
Pagi hari pun kembali menyapa, saat ini Aira baru saja selesai memaksakan sarapan untuk William dan tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Aira cukup merasa bingung dengan orang bertamu di rumahnya pagi-pagi seperti ini.
''Itu siapa ya? Kenapa pagi-pagi seperti ini udah ada orang yang bertamu?'' kata Aira dengan wajah bingungnya.
Lalu dia pun berjalan menuju ke pintu rumahnya untuk membuka dan melihat siapa tamu yang datang pagi-pagi seperti ini.
''Hay Kakak ipar,'' sapa Callista saat dia melihat Aira yang membuka pintu rumahnya.
Aira benar-benar sangat jengah saat melihat wajah Callista di depannya. Aira benar-benar tidak habis pikir dengan Callista yang datang ke rumahnya pagi-pagi seperti ini.
''Hy juga Callista, kamu ngapain datang ke sini pagi-pagi sekali?'' tanya Aira dengan wajah judesnya saat dia berhadapan dengan Callista.
Callista pun menjadi terdiam saat dia melihat bagaimana ekspresi wajah Aira yang terlihat tidak suka dengan dirinya.
__ADS_1
''Kak, aku datang ke sini untuk meminta maaf sama kamu karena kejadian semalam. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kamu akan marah pada William karena tadi malam dia lebih memilih menemani aku dari pada kamu. Aku benar-benar meminta maaf atas kejadian tadi malam, Kak,'' kata Callista dengan wajah sedihnya saat dia meminta maaf kepada Aira.
Aira hanya tersenyum sinis saat mendengar perkataan Callista yang meminta maaf padanya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa wanita ini sangat pandai berakting.
''Tidak apa-apa, aku sudah memaafkan kesalahan kamu. Lagian itu juga sepenuhnya bukan salah kamu aja kok, ya udah sekarang karena aku sibuk jadi aku tidak menerima tamu. Kamu pergi ya, terima kasih karena sudah mau meminta maaf!'' ucap Aira dan dia pun langsung menutup pintu rumahnya meninggalkan Callista yang diam di depan rumahnya dengan wajah kesal karena Aira mengusir dirinya.
''Apah! Dia berani mengusir aku bahkan menutup pintu rumahnya di saat aku belum pergi. Benar-benar wanita ******! Lihat saja bagaimana nanti aku akan mengadukan perbuatan mu ini kepada William, aku akan membuat kamu menyesal karena sudah berbuat kurang ajar dengan ku seperti ini!'' ucap Callista dengan wajah marahnya saat dia melihat sikap Aira yang kurang ajar padanya.
Setelah itu Callista pun pergi dari rumah William dengan perasaan kesal, sedangkan di dalam rumah Aira kini William yang baru saja keluar dari dalam kamarnya pun bertanya kepada Aira siapa yang datang.
''Oh itu kucing garong yang tadi datang tapi kamu tenang saja. Aku sudah mengusirnya kok jadi dia tidak akan menggangu sarapan kita berdua di sini,'' jawab Aira dengan nada santainya dengan mengatakan bahwa Callista adalah kucing garong yang suka mengganggu.
William masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Aira, dia tidak mengerti siapa kucing garong yang dia maksud.
__ADS_1
''Udah gak usah banyak mikir, sekarang kamu sarapan dulu, keburu makanannya dingin,'' sambung Aira dengan meminta William untuk segera sarapan dan William pun menuruti apa yang dikatakan oleh Aira untuk sarapan.
Meskipun Aira tau bahwa apa yang dilakukan William padanya itu sangat keterlaluan tapi dia masih memiliki hati untuk tetap melayani William hanya saja dia tidak sudi melayani William dalam urusan ranjang.
Setelah sarapan kini William pun langsung berpamitan untuk berangkat ke kantor dan Aira benar-benar melakukan perannya sebagai istri seperti biasa meskipun dia tau bahwa tidak ada cinta di dalam pernikahan ini.
Kini William telah tiba di kantornya dan melihat Callista yang tengah duduk di dalam ruangannya dengan ekspresi wajah kesal.
''Callista, kenapa kamu pagi-pagi gini sudah berada di ruangan aku?'' tanya William dengan wajah bingungnya saat melihat kehadiran Callista.
''Kamu kenapa? Kamu gak suka lihat aku ada di sini, kalian berdua itu sama-sama nyebelin ya! Tadi istri kurang ajar mu itu yang mengusir aku sekarang kamu juga mau mengusir aku, Hah!'' bentak Callista dengan amarah di dalam hatinya.
''Maksud kamu apa, Callista? Aku tidak mengerti?''
__ADS_1
''Kamu tau gak, kalau tadi pagi itu aku datang ke rumah kamu dan apa yang dilakukan oleh Aira! Dia malah mengusir aku tanpa berniat untuk mengajak aku masuk ke dalam, kau tau bahwa sikapnya itu benar-benar sangat kurang ajar! William, pokoknya aku tidak mau tau, kau harus memberikan dia pelajaran pada wanita itu!'' kata Callista dengan menceritakan hal yang terjadi tadi pagi pada dirinya.
William menjadi terdiam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Callista, sekarang William mengerti tentang apa yang dikatakan oleh Aira tadi tentang masalah kucing garong ternyata itu adalah Callista.