
" Argggggggggghhhhh Tidak...."
Suara Teriakan menggema mengisi disudut Kamar minimalis milik Gadis cantik bernama Alula Zafira,Ya Gadis berusia Dua puluh satu tahun itu Harus mengalami kejadian pahit dalak Hidupnya.Dia kehilangan Kesuciannya yang direnggut paksa Oleh seseorang yang tidak dia kenal,sepulang Dari Tempat dimana dia bekerja disebuah Butiq Pakaian Muslim disalah satu Pusat kota dimana dia Tinggal.
" Lula lula sadar nak,istigfar." Bu jizah Ibu Lula yang baru saja masuk kedalam kamar putrinya itu langsung memeluk Tubuh Lula yang Tengah Gemetar menahan Amarah,Emosi Lula saat ini sangat tidak stabil pasca insiden Tiga Hari yang lalu.
" Lepaskan Lula bu,Lula kotor bu,lula pengen mati." Lula berusaha memberontak dari dekapan sang ibu yang kini tengah memeluk dan menangisinya
" Ya Allah nak,istighfar sayang sebut nama Allah." bu jizah menangis tersedu sedu melihat keadaan putri bungsunya yang sangat kacau.
Ya Alula Atau yang biasa Disapa Lula itu Anak dari Bu jizah dan pak Imran,dia Dua bersaudara,Lula mempunyai kakak perempuan bernama Azura Zafana,yang Umurnya selisih empat tahun lebih tua dari Alula.
" Lula ini kotor buk,lula tidak pantas untuk hidup,Lula sudah tidak suci lagi buk,lula ingin mati saja." Pekik Lula sambil memeluk erat sang ibu tubuhnya kini mulai melemah seiring dengan tangisannya.
" Ya Allah nak,Istigfar Tabahkan Hatimu,berserah dirilah sama Allah Nak,minta petunjuk yang terbaik darinya." Ucap ibu dengan Suara Lirih..
Sedangkan Disisi lain Ada seorang Pemuda Tampan Yang tengah Bercumbu mesra dengan Kekasihnya,ya Gadis cantik yang sedang bercumbu dengannya Adalah Azura atau yang biasa di Panggil Zura,Dia adalah Kakak Dari Lula.
" Ouhhh sayang,Ouhhhmmmz..." Zura semakin mengeraskan desahannya saat Sang kekasih kini tengah leluasa menikmati Kemolekan tubuhnya yang kini sudah tidak terbalut sehelai benang satupun
Mereka berdua saling bercumbu satu sama lain diatas Ranjang,saling melepas Hasrat satu sama lain.
Brukk
Tiba tiba saja Sang kekasih Menghentikan Aktivitasnya yang sedari tadi Menciumi leher jenjang milik Zura,membuat Zura sedikit kesal.
" Kenapa sih sayang?" tanya Zura menahan kesal karena Hasratnya tak terpenuhi
" Maaf Ra,tiba tiba Kepalaku pusing." Ucap Pria tampan Yang tak lain adalah Kekasih Zura
" Terus?"
Zura menatap Kesal pada sang kekasih karena tidak melanjutkan Aktivitasnya tadi.
" Kamu bisa nggak pulang sekarang,aku ingin sendiri." Ucap Pria tampan tersebut dengan nada dingin
" Lhoh kenapa sih sayang?apa ada yang salah denganku?" Tanya Zura dengan Heran melihat perubahan sikap sang kekasih.
" Cepat Pulang kataku.!" Ucap Pria tersebut dengan Tegas
__ADS_1
" Tapi aku masih ingin,kita belum selesai."
" CEPAT PERGI KATAKU.!"
Suara bentakan dari sang kekasih yang begitu nyaring membuat Tubuh Zura sedikit Berjengit,dengan Wajah memberengut kesal akhirnya dia turun dari Ranjang dan Memunguti pakaiannya yang tadi berceceran diatas Lantai memakaiannya.
" Urusan kita belum selesai." Ucapnya yang langsung keluar dari kamar tersebut sambil membanting keras Pintu kamar.
BRAAAAAKKKKK
Sepanjang Perjalanan Zura tak hentinya mengumpat dan menggerutu tentang kekasihnya itu,karena disaat dia akan kembali meraih pelepasan ,dengan Seenaknya sang kekasih menyudahi tanpa memberi Alasan,hal itu membuat Emosinya sampai ke ubun ubun
" Huh sebel sebel sebel,kenapa sih Kenzo jadi nyebelin kayak gitu,huh padahal aku belum tuntas juga huh,sebel deh kepalaku jadi pusing nih." Gerutu Zura saat sudah berada dikamarnya.
Tanpa pikir panjang lagi diapun langsung masuk kedalam kamar mandi menuntaskan Hasratnya yang tidak terpenuhi.
Ya Alula dan Azura Mempunyai Sifat yang sangat bertolak belakang yang berbeda,Alula mempunyai sifat Kalem,penyayang dan penyabar,sedangkan Azura mempunyai sikap kasar,Egois,dan Bar bar karena telah mengenal dunia Luar dan terpengaruh Pergaulan Bebas.
hal itu membuat bu jizah dan Pak Imran seakan putus Asa menghadapi sifat Anak sulungnya itu.beruntung Mereka berdua masih mempunyai Alula putri bungsunya yang penurut dan berbakti kepada Mereka berdua.
Tok tok tok
" Zura,tolong buka pintunya nak." Ucap Bu Jizah memanggil nama Anaknya yang masih berada didalam kamar
" Zura.Zura."
Ceklek
" Apa an sih buk,Ganggu Orang aja Malam malam." Bentak Zura sambil membuka pintunya dengan kasar
" Astagfirullahaldzim Zura,kamu mabuk lagi?" tanya bu jizah yang mencium bau Alkohol dari mulut Zura
" Suka suka akulah buk,gak usah banyak protes deh." Ketus Zura sambil melotot kearah Ibunya
" Astagfirullah ya Allah Nak kenapa kamu semakin hari semakin begini nak,sadarlah nak." Pinta ibu dengan Leleran Air mata
" Haduh Berisik tauk nggak."
Brakkkk
Dengan Kasar Zura pun kembali menutup pintu kamarnya dengan keras membuat Bu jizah mengelus dada.
__ADS_1
" Ya Allah tolong sadarkan putri Hamba,Cobaan apalagi ini Ya Rabb." Desah Ibu sambil menekan dadanya kuat yang terasa sesak
----
Keesokan Harinya,Bu jizah sudah menyiapkan Sarapan pagi,Biasanya ada Lula yang membantu tapi karena keadaan Lula yang masih sangat Shock jadi Bu jizah sendiri yang bergelut didapur.setelah makanan sudah siap diatas meja,bu jizah pun memanggil suaminya beserta kedua anaknya untuk menyantap sarapan pagi bersama.
" Masih punya Mental Lo,keluar dari kamar.?" Tanya Zura pada Lula dengan Nada menyindir dan sinis
" Zura." Bentak Ayah imran tak suka
" Udah deh Yah,Anak ayah yang Sok suci itu sudah tidak punya massa depan,jadi stop deh ngebangga banggain Tu anak." Cetus Zura
" Jaga mulut kakak." Saut Lula tak terima karena Sang kakak terus mengintimidasinya,memang benar yang dikatakan oleh Zura tapi seharusnya bisakah dia sedikit punya rasa empati pada dirinya
" Elu berani Bentak gue Hah,Dasar Gadis sok suci,Lo tu udah Rusak tauk." Ucap Zura tak terima
" Kakak...." Lirih lula dengan Air mata yang sudah merembes di kedua pipi putihnya
" Apa?Lo nggak terima?bahkan Lo sendiri nggak tau kan,siapa yang udah perkosa Lo,dih najis banget gue lihat muka Lo yang sok lugu itu." Zura semakin mencerca Hinaanya.
" Cukup kak cukup." Ucap Lula dengan bibir bergetar
" Mendingan juga Gue,Orangnya gak jaim,sok polos dan Loss,nggak kayak Lo sok suci ngejaga keprawanan eh nggak taunnya Rusak juga kan?Gue sumpahin Lo beneran Bunting." Ucap Zura dengan sumpah serapahnya
" BERHENTI ZURA."bentak Ayah yang langsung membuat Zura membanting sendok makannya diatas Piring,dan menyudahi sarapan paginya
" Zura mau kemana nak." Ujar ibu berusaha menghalagi langkah putri sulungnya
" Gue udah nggak selera Makan." Ketusnya sambil menyambar tas Kerjanya dan Berlalu pergi meninggalkan Rumah
" Anak itu benar benar keterlaluan bu." Seru Ayah sambil memegangi dadanya
" Sabar pak sabar." ucap ibu berusaha menenangkan suaminya.
Sedangkan Alula langsung pergi masuk kedalam Kamar.
Didalam Kamar Alula kembali memandangi Wajahnya didepan Cermin,sambil meraba Wajahnya yang terlihat sembab karena terus menangisi nasib malangnya.
" Ya Allah,Apa aku bisa kuat menjalani Cobaan ini,tolong beri hamba kekuatan Ya Robb." Ucapnya dalam Hati.
_Bersambung_
__ADS_1
Jangan lupa kasih like,komen,dan Favnya jika suka
Terimakasih