Kesucian Yang Diragukan

Kesucian Yang Diragukan
episode 43


__ADS_3

Setelah beberapa hari mereka berdua menikah, antara William dan juga Aira sama sekali terlihat seperti dua orang asing. Aira selalu menghindari William saat William ingin bermesraan dengan Aira karena Aira tau bahwa semua itu hanyalah sebuah alibi untuk membuat Aira jatuh cinta padanya dan mau melahirkan anak untuk dirinya.


Seperti saat ini, Aira sedang ingin tidur akan tetapi tiba-tiba William datang dan langsung menarik tangan Aira. Aira yang merasa belum siap pun cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh William sehingga membuat dia jatuh di pelukan William.


"Akkhh!" teriak Aira dengan wajah terkejutnya dan dia jatuh di pelukan William.


"Mas, kamu ini apa-apaan sih? Ngapain kamu narik tangan aku sampai membuat aku terkejut seperti ini!" Aira tampak memarahi William yang tiba-tiba menarik tangannya.


William hanya diam sambil tersenyum kearah Aira, dia bahkan terlihat sangat bahagia saat dia berhasil membuat Aira terkejut.


"Mas, sekarang lepaskan aku!" Aira pun berusaha untuk melepaskan pelukannya dari William tapi William benar-benar memeluk Aira dengan sangat erat sehingga membuat Aira kesusahan untuk melepaskan pelukan dari William.


"Tidak! Sayang, kita sudah menikah dan kenapa kamu masih terlihat malu seperti itu padaku. Aku ini sudah menjadi suami kamu, Aira kau tidak perlu merasa canggung sama aku, aku juga ingin bermesraan dengan kamu, Sayang." William pun bersikap manja kepada Aira bahkan saat ini William pun mencium pipi Aira.

__ADS_1


Aira langsung mendorong tubuh William agar dia menjauh darinya, Aira benar-benar tidak ingin berada di dekat William apalagi tadi William sampai mencium pipinya.


William cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aira padanya, Aira yang mendorong tubuh William membuat William merasa bahwa saat ini Aira benar-benar tidak ingin untuk William sentuh.


"Aira, kenapa kamu harus mendorong ku seperti ini? Aku ini adalah suami kamu bukan musuh kamu, Aira?" William merasa sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aira padanya.


Aira menjadi terdiam karena dia benar-benar tidak menyadari dengan apa yang dia lakukan kepada William. Aira hanya ingin menjaga dirinya dari William.


"Aku..tadi aku benar-benar tidak sengaja, Mas. Aku hanya takut bahwa kau tidak bisa menahan diri kamu sedangkan saat ini aku sedang datang bulan. Mas, kamu tau kan bahwa saat ini aku sedang datang bulan dan tidak seharusnya kamu bermesraan dengan aku." Aira berusaha untuk mencari alasan agar William tidak curiga padanya bahwa saat ini Aira sudah mengetahui rencana jahat William padanya.


"Mas, kamu jangan mendekat!" Aira langsung menahan William agar tidak jauh darinya.


William pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap aneh kearah Aira.

__ADS_1


"Ada apa lagi, Sayang?" William tampak begitu sangat frustasi dengan sikap Aira padanya.


"Aku ingin ke kamar mandi, perutku mules Mas!" Aira langsung berlari meninggalkan William dan langsung menutup pintu kamarnya agar William tidak bisa masuk ke dalam kamarnya.


"A..Ira.." William merasa sangat frustasi dan langsung mengacak-acak rambutnya.


Pagi hari pun kembali menyapa, seperti janjinya waktu itu bahwa William akan menjemput kedatangan keluarganya di negara ini. William saat ini tampak sedang menunggu kedatang mereka semua di bandara dan tak lama kemudian keluarga William pun datang.


Seorang wanita cantik langsung berlari kearah William dengan tersenyum lebar dan langsung memeluk William dengan perasaan bahagia.


"Honey? Aku sangat rindu sama kamu," ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Callista istri pertama dari William.


William pun membalas pelukan Callista dengan tersenyum lebar karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Callista dan juga keluarganya.

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukan kamu, Honey," jawab William dengan mencium kening Callista.


Setelah selesai berpelukan dengan Callista dan melepaskan rasa rindunya, kini William juga menyapa ke dua orang tuanya. Meraka pun mengobrol sebentar dengan menanyakan tentang kabar mereka masing-masing dan setelah itu William pun menyuruh mereka untuk pergi ke mobil yang sudah William siapkan untuk kedatangan mereka bertiga.


__ADS_2