
Saat ini William menatap marah kearah Aira yang berbicara tentang perceraian dengan dirinya bahkan dia sangat berani mengatakan semua ini di depan keluarganya. Kini William benar-benar kehilangan kesabarannya dan menatap tajam kearah Aira.
Saat ini Callista yang berada di sana pun berusaha untuk mencari perhatian dengan berpura-pura bahwa dia lah penyebab dari Aira meminta cerai kepada William.
''Kakak, apakah semua ini karena aku kamu meminta cerai kepada William? Sungguh aku dan juga William tidak memiliki hubungan apapun, ku mohon kakak ipar percayalah padaku,'' ucap Callista dengan nada memelas agar mereka semua bisa melihat bahwa dirinya adalah wanita yang baik yang mau meminta maaf meskipun dirinya tidak bersalah dan di sini sangat terlihat bahwa Aira lah yang terlihat jahat.
Aira tersenyum sinis saat dia melihat bagaimana ekspresi wajah Callista yang sedang berpura-pura memelas itu. Dia kini sama sekali tidak takut untuk melawan mereka semua jadi Aira akan membongkar semua kebusukan keluarga William terhadap dirinya. Aira ingin melihat bagaimana reaksi mereka saat mengetahui bahwa Aira bukanlah wanita yang mudah untuk di tindas dan mudah di manfaatkan oleh mereka semua.
__ADS_1
''Callista, kau tidak perlu berpura-pura lagi padaku. Aku sudah tau siapa kau sebenarnya dan hentikan akting mu itu karena aku sama sekali tidak tertarik terlibat dalam drama yang kalian buat. Aku datang ke sini juga mengatakan kepada kalian semua bahwa Aira, tidak akan menuruti apa yang kalian inginkan dengan menjadikan aku budak berstatus istri di dalam keluarga ini. Callista, kau adalah istri pertama William lalu kenapa tidak kau saja yang memberikan keturunan pada keluarga Ribery, kenapa harus mencari wanita lain untuk mengandung anak untuk penerus keluarga Ribery? Ini sudah menjadi kewajiban kamu sebagai seorang istri untuk memberikan keturunan pada suami mu tapi apa yang kau lakukan, kau malah rela melihat suami mu sendiri menikah dengan wanita lain hanya untuk seorang, apakah kau pantas di sebut sebagai seorang istri?'' Kini Aira tampak meluapkan amarahnya kepada semua orang yang memiliki niat jahat termaksud Callista.
''Aku..aku memang tidak bisa hamil karena aku memiliki sebuah penyakit dan aku bukan wanita yang sempurna seperti kalian, hiks hiks. Aku..Aku, hiks hiks,''' tangis Callista dengan tersendu- sendu memperlihatkan kepada semua orang bahwa dia di tindas oleh Aira.
''Cukup Aira! Callista tidak bisa mengandung karena dia memiliki penyakit, lagian kau juga istri ku kan kenapa kau tidak mau mengandung anakku?'' ucap William langsung membantu Callista.
''Cukup Aira! Cukup! Sekarang kau ikuti aku pulang!'' bentak William dan dia pun langsung menarik tangan Aira untuk ikut bersama dengan dirinya.
__ADS_1
Saat ini ke dua orang tua William dan juga Callista hanya bisa menatap kepergian mereka berdua dan Callista tampak tersenyum bahagia saat dia melihat bagaimana William yang terlihat marah kepada Aira.
Saat ini William membawa Aira ke rumahnya dan dia pun langsung mendorong tubuh Aira di atas ranjang. Aira tampak sangat terkejut dengan perlakuan kasar William yang tiba-tiba mendorong tubuhnya di atas ranjang. Saat ini William pun juga membuka bajunya di depan Aira, melihat William yang membuka bajunya membuat Aira ketakutan.
''Apa..Apa yang ingin kau lakukan?'' tanya Aira dengan wajah ketakutan.
''Kau masih bertanya? Bukankah tadi kau ingin bercerai dari ku dan sekarang karena kau ingin bercerai maka biarkan aku menyentuh mu, Aira. Aku tidak mau rugi saat aku sudah menikahi kamu tapi aku belum merasakan tubuh kamu. Sebenarnya aku sangat benci dengan seorang wanita bekas seperti mu tapi aku akan membuat pengecualian terhadap kamu dan mengijinkan kamu untuk naik di atas ranjang ku,'' ucap William lalu berjalan menuju kearah Aira yang saat ini tampak terlihat ketakutan.
__ADS_1
''Jangan mendekat! Kau dasar lelaki berengsek!'' maki Aira dengan menghina William.