
Melihat Aira yang memeluk lengan William membuat Callista merasa marah padanya, tapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak membuat masalah di acara pesta ini.
''Tenang Callista, kau harus tenang. Ingat bahwa dia hanya akan menjadi istri untuk mengandung saja setelah itu dia akan di lempar dari keluarga William. Kau tidak boleh merasa cemburu hanya pada wanita seperti itu, ingat yang akan menjadi Nyonya di keluarga ini adalah kamu bukan dia. Jadi kau tidak perlu merasa cemburu padanya,'' ucap Callista di dalam hatinya dengan berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak termakan emosi.
Kini Callista pun kembali tersenyum kearah Aira, dia mendekati Aira berusaha untuk dekat dengannya.
''Oh iya Kakak Ipar, karena sekarang kamu adalah istri dari William jadi bolehkan aku memanggil Kakak ipar agar kita berdua juga dekat,'' kata Callista dengan mendekati Aira.
Aira hanya diam dengan berusaha mencari tau tentang apa sebenarnya rencana Callista padanya.
''Tentu saja karena bagaimanapun juga kita adalah keluarga, benarkan Mas?'' tanya Aira kepada William.
''Ah, iya Sayang, kita semua adalah keluarga,'' jawab William dengan wajah gugupnya.
__ADS_1
''Kamu kenapa gugup seperti itu sih Mas? Aku lihat semenjak Callista berada disini, kamu terlihat sangat gugup atau jangan-jangan kalian berdua memiliki hubungan ya,'' kata Aira dengan menunjuk kearah Callista dan juga William.
Mendengar perkataan Aira, semua orang cukup terkejut atas apa yang dikatakan oleh Aira. Alta tersenyum puas saat melihat wajah terkejut mereka semua.
''Hahaha! Kenapa wajah kalian harus tegang seperti itu, aku hanya bercanda kok,'' kata Aira dengan menggoda mereka semua, bahkan Aira membuat lelucon yang membuat mereka terlihat sangat panik.
Wajah tegang mereka semua langsung hilang saat Aira hanya mengatakan bahwa dia becanda saja.
''Ah, Sayang. Kamu ini becanda nya gak lucu,'' kata William sambil memeluk Aira dan tersenyum canggung.
''Maafkan aku Mom, aku benar-benar sangat suka becanda jadi kalian jangan terkejut ya saat aku becanda,'' jawab Aira dengan tersenyum kearah mereka semua.
Suasana yang tadinya tegang kini sudah mulai tenang kembali, kedua orang tua William juga menyambut para tamu begitu juga dengan William dan juga Callista. Sedangkan Aira, dia hanya diam duduk sambil melihat kearah mereka semua. Sebenarnya tadi William sudah mengajak Aira untuk menyambut para tamu undangan hanya saja Aira menolaknya dengan alasan lelah.
__ADS_1
Kini Aira yang merasa bosan pun berjalan menuju ke balkon gedung tersebut, Aira menatap kearah langit-langit yang di penuhi oleh ribuan bintang. Aira tersenyum saat dia mengingat bagaimana indahnya malam ini.
''Lihat saja bahkan langit pun juga ikut merayakan pesta ini dengan cuaca yang sangat indah. Tempat ini sangat ramai tapi sayang yang aku rasakan saat ini adalah kesepian,'' gumam Aira lalu menundukkan kepalanya.
Sedangkan dari kejauhan, saat ini sepasang mata tengah menatap kearah Aira. Dia adalah Saif, sejak tadi Saif selalu mengikuti kemana Aira pergi dan karena keadaan sepi Saif langsung menghampiri Aira.
''Aira!'' panggil Saif dan Aira pun langsung menoleh kearah Saif.
Aira benar-benar sangat terkejut saat mendengar suara yang sangat familiar itu dan benar saja saat dia menoleh kearah belakang, Saif lah yang memanggil dirinya.
''Mas Saif? Kamu ngapain ke sini?'' tanya Aira dengan menatap tajam kearah Saif.
''Seharusnya aku yang bertanya sama kamu, kenapa kamu bisa berada di sini? Jangan bilang bahwa Tuan William tidak mau kamu menemani dia untuk menyambut para tamu dan malah memilih wanita lain. Heh Aira, meski kamu merubah penampilan kamu secantik mungkin, kau akan tetap menjadi wanita kampungan. Kau sama sekali tidak akan pernah berubah menjadi wanita berkelas karena kau berasal dari kampung!'' maki Saif dengan tertawa saat melihat Aira yang berdiam diri seorang diri.
__ADS_1
''Oh ya, kau benar Mas. Aku memang berasal dari kampung dan aku memang wanita kampungan tapi aku sama sekali tidak pernah merendahkan derajat aku kepada orang lain. Kau memiliki nyali yang besar, kau berani menghina istri dari Bos mu. Mas, aku bisa melakukan apapun untuk membuat kamu menderita, aku bahkan bisa membuat kamu di pecat dari perusahaan William dan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi. Aku bisa melakukan semuanya, jadi tutup mulut kotor mu itu, jangan sampai aku membuat kamu menjadi gelandangan!'' kata Aira dengan melawan Saif bahkan dia tersenyum sinis kearah Saif yang saat ini terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Aira padanya.
Aira pun langsung meninggalkan Saif yang masih diam tanpa mengucapkan apapun.