
Saat ini Saif pun menatap kearah Aira dengan tatapan tajam, dia benar benar tidak menyangka bahwa ternyata menjadi sekretaris dari William. William pun menatap kearah Saif yang saat ini dia terus menatap kearah Aira.
''Ada apa Saif, kenapa kau terus melihat kearah sekretaris ku?'' William langsung menegur Saif yang sejak tadi melihat kearah Aira.
''Tidak apa apa, Tuan. Kalau begitu saya mohon untuk pamit dulu.'' jawab Saif dan dia pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Dan saat ini Saif pun masuk ke dalam ruangannya dengan perasaan kesalnya karena dia tidak menyangka bahwa ternyata Aira malah menjadi sekretaris di perusahaan ini.
''Sial! Bagaimana bisa wanita itu menjadi sekretaris di perusahaan ini dan bodohnya aku malah baru mengetahuinya sekarang. Semua ini karena Tuan William selalu mengirim aku untuk memantau proyek baru lagi. Sial!'' maki Saif dengan perasaan kesalnya.
Waktu pun menjelang sore dan kini Aira sedang bersiap untuk pulang karena pekerjaan dia pun juga sudah selesai jadi sekarang Aira membereskan semua barang barangnya untuk bersiap pulang.
''Alhamdulillah, akhirnya selesai juga pekerjaan aku dan sekarang sudah waktunya untuk aku pulang.'' ucap Aira dan langsung mengambil tasnya.
__ADS_1
Aira pun baru saja turun dari lift nya dan dia malah tidak sengaja melihat Saif yang saat ini menatap kearahnya. Aira yang sama sekali tidak ingin bertemu dengan Saif pun langsung menghindari Saif sambil berlari. Saif yang melihat Aira berlari pun langsung mengejarnya karena entah mengapa dia merasa sangat marah saat melihat Aira malah menjadi sekretaris dari William dan selama ini Aira malah menyembunyikan tentang pekerjaan ini padanya.
''Aira tunggu aku!'' teriak Saif sambil mengejar Aira.
Aira yang saat itu berlari dengan mudahnya di kejar oleh Saif yang tentu saja langkah dia lebih cepat dari Aira. Saif langsung menarik tangan Aira agar dia tidak pergi lagi.
''Kau mau pergi kemana, Aira? Kau harus menjelaskan semua ini padaku!'' ucap Saif dengan nada kesalnya kepada Aira.
Aira langsung melepaskan tangan Saif yang memegang dirinya.
Saif pun tersenyum sinis saat melihat bagaimana ekspresi Aira yang kini terlihat lebih agresif padanya.
''Ternyata selama beberapa bulan ini tidak bertemu dengan mu, kau banyak berubah ya. Aku hanya ingin tau Aira, apakah kau selama ini bekerja sebagai sekretaris Tuan William di belakang ku dan kau sama sekali tidak memberitahukan padaku? Itu benar?'' tanya Saif dengan menatap tajam kearah Aira.
__ADS_1
''Kenapa Mas, kenapa kau bertanya seperti itu padaku? Apakah kamu takut aku saingi atau kamu takut bahwa aku menjadi orang yang sukses setelah kita berpisah?''
''Jangan mengalihkan pembicaraan ku, Aira. Sekarang kau jawab pertanyaan ku tadi.'' Saif tampak sangat serius dengan menatap tajam kearah Aira.
''Baiklah jika kau memaksa. Sebenarnya aku sudah lama bekerja di sini, dan itu sekitar 3 bulanan dan aku di angkat menjadi sekretaris baru kemarin dan hari ini adalah hari pertama aku bekerja menjadi seorang sekretaris. Sudah puas, sekarang biarkan aku pergi!'' Aira pun langsung berjalan untuk pergi meninggalkan Saif.
Tapi Saif masih menahan tangan Aira agar dia tidak pergi terlebih dahulu karena dia masih ada sesuatu yang harus dibicarakan kepada Aira.
''Tunggu dulu, aku masih belum selesai dengan semua ini. Apa maksud mu Aira dengan menjadi sekretaris dari Tuan William, jangan bilang bahwa kau ingin merayu Tuan William dan berharap menjadi Nyonya di keluarga kaya raya ini,'' Saif tampak menuduh Aira bahwa dia menjadi sekretaris dari William hanya untuk menginginkan menjadi istri dari William.
Aira pun menatap tajam ke arah Saif yang sudah menuduhnya yang tidak tidak.
''Inikah alasan mu selama ini, mengapa kau sangat ingin berpisah dengan ku? Jadi karena kau ingin menggoda Tuan William?'' Aira tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan oleh Saif padanya.
__ADS_1
Dia pun menggelengkan kepalanya karena Saif masih berfikir bahwa dia wanita murahan yang mengejar seorang lelaki demi tujuan tertentu.
''Jika iya memang kenapa? Mas, ingat ya kita sudah tidak memiliki hubungan apapun. Kita sudah berpisah dan terserah aku jika aku mau menggoda siapapun termaksud Tuan William. Kau sama sekali tidak memiliki hak untuk mengatur ku dan mulai sekarang jangan pernah ikut campur dalam masalah pribadi ku. Urus saja urusan mu sendiri dengan wanita malam mu itu!'' jawab Aira dengan nada cukup tinggi kepada Saif dan Aira pun langsung meninggalkan Saif yang saat ini masih diam menatap kepergian Aira.