Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 75


__ADS_3

Callista langsung mendorong tubuh Aira hingga membuat Aira terjatuh dan saat itu juga William yang berada di depan pintu pun melihat bagaimana Callista mendorong Aira hingga terjatuh.


''Callista, apa yang kamu lakukan kepada Aira?'' bentak William sambil berlari untuk membantu Aira yang saat ini terjatuh di atas lantai.


Callista cukup terkejut saat melihat kehadiran William di rumahnya, apalagi William melihat bagaimana dirinya mendorong tubuh Aira hingga membuat dia terjatuh. Sebenarnya tadi William sudah berjalan pergi ke kantornya tapi dia melupakan berkas penting yang harus dia ambil di rumahnya dan tanpa dia duga bahwa dia akan melihat pemandangan seperti ini.


''William, ini semua bukan seperti apa yang kamu bayangkan. Aira dulu yang sudah berani mengatakan hal yang membuat aku marah makanya aku mendorong dia,'' kata Callista dengan berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada William tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Sedangkan saat ini Aira tampak berakting dengan ekspresi wajah kesakitan bahkan dia juga meringis sambil memegang tangan William yang saat ini menyentuh tangannya.


''Aaww, sakit sekali,'' ringis Aira dengan wajah kesakitan.


Melihat Aira yang tampak kesakitan, William langsung menggendong Aira dan dia menatap marah kearah Callista yang saat ini berdiri di depannya.

__ADS_1


''Kau benar-benar keterlaluan Callista! Kau sudah tau bersalah dan masih melemparkan semua kesalahannya kepada Aira. Aku punya mata dan aku juga melihat semua yang terjadi bahwa kaum mendorong Aira sampai dia terjatuh dan sekarang kau bilang bahwa Aira lah yang memulai dulu. Kau benar-benar wanita yang jahat!'' kata William dengan memarahi Callista yang saat ini berada di depannya dengan raut wajah sedihnya karena William memarahi dirinya demi wanita sialan itu.


''William, kau harus percaya padaku. Tadi dia bilang bahwa dia akan–''


''Cukup Callista! Sekarang sebaiknya kamu masuk kedalam kamar kamu dan renungkan kesalahan kamu ini,'' kata William dengan langsung memotong pembicaraan Calling dan William pun membawa Aira untuk menuju ke kamarnya sambil menggendong tubuh Aira.


Saat ini Aira menatap kearah Callista yang terlihat sedih, dia tersenyum puas karena akhirnya dia bisa memberikan Callista pelajaran.


Melihat senyuman Aira, Callista benar-benar sangat marah karena Aira mengejek dirinya.


''Dasar wanita ******!'' teriak Callista saat dia melihat bagaimana William begitu sangat perhatian kepada Aira.


Saat ini Callista tengah memikirkan sebuah cara bagaimana dia bisa menjadi istri yang di akui oleh William. Mungkin dulu dia memikirkan karirnya tapi saat melihat Aira yang ingin merebut William dari tangannya membuat Callista berfikir bahwa dia harus segera bertindak sebelum Aira berhasil mencapai apa yang dia inginkan.

__ADS_1


''Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan Aira berhasil merebut William dari ku. Aku harus mencari cara untuk membuat William kembali mencintai aku seperti dulu. Aku yakin apa yang dikatakan oleh Aira itu pasti salah karena tidak mungkin William akan melupakan aku yang telah menyelamatkan nyawanya,'' ucap Callista dengan wajah paniknya saat dia mengingat bagaimana perkataan Aira padanya.


Sedangkan saat ini William membawa Aira di dalam kamarnya lalu saat itu juga Aira pun meminta William untuk segera menurunkan tubuhnya.


''Turunkan aku sekarang juga,'' kata Aira dengan nada dinginnya kepada William.


Lalu saat itu juga William pun menurunkan Aira dengan menatap bingung kearah Aira.


''Sekarang kamu bisa keluar karena aku ingin beristirahat,'' sambung Aira dengan mengusir William untuk keluar dari kamarnya.


''Tapi Aira, bukankah tadi kamu merasa sakit di area punggung kamu,''


''Tidak, aku sudah sembuh dan sekarang kamu bisa keluar!'' jawab Aira lalu dia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan meninggalkan William yang diam mematung melihat kearah Aira.

__ADS_1


__ADS_2