
William mengernyitkan dahinya saat dia mendengar tentang apa yang dikatakan oleh si lelaki tersebut.
''Kau bagaimana bisa tau tentang barang yang aku pakai ini adalah barang-barang mahal? Atau jangan-jangan kamu lelaki yang suka berpura-pura menjadi orang kaya dan menipu semua orang dengan barang-barang palsu mu itu ya? Kau orang yang suka memanipulasi barang mewah kan?'' kata William dengan menyudutkan si lelaki tersebut.
''Enak saja, mana berani saya melakukan itu, Tuan. Saya mengetahui semua nya karena saya sering pergi ke acara lelangan barang-barang mewah dan saya juga terkadang pergi ke sebuah tempat yang menjual barang-barang mahal hanya saja saya tidak sanggup untuk membeli nya dan semua barang yang Tuan pakai adalah barang yang selama ini saya inginkan,'' jawab si lelaki tersebut dengan menjelaskan bagaimana dia bisa mengetahui tentang barang-barang mewah yang di pakai oleh William.
Mendengar jawaban dari si lelaki tersebut entah mengapa hati William menjadi sedikit tersentuh, dia tidak menyangka bahwa ternyata dia adalah orang yang suka barang mahal hanya saja dia tidak bisa membelinya. Dengan perasaan iba William pun membuka jam tangan yang dia pakai lalu memberikan kepada lelaki tersebut.
__ADS_1
''Ini aku berikan jam tangan ini buat kamu, aku harap kamu tidak akan menjual jam tangan ini dan anggap saja bahwa ini adalah hadiah kenang-kenangan dari aku,'' kata William dengan memberikan jam tangan tersebut kepada si lelaki itu.
Lelaki itu pun tampak terlihat sangat terkejut saat melihat jam tangan yang selama ini menjadi incarannya kini berada di tangannya bahkan dia tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
''T..Tuan, kau yakin dengan apa yang kamu katakan?'' kata di lelaki tersebut dengan nada suara gemetar saat dia memegang jam tangan milik William.
''Tentu saja aku yakin, sekarang kamu pakai jam tangan ini tapi ingat jangan sekali-kali merasa bangga dengan barang mahal atau pun barang-barang yang bernilai dengan jumlah tinggi karena semua barang-barang itu tidak akan kita bawa mati yang terpenting adalah pahala. Lakukan kewajiban mu sebagai seorang yang Muslim dan lakukan apapun yang akan membawa kebaikan dan menjadi pahala bagi kamu karena suatu hari nanti hanya pahala lah yang akan menemani kita di alam kubur. Semua barang-barang mewah milik kita ini tidak akan abadi dan semuanya akan musnah jadi jangan sekali-kali kamu menyombongkan semua ini,'' ujar William dengan berpesan kepada si lelaki tersebut tentang nilai kehidupan.
__ADS_1
''Baik Tuan, saya mengerti dengan apa yang Tuan katakan. Terima kasih banyak Tuan sungguh saya tidak tau lagi bagaimana saya harus berterima kasih kepada Tuan,'' kata si lelaki tersebut dengan perasaan bahagia dan terus mengatakan rasa terima kasihnya kepada William.
Mendengar apa yang dikatakan oleh si lelaki tersebut, William memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan ini.
''Aku hanya ingin meminta tolong sama kamu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan ini. Aku tidak apa-apa mendapatkan pekerjaan sebagai Office Boy, seorang Satpam atau apapun itu asalkan aku bisa bekerja di sini. Apakah kamu bisa membantu aku bekerja di perusahaan ini?'' kata William dengan mengatakan permintaannya kepada si lelaki tersebut.
Si lelaki itu tampak menatap aneh kearah William tapi karena dia tidak mau ambil pusing akhirnya dia pun membawa William ke ruangan HRD untuk melamar pekerjaan.
__ADS_1
''Tuan, aku tidak mengerti dengan apa yang Tuan rencanakan tapi ya sudahlah jika Tuan sangat memaksa untuk bekerja di perusahaan Tuan sendiri maka saya akan menuruti apa yang Tuan katakan. Mari ikut saya Tuan,'' jawab si lelaki tersebut lalu mengajak William untuk pergi bersama dengan dirinya menemui ketua HRD untuk mencari pekerjaan.
Mendengar itu semua William tampak sangat bahagia karena akhirnya dia bisa segera mendapatkan pekerjaan.