Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 51


__ADS_3

Saif benar-benar sangat marah saat melihat sikap Aira yang sangat berbeda dari dulu. Dia tidak menyangka bahwa cinta Aira akan benar-benar hilang, Saif tidak menyangka bahwa Aira benar-benar akan melupakan dirinya dan bersama dengan William.


''Sial! Ternyata Aira benar-benar melupakan aku, dia bahkan sudah berani untuk mengancam ku. Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan Aira melupakan aku. Aku harus kembali merebut hati Aira,'' gumam Saif dengan wajah cemasnya saat melihat Aira kini benar-benar telah melupakan dirinya.


Padahal sebenarnya Saif hanya ingin membuat Aira merasa menyesal karena sudah bercerai dengannya, Saif ingin membuat Aira memohon kepada dirinya untuk kembali karena Saif berfikir bahwa Aira hanya mencintai dirinya dan tidak akan pernah bisa melupakannya. Tapi selama beberapa bulan ini Saif sama sekali tidak melihat kedatangan Aira untuk meminta rujuk padanya tapi hal yang membuat Saif terkejut adalah ternyata Aira malah menikah dengan William dan itu membuat Saif benar-benar sangat marah. Tapi karena William mengirim Saif keluar kota jadi dia sama sekali tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan Aira dan kini dia memiliki kesempatan itu dan ternyata Saif benar-benar melihat bahwa Aira sudah melupakan dirinya.


Saat ini Aira melihat William dan juga Callista tengah ngobrol dengan asiknya bahkan mereka berdua sampai tidak sadar jika Aira tengah melihat kearah mereka berdua dengan tatapan kejam.


''Lihat bahkan di depan umum seperti ini mereka berdua terlihat sangat romantis. Lihat sekarang, apa yang akan mereka berdua lakukan jika aku juga melakukan apa yang mereka berdua lakukan padaku,'' ucap Aira dengan menatap tajam kearah mereka berdua.


Kini Aira melihat seorang lelaki yang tengah duduk seorang diri sambil memegang minuman di tangannya. Lelaki itu tampak terlihat tidak menyukai pesta ini. Aira duduk di samping lelaki itu sambil memegang minuman, dan dengan sengaja dia menjatuhkan air minum tersebut ke baju lelaki itu.


''Akkhh Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja,'' kata Aira sambil ikut membersihkan baju dari lelaki tersebut.


Lelaki itu tampak menatap kearah Aira, dia benar-benar marah kepada Aira tapi saat melihat wajah cantik Aira, lelaki itu mengurungkan niatnya untuk memarahi Aira.

__ADS_1


''Tidak apa-apa lain kali kau harus lebih berhati-hati,'' jawab lelaki itu dengan suara lemah lembutnya.


Aira tersenyum karena akhirnya rencana dia berjalan dengan lancar.


''Tuan, saya benar-benar tidak sengaja. Tadi kaki saya tersandung dan air minum ini jatuh di baju Tuan, maafkan saya ya, Tuan.'' Aira benar-benar wanita yang pandai berakting bahkan lelaki dingin yang kini berada di depannya langsung luluh akan ucapan Aira.


''Sudahlah, tidak masalah kok. Oh ya nama mu siapa?'' tanya Lelaki itu dengan tersenyum kearah Aira.


''Nama saya Aira Tuan,'' jawab Aira dengan tersenyum.


''Nama saya Jordan,'' sambung Jordan dengan memperkenalkan namanya kepada Aira.


''Kau wanita yang cantik Aira, baru kali ini aku melihat wanita seperti kamu,'' puji lelaki itu yang saat ini berada di depan Aira.


Aira pun tersenyum dengan sambil memalingkan wajahnya.

__ADS_1


''Tuan bisa saja, saya ini hanya wanita kampung Tuan dan saya datang ke sini juga baru pertama kalinya dan tidak menyangka bahwa saya akan bertemu dengan, Tuan.'' Aira pun tampak terlihat merendahkan dirinya.


Saat mereka berdua tengah asik ngobrol tiba-tiba sebuah tangan menarik Aira agar menjauh dari Jordan.


''Apa yang kau lakukan di sini, Aira?'' tanya William dengan nada marahnya kepada Aira.


''Aku sedang ngobrol dengan Tuan Jordan, Mas.''


''Sekarang ikut aku pulang!'' William langsung menarik tangan Aira untuk segera pergi dari sini.


Melihat Aira yang di tarik paksa membuat Jordan ingin melindungi Aira.


''Jangan memaksa dia! Lepaskan dia sekarang!'' kata Jordan dengan meminta William untuk melepaskan Aira.


''Kau berani menghalangi ku?'' tatap William dengan amarah di dalam hatinya.

__ADS_1


Melihat situasi yang tidak terkendali, kini Para pun berusaha untuk melerai mereka berdua.


''Tuan Jordan, tidak apa-apa. Saya pulang dulu ya,'' pamit Aira kepada Jordan dan William langsung menarik tangan Aira untuk pergi dari pesta tersebut.


__ADS_2