Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 52


__ADS_3

Saat ini Aira pun kembali ke rumahnya dan masuk dengan wajah kesalnya. Aira merasa sangat kesal kepada William yang lebih membela Callista dari pada dirinya dan kini dia benar-benar sangat muak dengan William.


''Bagaimana bisa aku harus bertemu dengan lelaki berengsek seperti William! Baru saja aku menerimanya kenyataan hidup ku yang berpisah dengan Mas Saif kini malah aku kembali terperangkap oleh lelaki berengsek seperti William! Ya Allah, kenapa? Kenapa Engkau selalu memberikan suami yang tidak pernah mencintai hamba dengan tulus, kenapa ya Allah?'' tangis Aira dengan perasaan sedihnya saat dia mengingat bagaimana William bersikap lembut kepada Callista.


Tiba-tiba pintu rumahnya terbuka dan memperlihatkan William yang masuk ke dalam rumahnya. Kini William langsung menghampiri Aira yang berdiri di anak tangga rumahnya. Melihat kedatangan William, Aira pun berjalan untuk masuk ke dalam kamarnya.


''Aira, tunggu aku dulu! Kau jangan pergi!'' teriak William dengan memanggil Aira tapi Aira sama sekali tidak mau bertemu ataupun berbicara dengan William. Dia berlari untuk menghindari William tapi dengan langkah William yang cepat, William langsung menahan tangan Aira agar dia tidak pergi.

__ADS_1


''Kau mau pergi kemana, Aira? Aku ingin bicara sesuatu padamu,'' kata William sambil menahan tangan Aira.


''Apa yang ingin kau bicarakan, Mas! Kamu mau mengatakan bahwa Callista lebih penting dari aku, iya? Sudah cukup, aku tidak mau membahas masalah ini lagi,'' kata Aira dengan menghempaskan tangan William yang saat ini menahan tangannya.


''Tidak Aira, bukan seperti itu. Tolong dengarkan aku dulu. Aku ingin menjelaskan sesuatu sama kamu, kenapa sejak tadi aku selalu bersama dengan Callista karena aku sedang menjaga perasaannya. Dia memiliki sebuah penyakit jantung dan jika dia merasa panik ataupun marah maka keadaannya tidak akan stabil dan mungkin nyawanya juga bisa terancam. Aku mohon Aira, kamu mengerti tentang keadaan aku saat bersama dengan Callista. Dia juga pernah menyelamatkan nyawa aku maka dari itu aku benar-benar merasa sangat berhutang Budi pada Callista karena dia telah pernah menyelamatkan nyawa aku,'' kata William dengan menceritakan tentang kejadian dimana Callista menyelamatkan dirinya.


''Tidak Aira, bukan seperti itu maksud aku. Maksud aku adalah–'' tiba-tiba Aira langsung memotong pembicaraan William.

__ADS_1


''Karena dia adalah istri pertama kamu,'' ucap Aira dengan menatap dingin kearah William.


William langsung terdiam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Aira akan mengatakan hal seperti itu padanya. William masih cukup terkejut sehingga dia menatap kearah Aira dengan tatapan tajam.


''Kenapa Mas? Kenapa kamu diam? Apa yang aku katakan benar kan karena dia adalah istri pertama kamu,'' kata Aira dengan nada sinisnya sambil menatap kearah William.


''K..kau bicara apa Aira, jangan ngelantur seperti itu. Callista adalah sepupu aku dan hanya kamu istri aku,'' jawab William dengan wajah canggungnya dan memalingkan wajahnya gugupnya kepada Aira.

__ADS_1


''Sudahlah Mas, tidak perlu lagi kau menyembunyikan semuanya padaku. Aku sudah tau tentang niat mu menikahi aku, kau hanya menginginkan anak dari ku kan setelah itu kau akan pergi meninggalkan aku dan membawa anak yang kandung. Benarkan, Mas?'' tanya Aira dengan menatap kearah William yang saat ini tampak tidak tau harus berkata apa kepada Aira.


__ADS_2