seperti sedang menghindari aku atau mungkin itu cuma perasaanku saja. Tapi anehnya, dia sama sekali tidak terbuka padaku, dia juga masih memakai hijab saat dia berada di dekatku. Apakah mungkin dia sedang waspada padaku?'' William tampak bertanya-tanya sambil mengingat tentang sikap Aira selama dia menjadi istrinya.
Tapi William langsung membuang pikiran buruknya itu kepada Aira, dia berfikir bahwa tidak mungkin Aira akan memiliki niat jahat di belakangnya apalagi yang William tau bahwa Aira sangat mencintai dia jadi sangat tidak mungkin jika Aira memiliki niat jahat padanya.
''Tidak! Itu tidak mungkin. Tidak mungkin Aira memiliki niat jahat di belakangku apalagi aku tau bahwa Aira sangat mencintai aku. Mungkin sikapnya seperti ini karena dia benar-benar sedang datang bulan apalagi aku juga pernah dengar bahwa mood wanita datang bulan itu tidak menentu jadi pasti karena ini Aira meminta untuk aku menghindarinya selama beberapa hari karena dia takut bahwa terjadi sesuatu padaku saat Mood Aira sedang tidak baik. Benar, itu pasti yang di rasakan oleh Aira saat ini.'' William pun meyakinkan dirinya sendiri bahwa Aira adalah wanita yang mencintai dirinya dan tidak mungkin berbuat hal jahat kepada dirinya.
William pun turun ke bawah dan dia melihat Aira yang saat ini tengah sibuk mempersiapkan sarapan untuk William. William tersenyum lebar saat dia melihat bagaimana usaha Aira untuk menjadi istri yang Sholehah pada dirinya.
''Lihatlah, dia bahkan menyiapkan semua sarapan ini untuk aku dan tentu saja dia sangat mencintai aku dan tidak mungkin memiliki niat jahat padaku,'' gumam William di dalam hatinya dan semakin yakin bahwa Aira mencintai dirinya.
William pun turun dan menghampiri Aira yang saat ini berada di meja makan, dia langsung memeluk Aira dari belakang karena dia melihat bagaimana Aira yang sejak tadi terlihat sangat sibuk.
__ADS_1
''Sayang, apa yang kamu lakukan sampai kamu tidak menghiraukan aku yang sejak tadi berdiri di samping kamu,'' kata William sambil memeluk Aira dari belakang.
Aira pun cukup terkejut saat merasakan bahwa William saat ini tengah memeluk dirinya.
''Mas, aku sedang menyiapkan sarapan untuk kamu. Aku tau bahwa kamu jarang sekali sarapan dan bahkan kau tidak mau sarapan jadi aku menyiapkan ini semua agar kamu berselera untuk sarapan. Ayo Mas, kamu sarapan dulu ya.'' Aira langsung menuntun William untuk duduk di kursinya dan sarapan pagi.
''Ayo Mas, kamu coba masakan aku deh.'' Aira tampak sangat berantusias saat dia menyuruh William untuk makan masakan darinya.
Aira memiliki niat untuk membuat William mulai terbiasa dengan sikap lemah lembutnya dan juga perhatian yang di berikan oleh Aira termasuk menyiapkan sarapan untuk William.
Tapi tiba-tiba handphone milik William berdering dengan cepat William pun mengangkat telepon tersebut.
''Sayang, aku angkat telepon dulu ya,'' ucap William berpamitan kepada Aira dan Aira pun hanya tersenyum.
__ADS_1
Saat ini William pun tengah berbicara dengan Mommy nya.
''Hallo Mom, ada apa Mommy selalu menghubungi William?'' tanya William dengan nada kesalnya kepada Mommy nya yang terus menghubungi dirinya.
''Mommy hanya ingin bertanya, apakah kamu sudah selesai membuat wanita itu hamil? Apakah kamu berhasil dengan malam pertama mu?'' tanya Mommy William dengan perasaan tidak sabar.
''Mom, saat ini William sedang berusaha. Saat malam pertama kita, Aira malah datang bulan dan kami pun gagal dalam menjalani malam pertama kami tapi Mommy tidak perlu khawatir karena setelah ini William berjanji kepada Mommy bahwa William tidak akan gagal.'' William berusaha untuk meyakinkan Mommy nya.
''Kau benar-benar lelaki yang bodoh! Bagaimana bisa dia malah datang bulan. 2 Hari lagi Mommy, Daddy dan juga Callista akan datang ke sana untuk membantu kamu melancarkan rencana kita. Kau tunggu kedatangan kami semua di sana, ingat untuk menjemput kami semua!'' ucap Mommy William dan dia pun langsung mengakhiri panggilannya.
William benar-benar tidak bisa berbuat apapun dan kini tanpa William sadari bahwa Aira sedang berada di balik pintu menguping pembicaraan mereka berdua.
''Baiklah Aira, pertempuran akan segera dimulai. Kau harus menyiapkan semuanya,'' gumam Aira dengan menatap tajam ke arah depan.
__ADS_1