
Saat ini Aira pun berjalan menuju ke ruangan William dengan perasaan gugup, dia sama sekali belum siap jika harus bertemu kembali dengan William yang kini ternyata menjadi atasannya.
''Aira, bagaimana ini? Kamu harus kembali bertemu dengan William. Apa kata dia nantinya jika dia tau bahwa aku kini menjadi bawahannya. Tapi kau harus tenang Aira, kau pasti bisa menghadapi semua ini, baiklah sekarang kamu harus masuk ke dalam dan jawab apapun yang dia tanyakan.'' Kini Aira pun berusaha untuk membuat dirinya tenang saat dia nantinya menghadapi William.
Aira pun mengetuk pintu ruangan William dan setelah itu suara dari dalam ruangan itu menyuruh Aira untuk masuk ke dalam.
''Masuk!!'' dan tanpa pikir panjang lagi Aira pun langsung masuk ke dalam ruangan William.
Dia kini menundukkan kepalanya sambil berjalan masuk ke dalam ruangan William, meskipun tadi dia sudah berusaha untuk membuat dirinya merasa tenang tapi rasa gugup itu masih saja ada di dalam diri Aira.
''Selamat pagi Tuan, kenapa Tuan menyuruh saya datang ke sini??'' tanya Aira langsung bertanya tentang maksud William menyuruh dia untuk datang ke perusahaannya.
William cukup terkejut dengan nada suara yang sangat tidak asing bagi dirinya, William pun menatap kearah sumber suara tersebut dan benar saja kini dia melihat bahwa wanita yang selama beberapa hari lalu selalu mengganggu pikirannya kini malah berada di depannya. William langsung tersenyum saat melihat kehadiran Aira, tapi dengan cepat dia langsung membuang perasaan bahagianya itu karena dia tau bahwa Aira sudah menikah. Waktu pertemuannya di taman 2 bulan yang lalu membuat William mengurungkan niatnya untuk mendekati Aira.
__ADS_1
''Kamu??. Jadi kamu bekerja di perusahaan ku??'' tanya William dengan wajah cukup terkejut karena dia malah bertemu dengan Aira kembali.
''Iya Tuan, saya memang bekerja disini. Maaf kenapa Tuan memanggil saya ke sini??.jawab Aira dan dia pun seperti ingin segera pergi dari ruangan ini.
''Ah iya, aku hanya ingin bertanya sama kamu. Apakah kamu yang mengerjakan semua berkas ini??'' tanya William sambil memberikan berkas tersebut kepada Aira.
Aira pun melihat berkas tersebut dan dia memang mengakui bahwa dia lah yang mengerjakan berkas itu.
''Tidak ada,'' Aira langsung bernafas lega saat William mengatakan tidak ada masalah dalam berkas tersebut.
''Hanya saja aku sangat kagum dengan kinerja kamu yang sangat bagus ini. Aku ingin memberikan sebuah penawaran untuk kamu, aku ingin kamu menjadi sekretaris ku karena melihat dari cara kamu bekerja juga pemikiran-pemikiran kamu ini, aku sangat ingin kamu menjadi sekretaris ku. Bagaimana??'' ucap William dengan mengatakan maksud dari William memanggil Aira datang ke ruangannya.
''Tapu Tuan, saya baru satu bulan bekerja di sini. Bagaimana bisa saya langsung naik jabatan menjadi sekretaris Tuan.'' Aira tampak begitu ragu saat William menawarkan dia untuk menjadi sekretaris nya.
__ADS_1
''Kau tau, aku sama sekali tidak pernah memandang sesuatu dari lama dia bekerja. Aku melihat seseorang dari kemampuannya dan aku mengakuinya bahwa kemampuan kamu cukup bagus.''
''Tapi Tuan, saya-''
''Aira, kamu jangan ragu atas kemampuan kamu sendiri. Sekarang kamu mau menerima penawaran ku atau tidak??, semua keputusan ada di tangan kamu tapi saya harap kamu menerima keputusan ini karena saya yakin bahwa kamu bisa menanggung semua pekerjaan menjadi seorang sekretaris.'' William Langsung memotong pembicaraan Aira.
''Tuan, mohon berikan saya waktu untuk memikirkannya karena saya tidak bisa menerima sesuatu keputusan tanpa kesebuah kesiapan. Tolong berikan saya waktu, Tuan.'' Aira meminta waktu kepada William untuk menjawab semua penawaran yang diberikan oleh William.
''Baiklah, kalau begitu aku akan memberikan kamu waktu 2 hari untuk memikirkannya dan setelah 2 hari ini aku menginginkan sebuah keputusan dari kamu. Sekarang kamu boleh keluar.''
''Baiklah Tuan, terima kasih banyak.'' jawab Aira lalu dia pun berjalan keluar dari ruangan William.
Sebenarnya dia dulu waktu kuliah memang mengambil jurusan menjadi seorang sekretaris hanya saja dia tidak begitu yakin saat dia harus bekerja dengan William. Dan kini Aira terpaksa untuk meminta waktu kepada William agar dia tidak salah mengambil keputusan.
__ADS_1