
Kini Aira sedang membawa berkas untuk menuju ke ruangan William, Aira tampak terlihat gugup karena dia merasa bahwa semenjak Aira tau bahwa William menyukai dirinya, Aira menjadi sedikit canggung untuk bertemu dengan William.
''Baiklah Aira, kau harus tenang. Jangan terlihat gugup seperti ini.'' Aira pun mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya dengan perlahan.
Aira pun langsung membuka pintu ruangan William dan kini berjalan dengan menuju ke ruangan William.
''Tuan, ini adalah berkas yang Tuan inginkan,'' ucap Aira dengan memberikan berkas tersebut kepada William.
William yang saat ini berada di depannya pun cukup merasa senang saat ini melihat kedatangan Aira.
''Taruh di sini saja, Aira.'' William meminta Aira untuk menaruh berkas tersebut di mejanya dan kini Aira pun menaruh berkas tersebut di mejanya.
Saat menatap kearah Aira, dia benar-benar terpesona akan kecantikan Aira yang terlihat natural.
__ADS_1
''Baiklah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu.'' Aira pun berjalan keluar dari ruangan William.
''Tunggu dulu, Aira,'' kata William seraya menahan Aira untuk tidak pergi terlebih dahulu.
''Ada apa Tuan?'' Aira menoleh kearah William yang saat ini sedang memanggil dirinya.
''Apakah malam ini kamu ada acara? Bolehkah aku mengajak kamu untuk menonton film?'' William tampak tersenyum canggung kepada Aira saat dia ingin mengajak Aira untuk pergi menonton.
''Tuan, maafkan saya tapi saya takut malam ini saya memiliki pekerjaan lain. Jadi lain kali saja ya, maafkan saya Tuan.'' Aira kembali menolak ajakan William untuk mengajak dirinya pergi.
William tampak terlihat sedih saat dia kembali mendengar bahwa Aira kembali menolak ajakan dirinya untuk pergi bersama.
''Baiklah, tidak apa-apa. Kita bisa pergi lain waktu saja, tetapi ini sudah berapa puluh kali kamu menolak ajakan ku, Aira. Apakah aku benar-benar tidak memiliki kesempatan di hatimu? Aira, apa yang membuat kamu sangat takut pada sebuah hubungan baru?'' William terlihat sedih dan bertanya kepada Aira kenapa dia sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi William untuk dekat dengan Aira.
__ADS_1
Selama ini Aira selalu menolak ajakan William untuk pergi bersama dengan dirinya, entah lah tapi Aira benar-benar tidak ingin memberikan harapan kepada William karena dia takut bahwa nanti dia akan mengecewakan William jika hatinya tidak mencintai William.
''Tuan, aku benar-benar tidak mau memberikan harapan apapun kepada, Tuan. Saya takut bahwa nanti saya akan membuat Tuan kecewa jika nantinya saya malah tetap tidak bisa membalas perasaan Tuan kepada saya. Maafkan saya Tuan, lebih baik Tuan mencari wanita yang lebih baik dari saya. Saya ini hanya seorang janda miskin yang tidak memiliki apapun, sedangkan Tuan. Tuan adalah seorang pengusaha yang sangat terkenal, Tuan berasal dari keluarga yang kaya dan dunia kita saja sangat jauh berbeda. Bagaimana bisa kita harus terikat di dalam sebuah hubungan Tuan jika nantinya hanya ada luka di antara kita berdua.'' Aira pun tampak mengatakan tentang kehidupannya yang sangat berbeda kepada William.
Aira sadar akan dirinya yang hanya seorang janda dan tidak memiliki kekayaan seperti William. Sedangkan William, dia adalah salah satu pengusaha yang terkenal, dia juga sangat tampan dan memiliki kekayaan yang berlimpah. Bagaimana bisa mereka berdua bisa bersanding sedangkan dunia mereka berdua berbeda.
William langsung menghampiri Aira yang saat itu berbicara seperti itu padanya, dia menatap kearah Aira dengan tatapan sendu.
''Aira, apakah aku pernah menuntut kamu untuk menjadi seseorang yang sempurna? Aku sama sekali tidak peduli dengan status mu, aku tidak peduli dengan kau yang menjadi seorang janda, aku juga peduli jika kau berasal dari kelas miskin. Aira, aku mencintai kamu dengan tulus di dalam lubuk hati ku yang paling dalam, aku benar-benar ingin kau menjadi istri ku dan kita memiliki kehidupan yang bahagia. Aku tidak peduli dengan apa yang mereka bilang tentang kamu dan aku tidak pernah membeda status dan derajat kita. Jika aku bisa memilih, aku juga tidak ingin memiliki perasaan terhadap mu karena aku tau bahwa kau masih belum sepenuhnya sembuh akan luka di masa lalu mu, tapi ini hati ku yang telah memilih kamu Aira dan aku yakin bahwa pilihan hati tidak akan pernah salah, aku yakin bahwa kau adalah wanita yang tepat untuk menjadi ibu dari anak-anakku, Aira.'' William mengatakan semua itu dengan menatap penuh cinta kepada Aira.
Aira yang saat ini mendengar ucapan William pun menjadi tersentuh dan akhirnya kini Aira pun menganggukkan kepalanya.
''Baiklah Tuan, nanti malam kita akan pergi bersama,'' jawab Aira dan jawaban Aira itu membuat William sangat bahagia karena akhirnya Aira mau memberikan dia kesempatan untuk membuka hatinya.
__ADS_1