
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, Callista benar-benar sangat marah.
''Apa maksud mu berkata seperti itu, Carissa? Jangan bilang bahwa kau sudah tidur bersama dengan William?'' tanya Callista dengan amarah di dalam hatinya saat Aira mengetahui bahwa sebenarnya William sama sekali belum pernah menyentuh dirinya.
William yang tadi langsung berpamitan untuk kembali ke kantor pun sama sekali tidak mengetahui bahwa sebenarnya ke dua istrinya saat ini sedang bertengkar.
Aira tersenyum sinis saat dia mendengar bahwa saat ini Callista terlihat sangat marah padanya. Sudah cukup bagi Aira untuk terus mengalah kepada Callista dan kini dia ingin menunjukkan bahwa tidak semua wanita gampang untuk dia tindas termaksud dirinya.
__ADS_1
''Aku sangat lelah, sebaiknya kita bicarakan nanti saja ya, Bye Callista,'' jawab Aira dengan berjalan untuk masuk ke dalam kamarnya tapi Callista sama sekali tidak membiarkan Aira untuk pergi.
Dia masih berusaha untuk menahan Aira agar dia mau mengatakan tentang apa yang sebenarnya terjadi kepada William dan juga Aira.
''Aira, kau jawab aku dulu. Apakah kau sudah pernah melakukan hubungan suami istri dengan William?'' tanya Callista dengan menahan tangan Aira agar dia tidak pergi.
'' Callista, jika memang aku sudah melakukan hubungan suami istri dengan William lalu kenapa? Bukankah kami berdua juga pasangan suami istri dan kami berdua juga sudah di akui oleh negara dan juga agama bahwa kami benar-benar adalah suami istri, sedangkan kamu? Kamu hanya istri di atas kertas William, dunia juga tidak tau bahwa kau adalah istri dari William karena yang mereka tau adalah aku bukan kamu,'' jawab Aira dengan berusaha untuk memprovokasi Callista agar dia mau membuat William untuk mengakui dia sebagai istrinya.
__ADS_1
Saat ini Aira memiliki rencana dengan menggunakan Callista sebagai umpannya. Dia ingin agar Callista mau memaksa William untuk mengakui dia sebagai istrinya dengan begitu Aira memiliki alasan untuk menceraikan William karena dia benar-benar tidak ingin hidup dalam lingkungan yang kejam ini.
Callista benar-benar sangat marah saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aira, Callista berfikir bahwa tidak langsung Aira sedang menghina dirinya yang saat ini hanya istri di atas kertas William.
''Heh, kau jangan bangga dulu, Aira. Kau seharusnya sudah tau kan kenapa William menikahi kamu. Dia hanya menginginkan sebuah keturunan dan karena keadaan aku yang lemah William tidak mau memaksa aku untuk melahirkan anak untuk dia maka dari itu William mencari seorang wanita agar dia bisa bisa melahirkan seorang pewaris di keluarga Ribery jadi kau jangan bangga dulu, Aira karena sebenarnya kau tidak lebih dari sebuah mesin pembuat anak,'' balas Callista dengan kembali menghina Aira dengan mengatakan bahwa dia hanya di jadikan mesin pembuat anak.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Callista, Aira pun tertawa karena baginya apa yang dikatakan oleh Callista benar-benar ingin membuat dirinya untuk tertawa.
__ADS_1
''Hahaha, Callista Callista, kau ini ternyata cantik tapi sayang kau itu bodoh! Kau tidak mengerti maksud dari mereka. Tentu saja mereka mengatakan semua itu karena mereka masih membutuhkan kamu dan kenapa mereka menginginkan anak dari wanita lain karena mereka tau bahwa tubuh mu yang lemah itu tidak akan bisa memberikan keturunan kepada keluarga Ribery maka dari itu mereka meminta aku untuk melahirkan anak dan setelah anak itu lahir maka orang pertama yang akan di usir adalah kamu karena kamu sudah tidak berguna lagi bagi mereka,'' ucap Aira dengan nada sinisnya sambil tersenyum sinis kearah Callista yang saat ini sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Aira.