Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 36


__ADS_3

Malam hari kembali menyapa, setelah kencan pertama yang dilakukan oleh William dan juga Aira. Kini Aira masih membuka ke dua matanya, dia teringat akan kejadian dimana saat Aira dan juga William saling tertawa bersama. Entah mengapa Aira malah terus teringat akan kejadian malam ini sampai membuat Aira tidak bisa tertidur.


''Aakkh! Aira, kenapa kamu malah terpikirkan oleh Tuan William. Ingat Aira bahwa dia itu Bos kamu, jangan sampai kamu jatuh cinta padanya meskipun kau tau bahwa Tuan William menyukai kamu.'' Aira langsung tertunduk karena dia kini mulai merasa bahwa hatinya juga memiliki perasaan kepada William.


Aira pun berjalan menuju ke luar jendela, saat ini Aira merasakan hembusan angin malam yang menerpa wajahnya. Aira merasakan bagaimana hembusan angin ini membawa sejuta bayangan saat Aira bersama dengan William. Kejadian demi kejadian saat pertama kali Aira dan juga William bertemu pun terngiang di dalam benak Aira.


''Mas Will, akankah kau benar-benar lelaki yang tepat untuk aku cintai? Aku sudah pernah gagal satu kali dan kini haruskah aku memercayakan kembali hati ini padamu?'' Aira menghela nafas berat dan memejamkan matanya seraya mengingat kembali tentang kejadian dimana dia yang kala itu yang menikah dengan Saif.


Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari depan pintu kamar Aira.

__ADS_1


''Kenapa tidak Aira? Kamu jangan pernah memandang satu lelaki itu sama dengan lelaki lainnya,'' kata Ibu Aira yang saat ini berada di belakang Aira.


''Ibu??'' Aira cukup terkejut saat dia melihat kedatangan Ibunya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.


''Ada apa Aira? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?'' tanya Ibu Aira yang saat itu berada di samping Aira.


''Bu, apakah salah jika Aira memilih untuk hidup sendiri? Aira benar-benar sangat takut, Bu. Aira takut bahwa nanti hati Aira akan kembali sakit,'' ucap Aira dengan mengatakan tentang apa yang dia takutkan saat menjalani hubungan dengan lelaki baru seperti William.


''Aira, kenapa sekarang kau terlihat seperti wanita yang lemah, Nak? Ibu sama sekali tidak mengenali anak Ibu sendiri, kemana sifat anak Ibu yang dulu penuh semangat dan juga tidak takut untuk jatuh ataupun terluka. Ibu tau bahwa kau memiliki masa lalu yang kelam, Saif memperlakukan kamu dengan tidak baik dan bahkan sampai menyiksa kamu. Kamu sudah benar Nak dengan meminta pisah kepada Saif karena dia benar-benar lelaki yang tidak baik bagi kamu. Ibu tau kau mungkin merasakan sedikit rasa trauma saat pernikahan mu dengan Saif, tapi bukan berarti kau harus menutup hati kamu untuk selama-lamanya. Kau berhak bahagia, dan jangan membuat rasa luka di hati mu ini untuk kau takut memulai hubungan baru dengan lelaki lain, Aira.'' Ibu Aira pun menjelaskan sedikit tentang perasaan kepada Aira.

__ADS_1


Aira hanya diam sambil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ibunya.


''Kau tau, Nak. Kehidupan itu seperti sebuah pelajaran, sebagai contoh saat kamu belajar menaiki sepeda. Saat itu kau pasti akan sering jatuh dan terluka tapi jika kau memutuskan untuk berhenti karena rasa takut dari jatuh dan terluka maka kau selamanya tidak akan mengetahui bagaimana caranya mengendarai sepeda. Tapi jika kamu mau berusaha, kau pasti akan bisa mengendarai sepeda itu. Aira, Ibu tidak ingin memaksa kamu untuk menjalin hubungan dengan lelaki karena Ibu juga mengerti bahwa saat ini ada rasa trauma di dalam hati kamu, hanya saja Ibu mengatakan semua ini agar kau mengerti dan bisa mengambil keputusan kamu sendiri.'' Ibu Aira benar-benar memberikan arahan kepada Aira agar dia tidak merasa bingung dengan keputusan yang akan dia ambil nantinya.


''Baiklah Bu, terima kasih banyak karena Ibu mau mendengarkan curahan hati Aira.'' Aira langsung memeluk Ibunya seraya mengucapkan rasa terima kasih karena sudah mau membantu Aira.


''Iya Nak, sama sama. Sekarang kamu cepat tidur karena ini sudah sangat malam.'' Ibu Aira pun mencium kening sang anak dan meminta dia untuk segera pergi tidur.


''Baiklah Bu, selamat malam,'' jawab Aira sambil menatap Ibunya yang saat ini berjalan keluar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2