
Dan kini Aira pun mulai mengerjakan pekerjaan dengan cukup baik, tanpa Saif ketahui bahwa sebenarnya Aira bekerja di perusahaan yang sama dengan dirinya. Tanggung jawab karyawan kini memang tidak lagi di berikan kepada Saif karena William tau sikap Saif yang semena mena bahkan terkadang Saif di tugaskan untuk melakukan pekerjaan di lapangan agar dia bisa lebih bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Waktu pun berjalan begitu cepat, sudah satu Minggu lamanya Aira bekerja di perusahaan milik William dan selama itu juga Saif sama sekali tidak sadar jika Aira bekerja di satu perusahaan yang sama dengan dirinya.
Saat ini Saif tengah menatap kearah Aira yang terlihat sudah siap untuk berangkat bekerja, Aira memang sengaja tidak membicarakan masalah pekerjaannya yang saat ini bekerja di satu perusahaan dengan Saif karena bagi Aira Saif pasti tidak akan peduli akan dirinya. Jadi Aira lebih memilih untuk diam dan membiarkan Saif mengetahuinya sendiri.
__ADS_1
Saat ini Aira pun langsung berangkat karena dia memiliki cukup banyak pekerjaan di kantornya, tapi meskipun demikian Aira tetap menyiapkan semua keperluan Saif.
''Dih, sok rajin banget kamu pagi pagi udah mau berangkat bekerja. Udah kayak bos aja, sok sibuk.'' ucap Saif dengan terus saja menghina Aira yang kini memiliki pekerjaan.
Kini kesabaran Aira pun sudah cukup untuk menghadapi Saif yang selalu mencemooh dirinya.
__ADS_1
Saif langsung berdiri saat mendengar tentang apa yang dikatakan oleh Aira padanya.
''Aku tidak akan pernah setuju untuk berpisah dengan mu, kau harus menebus semua kesalahan mu di masa lalu.'' Saif masih berusaha untuk mempertahankan pernikahan yang sama sekali tidak ada harapan ini karena bagi Saif dengan mengikat Aira di dalam pernikahan ini bisa membuat hidup Aira menderita.
''Kau selalu membahas tentang kesalahan aku di sama lalu, tapi kau sama sekali belum membuktikan sendiri apakah aku benar dengan semua tuduhan mu atau tidak!!. Kau tidak pernah menyentuh aku tapi kau bilang bahwa aku bukan wanita yang suci. Mas, kau jangan berfikir bodoh dengan terus menuduh aku tanpa bisa kau buktikan sendiri. Baiklah, jika memang kau berfikir bahwa aku sudah kotor maka biarkan aku pergi, kau sudah membuat hidup ku cukup menderita selama 5 tahun ini dan sekarang sudah cukup semua penderitaan ini. Aku akan menggugat cerai kamu dan kita akan memiliki jalan kita masing masing dan aku harap setelah ini kau tidak akan menyesal atas perbuatan mu padaku, Mas.'' jawab Aira dengan nada sedikit terluka karena Saif masih mengira bahwa dirinya wanita yang kotor.
__ADS_1
Saat itu juga Aira pun langsung keluar dari rumah itu sambil menangis karena kini dia benar benar harus mengambil keputusan di dalam hidupnya untuk kebahagiaan dia. Aira akui bahwa dia masih mencintai Saif tapi dia benar benar sudah tidak bisa lagi bertahan di dalam rumah tangga tanpa cinta ini. Jadi mungkin ini sudah saatnya untuk Aira pergi meninggalkan Saif karena sudah cukup waktu 5 tahun ini untuk rasa sakit yang dilakukan oleh Saif pada Aira.