
Saat ini Aira baru pulang bekerja dan dia merasa begitu sangat lelah, dah Ibu Aira pun datang menghampiri Aira yang saat ini duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya.
''Aira, kamu kenapa? Kenapa kamu terlihat seperti memiliki beban, Nak?'' tanya Ibu Aira sambil menghampiri Aira dan duduk di sampingnya.
''Tidak apa apa, Bu. Hanya saja Aira merasa sangat lelah dan kini Aira sedang memikirkan tentang tawaran yang diberikan oleh Bos Aira kepada Aira.'' Aira mulai menceritakan tentang beban yang saat ini dia rasakan.
''Tawaran apa, Aira?'' Ibu Aira tampak terlihat begitu penasaran dengan tawaran apa yang di berikan oleh Bos Aira padanya.
''Aku mendapatkan tawaran bahwa Bos aku menginginkan Aira untuk menjadi sekretaris, Bu. Tapi entah kenapa Aira menjadi sedikit ragu dengan kemampuan Aira sendiri, Aira takut bahwa nanti Aira akan membuat Bos Aira menjadi kecewa.'' jawab Aira dengan mengatakan tentang tawaran yang di berikan oleh Bos nya kepada Aira.
''Kenapa kamu ragu, Aira? Bukankah dari dulu kamu sudah mengambil kuliah jurusan Administrasi perkantoran dan kamu juga memiliki nilai yang cukup bagus. Lalu apa yang membuat kamu ragu?''
__ADS_1
''Bu, bukankah Ibu tau bahwa dulu Aira tidak sampai lulus dan hanya mempelajari sedikit jurusan perkuliahan itu. Sejak masalah itu juga, Aira langsung berhenti kuliah dan menikah dengan Mas Saif. Meskipun nilai Aira bagus, tapi Aira tidak sampai lulus Bu. Bagaimana jika nanti Aira malah membuat masalah??'' Aira tampak menceritakan tentang kegundahannya yang saat ini dia rasakan kepada sang Ibu.
''Ibu tau, Nak. Dulu kau memang sampai tidak lulus dalam kuliah mu tapi Ibu yakin saat Bos mu memberikan penawaran seperti itu. Dia pasti sudah melihat kemampuan kamu dan dia juga yakin bahwa kamu mampu untuk melakukan semua pekerjaan itu,'' Ibu Aira pun berusaha untuk menyakinkan hati Aira bahwa dia bisa melakukan semuanya.
''Jika pun nanti kamu tidak bisa melakukannya, kamu seharusnya malah lebih giat belajar dan membuktikan bahwa kamu bisa, Aira. Sekarang keadaan Ibu dan juga Bapak mu sudah sangat renta, kami berdua tidak bisa memberikan yang terbaik bagi kamu, Nak. Kejarlah apa yang kamu inginkan, selagi kamu memiliki kesempatan untuk meraihnya. Sudah cukup kejadian di masa lalu yang membuat kamu harus menanggung rasa sakit yang sama tidak pernah kamu lakukan.'' Ibu Aira pun Tampak meneteskan air matanya saat dia mengingat bagaimana kejadian di masa lalu yang membuat Aira harus menanggung rasa sakit.
Aira langsung memegang tangan sang Ibu dan berusaha untuk menenangkan Ibunya.
Waktu pun berjalan begitu cepat, saat ini sudah waktunya Aira memberikan keputusan tentang tawaran yang di berikan oleh William pada Aira.
''Baiklah Aira, sekarang yang terpenting bagi kamu adalah kamu harus bisa membuat keluarga kamu bahagia dan memberikan rumah yang layak untuk mereka. Sekarang kamu buktikan kepada semua orang bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih baik dengan perjuangan mu sendiri.'' kata Aira saat dia kini berjalan menuju ke ruangan William untuk memberikan keputusan yang akan dia katakan kepada William.
__ADS_1
Saat ini Aira pun sudah berada di ruangan William dan dia pun juga sudah siap untuk mengatakan tentang keputusannya.
''Bagaimana, Aira? tanya William sambil menatap kearah Aira yang saat ini berada di depannya.
''Tuan, saya mau menjadi sekretaris Tuan tapi saya juga ingin mengatakan kepada Tuan bahwa kemampuan saya masih belum cukup banyak dalam bidang administrasi perkantoran. Jadi saya mohon untuk bimbingan nya, Tuan.'' jawab Aira dengan mengatakan kepada William tentang kemampuan nya.
William tersenyum lebar saat melihat bagaimana sikap Aira yang terlihat sangat sopan dan tidak melebih lebihkan kemampuannya sendiri. Karena kebanyakan orang yang diberikan tawaran untuk menjadi sekretaris dia akan berusaha untuk meyakinkan William bahwa dia bisa melakukan semua pekerjaan menjadi seorang sekretaris. Tapi setelah bekerja, William bisa melihat dengan jelas bagaimana kemampuan orang tersebut.
''Baiklah, kalau begitu mulai besok kamu akan menjadi sekretaris ku dan aku akan memberitahukan padamu tugas apa saja yang harus di lakukan oleh seorang sekretaris. Aku harap kamu sudah siap jika harus bekerja besok.''
''Baiklah Tuan, kalau begitu saya mohon untuk pamit dulu.'' jawab Aira dan dia pun berjalan keluar dari ruangan William.
__ADS_1