
Aira tampak ketakutan saat melihat William yang mendekati dirinya, dia menangis dengan berusaha untuk mencari cara agar bisa kabur dari sini. Aira pun langsung berlari mencari celah tapi sayangnya William terlebih dahulu mengetahui tentang niat Aira yang akan kabut darinya.
''Kau mau pergi kemana, Hah?'' kata William sambil menahan tubuh Aira agar dia tidak bisa kabur.
''Aku mohon lepaskan aku, aku tidak mau seperti ini, hiks hiks,'' tangis Aira dengan memohon kepada William agar tidak menyakiti dirinya tapi William yang yang sudah gelap mata pun tidak menghiraukan tentang permohonan Aira padanya.
William semakin ingin menyentuh Aira dan dia pun langsung kembali melempar tubuh Aira ke atas ranjang.
''Sudahlah Aira, kau jangan sok suci lagian ini juga bukan pertama kalinya bagi kamu atau kamu sengaja membuat trik tarik ulur seperti ini agar aku bisa merasa kasihan sama kamu tapi sayangnya aku sama sekali tidak akan tertipu oleh wajah polos mu ini. Dulu bahkan Suami mu sangat membenci kamu karena kamu sudah tidak suci jadi sekarang tunjukkan pada ku seperti apa ke jalangan mu itu. Kau juga akan aku bayar cukup besar jika kamu bisa memuaskan aku,'' kata William dengan terus menghina Aira bahwa dia adalah wanita ******.
Aira benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh William, ternyata dia juga meragukan kesucian nya dan itu membuat hati Aira merasa sangat sakit atas hinaan yang dikatakan oleh William padanya.
''Kau benar-benar jahat, Mas. Kau bahkan juga meragukan kesucianku, kau tidak ada bedanya dengan Mas Saif dan kalian benar-benar lelaki yang sangat kejam aku benci pada kalian semua!'' teriak Aira dengan meluapkan rasa sakit di dalam hatinya kepada William.
__ADS_1
Aira pun langsung menghampiri William untuk memarahinya tapi William dengan sigap menangkap tangan Aira lalu saat itu juga William langsung mencium bibir Aira. Aira cukup terkejut atas apa yang saat ini di lakukan oleh William padanya, dia menjadi terdiam saat William mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Lalu di detik kemudian, Aira yang tersadar pun berusaha melepaskan diri dari William, tapi William semakin menekan tubuh Aira dan menciumnya lebih dalam.
Saat ini Aira benar-benar tidak bisa bernafas lalu dia menggigit bibir William sampai mengeluarkan darah.
''Akkkhh!'' ringis William sambil melepaskan ciumannya.
''Kau menggigit ku, Aira?''
''Tentu saja, bahkan jika aku mau, aku juga ingin membunuh mu, William!'' jawab Aira dengan menatap marah kearah William.
''Tidak!'' teriak Aira tapi saat ini William yang gelap mata dan di tutupi oleh amarah memaksa Aira untuk memuaskan hasratnya.
Dan malam itu juga harta yang paling dia jaga kini telah di renggut paksa oleh suaminya sendiri yang hanya menginginkan seorang anak padanya. Aira hanya bisa menangis menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya atas perilaku William padanya.
__ADS_1
Sedangkan saat ini William cukup terkejut saat dia melihat darah di juniornya, dia langsung menatap kearah Aira yang saat ini menangis menahan rasa sakit. William menjadi terdiam dan berfikir bahwa Aira ternyata masih suci, rasa bersalah di dalam hati William membuat dia merasa sangat bersalah kepada Aira. Tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur dan William tetap melanjutkan menuntaskan hasrat di dalam dirinya hingga dia pun merasa puas.
Hingga pagi hari pun kembali menyapa, saat ini William membuka ke dua matanya dan melihat sekeliling kamarnya yang tampak berantakan karena ulahnya tadi malam. William ingat tentang apa yang terjadi dan saat ini benar-benar merasa sangat bersalah kepada Aira tapi bodohnya dia malah tidak bisa menahan dirinya dan terus melakukannya hingga membuat Aira menangis kesakitan. Saat William melihat kearah seprei tersebut, dia melihat noda darah milik Aira.
''Apakah dia masih perawan? Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan padanya? Lalu dimana dia sekarang?'' William bertanya-tanya tentang keberadaan Aira sekarang dan dia pun mencari Aira sampai ke bawah dan betapa terkejutnya William saat dia melihat Aira yang akan pergi dari rumahnya.
''Aira, kau pergi kemana?'' tanya William sambil menahan tangan Aira.
''Aku mau pulang, aku tidak mau tinggal bersama monster seperti mu. Lepaskan aku!''
''Tidak Aira, kau tidak boleh pulang, kau harus berada di sini. Ingat kau masih berstatus sebagai istri ku,''
''Aku tidak peduli, lepaskan aku!''
__ADS_1
''Aku tidak akan melepaskan kamu, kau adalah istri ku dan selamanya akan menjadi istri ku. Kumohon jangan pergi,'' William langsung memeluk Aira dengan perasaan bersalah.