
Saat ini William pun mengetuk pintu kamar mandinya, dia benar-benar tidak sabar untuk segera melakukan malam pertamanya bersama dengan Aira.
''Aira, kamu ada di dalam? Apakah kamu belum selesai?'' William terus mengetuk pintu kamar mandinya dan memanggil Aira.
Kini Aira pun menghapus air matanya dan berusaha untuk terlihat biasa saja, Aira harus bisa bersandiwara dan berpura-pura bahwa dia tidak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.
Aira pun berjalan keluar dari dalam kamar mandi dan kini dia sudah mengganti pakaiannya. William menatap kearah Aira yang malah berpakaian gamis dengan kepala yang masih di tutupi oleh kerudung.
''Sayang, kenapa kamu masih memakai pakaian seperti itu dan kenapa juga kamu tidak melepas hijab kamu di depan aku. Bukankah aku adalah suami kamu sekarang dan aku juga sudah menjadi muhrim kamu jadi aku seharusnya kamu tidak perlu lagi untuk menutupi diri kamu dengan hijab ini, Aira.'' William tampak merasa bingung dengan Aira yang masih memakai pakaian tertutup di depannya.
__ADS_1
''Tidak apa-apa, Mas. Hanya saja aku aku sudah terbiasa tidur dengan memakai pakaian seperti ini.'' Aira pun mencari alasan agar membuat William percaya dengan dirinya.
Setelah mengetahui niat jahat dari William, kini Aira bersikap lebih menjaga jarak dengan William, Aira bahkan mengganggap William sebagai orang asing jadi dia pun kini harus berpakaian tertutup di depan William.
''Tapi Sayang, bukankah kita akan melakukan malam pertama kita, lalu jika kamu menutup diri kamu dengan pakaian seperti ini. Bagaimana bisa aku menyentuh kamu?'' William tampak mengatakan tentang malam pertamanya kepada Aira.
Aira pun tersenyum kearah William yang saat ini terlihat sangat memohon kepada dirinya.
''Apah? Kamu datang bulan sekarang? Tapi kenapa harus sekarang, Sayang. Kau tau bahwa aku sudah menunggu sangat lama untuk bisa menikmati malam pertama ini dan sekarang kamu bilang bahwa kamu sedang datang bulan. Akkhh!! Sungguh menyebalkan!'' William tampak begitu sangat marah dan kini dia pun merajuk dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
Aira pun tersenyum sinis saat melihat bagaimana ekspresi wajah William yang terlihat sangat kesal.
''Mas, kamu yang sabar ya. Aku juga tidak menyangka bahwa tamu bulanan ku akan datang sekarang dan kita harus menunda mal pertama kita.'' Aira tampak menepuk punggung sang suami agar dia merasa tenang dan tidak marah lagi.
''Baiklah, kalau begitu ayo kita istirahat saja.'' William pun langsung berjalan ke ranjangnya dan tidur.
Kini Aira menatap kearah depan dengan tatapan tajamnya. Dia benar-benar memiliki seribu rencana untuk membuat William sadar bahwa apa yang dia rencanakan pada Aira akan berbalik padanya.
''Ya Allah, aku memang berdosa karena telah berbohong kepada suami ku sendiri, tapi bagaimana bisa aku menyerahkan harta yang paling berharga di dalam diriku sedangkan dia memiliki rencana buruk padaku. Maafkan hamba Ya Allah, karena akan banyak berbohong setelah ini tapi percayalah hamba melakukan semua ini karena hamba benar-benar sangat terpaksa.'' Aira tampak menundukkan kepalanya dengan bergumam meminta pengampunan kepada sang Khaliq atas perbuatan Aira yang berbohong kepada William.
__ADS_1
Kini William hanya bisa memejamkan matanya dengan perasaan kesal, William sangat kesal karena rencananya yang sudah dia susun hancur berantakan.