
Hari masih terlihat gelap dan suara ayam hanya beberapa saja yang berkokok. Akan tetapi saat ini Aira dan juga William masih berada di atas ranjang dengan berselimut kain tebal. William masih memejamkan matanya sedangkan Aira, dia sudah bangun sejak tadi hanya saja dia sama sekali belum beranjak dari atas ranjang nya. Aira memikirkan tentang kejadian semalam saat dia bercinta dengan William.
''Ya Allah, kenapa Engkau semakin membuat keadaan ini bertambah rumit. Hamba sudah tidak berharap tentang cinta William tapi bagaimana bisa sekarang Engkau malah membuat William mencintai hamba juga, bagaimana jika nanti hamba benar-benar tidak bisa melepaskan William,'' gumam Aira di dalam hatinya saat dia mengingat bagaimana tadi malam William memperlakukan dia dengan lembut bahkan William selalu mengatakan bahwa dia sangat mencintai dirinya dan William sama sekali tidak akan pernah melepaskan Aira apapun yang terjadi.
Aira memejamkan matanya karena saat ini dia benar-benar sangat dilema oleh keadaan yang membuat dirinya merasa bingung. Aira mengambil baju nya yang berserakan di atas lantai, lalu dia memakainya dan saat Aira beranjak dari ranjangnya, tiba-tiba William menahan tangan Aira.
''Jangan pergi, Aira. Aku benar-benar sangat mencintai kamu, aku ingin kau selalu berada di sisi ku,'' ucap William dengan memejamkan matanya dan Aira yakin bahwa saat ini William tengah mengigau.
Aira melepaskan tangan William pelan, dia tau bahwa saat ini tidur William terlihat tidak tenang jadi dia membelai wajah William pelan lalu saat itu juga ekspresi wajah William langsung berubah menjadi tenang. Saat melihat wajah William yang sudah mulai tenang, Aira pun beranjak dari ranjangnya dan menatap kearah luar jendela yang masih terlihat gelap.
Aira menghela nafas berat lalu dia menundukkan kepalanya, dia melihat kearah William yang masih tertidur pulas.
''Mas, kenapa kamu semakin mempersulit ku? Aku sudah terbiasa saat semua orang mengganggap bahwa aku adalah wanita yang tidak baik. Aku sudah terbiasa dengan perkara mereka yang menghina ku, aku juga sudah terbiasa hidup tanpa cinta dengan orang aku cintai. Aku hanya mendapatkan cinta dari keluarga ku tapi kenapa sekarang kamu malah mencintai ku, Mas? Kenapa semua ini terjadi? Bukankah dari awal aku ini hanya sebuah sandiwara bagi mu. Kau tidak benar-benar mencintai ku kan? Hiks hiks,'' tangis Aira dengan menangis saat dirinya saat ini sudah lelah bersikap menjadi wanita yang tegar.
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini William membuka ke dua matanya dan dia meraba di sampingnya. William mencari keberadaan Aira tapi dia sama sekali tidak merasa adanya seseorang di sampingnya. William cukup terkejut saat dia sama sekali tidak merasakan adanya Aira di sampingnya. William langsung terbangun dengan ekspresi wajah terkejut karena dia benar-benar tidak melihat Aira di sampingnya.
__ADS_1
''Kemana, Aira? Kenapa dia tidak ada di samping ku? Atau jangan-jangan dia pergi meninggalkan aku lagi. Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, aku harus menahan Aira agar dia tidak pergi dari ku,'' ucap William lalu dia pun bergegas untuk mencari Aira dengan wajah paniknya.
Saat ini William berlari untuk mencari Aira dan betapa terkejutnya William saat dia melihat Aira yang saat ini tengah duduk di ruang makan sambil memakan sarapannya.
''Aira?'' gumam William dengan menatap kearah Aira.
Karena merasa sangat bahagia saat melihat bahwa Aira masih berada di rumahnya, William langsung berlari dan memeluk Aira dengan perasaan bahagia. Melihat sikap William, Aira benar-benar sangat terkejut karena dia tidak menyangka bahwa William akan dengan tiba-tiba memeluk dirinya seperti ini.
''Mas, kamu ini apa-apaan sih? Lepaskan aku, aku sedang sarapan ini,'' kata Aira dengan berusaha melepaskan pelukan William yang saat ini tengah memeluk dirinya.
Mendengar bagaimana William yang tampak sangat bahagia saat dia melihat bahwa dirinya tidak pergi membuat hati Aira menjadi tersentuh tapi secepatnya dia buang perasaan itu karena dia masih belum sepenuhnya percaya kepada William.
''Kamu tenang saja, aku akan tetap menepati janji ku padamu. Aku tidak akan pergi sebelum waktu satu bulan dan sebelum aku benar-benar terbukti bahwa aku tidak hamil,'' jawab Aira dengan berusaha melepaskan tangan William yang sejak tadi memeluk dirinya.
Mendengar jawaban Aira hati William menjadi sedih karena ternyata Aira sama sekali masih tidak menginginkan untuk berada di sampingnya tapi saat ini yang terpenting bagi William adalah Aira berada di sampingnya dan itu sudah membuat dirinya tenang. Selama beberapa Minggu ini William akan berusaha membuat Aira yakin bahwa dia sangat mencintai nya.
__ADS_1
''Aira, aku tau kenapa kau bersikap seperti ini padaku. Kau hanya masih belum mempercayai ku tapi aku berjanji padamu bahwa ku akan membuktikan bahwa aku benar-benar mencintai kamu dan aku akan membuat kamu yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu. Sekarang yang terpenting bagi ku adalah kau berada di samping ku agar aku bisa melihat diri ku setiap hari. Kau tau, setiap aku melihat wajah mu hari ku pasti akan lebih berwarna apalagi jika di tambah dengan senyuman di bibir mu itu akan membuat aku sangat bahagia dan rasanya dunia ini hanya milik kita berdua,'' kata William dengan duduk di samping Aira dengan mengatakan hal-hal romantis.
''Milik kita berdua? Lalu yang lainnya ngontrak gitu?''
''Tentu saja, mereka semua di dunia ini hanya numpang dan kita berdua adalah pemiliknya,'' jawab William lalu dia kembali merangkul Aira.
Callista yang melihat bagaimana mereka berdua bermesraan membuat dirinya merasa sangat marah. Lalu dia pun turun ke bawah untuk melabrak mereka berdua.
''William, kamu ini apa-apaan sih! Kenapa kamu malah bersikap seperti itu kepada Aira, ingat William bahwa wanita yang kamu cintai itu adalah aku dan aku ini adalah istri pertama kamu,'' kata Callista dengan memarahi sikap William kepada Aira.
Melihat Callista saat ini mungkin kesempatan bagi William untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Callista bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak pernah mencintai dirinya dan hanya Aira yang ada di dalam hatinya.
''Call, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan tentang apa yang sebenarnya aku rasakan sama kamu. Dari awal kita menikah, aku sama sekali tidak pernah menaruh perasaan apapun sama kamu. Aku sudah berusaha selama beberapa tahun ini tapi aku selalu gagal untuk mencintai kamu dan sekarang aku ingin berkata jujur padamu bahwa sebenarnya wanita yang aku cintai adalah Aira. Hanya dia yang ada di hati ku dan aku ingin hidup bersama dengan Aira, maaf aku Call karena aku benar-benar membuat kecewa saat aku gagal mencintai kamu,'' ucap William dengan mengatakan tentang isi hatinya kepada Callista bahwa dia mencintai Aira bukan dirinya.
Aira cukup terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh William kepada Callista. Aira tidak menyangka bahwa William akan mengatakan hal yang sejujurnya kepada Callista tentang perasaannya.
__ADS_1