
Nirmala yang sedang bersantai, dia mendengar ponselnya berdering menandakan ada pesan masuk. Dia mengecek pesan itu, ternyata ada nomor asing yang mengirimkan beberapa foto. Disitu terlihat jelas foto suaminya bersama dengan wanita yang kemarin datang ke rumahnya.
Nirmala heran apa sebenarnya kemauan dari orang yang mengirimkan pesan? Yang jelas orang itu pasti mau jika hubungan dia dan Alvin hancur. Namun si pengirim itu tak salah dengan mengirimkan foto kebersamaan Alvin dan Renita. Itu membuat Nirmala jadi tahu apa yang di lakukan suaminya di luaran. Suaminya ternyata tidak bisa menjaga cinta sucinya dengan pergi bersama Renita. Nirmala sedih, dia tak pernah menyangka jika dia akan di posisi seperti ini.
Nirmala membalas pesan dari nomor asing itu.
''Siapa kamu?''
Sekiranya seperti itu yang dia tulis. Tak lama si pengirim pesan pun membalasnya.
''Kamu tak perlu tahu siapa saya.''
Itu balasan dari si pemilik nomor yang masih asing bagi Nirmala.
Nirmala tak mau ambil pusing dengan kembali bertanya. Dia memilih untuk tak peduli siapa pemilik nomor asing itu. Yang terpenting sekarang itu rumah tangganya dengan Alvin yang sampai sekarang belum juga membaik.
Nirmala pergi ke kamar, dia akan bersiap. Nirmala memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya. Dia akan meminta penjelasan dari suaminya menyangkut kedekatannya dengan Renita. Nirmala tak mau melihat suaminya yang terus dekat dengan Renita. Apalagi di sela-sela rumah tangganya yang tidak harmonis, itu sangat mudah bagi pelakor untuk masuk ke kehidupan mereka. Nirmala tidak mau semua itu terjadi. Dia sangat mencintai suaminya dan tidak ingin kehilangannya.
Setelah selesai bersiap, Nirmala meminta sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya.
Akhirnya mobil itu berhenti tepat di depan kantor. Nirmala turun dari mobil dan meminta sopirnya untuk menunggu.
Nirmala menghampiri seorang resepsionis yang sedang berjaga.
''Permisis, Kak. Apa suami saya ada di ruangannya?'' tanya Nirmala.
''Ada, tapi Pak Alvin sedang menerima tamu,'' jawabnya dengan ramah.
''Apa itu rekan kerja atau klien?''
''Bukan, Bu. Tamu Pak Alvin itu seorang wanita cantik,'' jawabnya.
Nirmala penasaran dengan tamu yang mendatangi suaminya. Jangan sampai tamu itu seseorang yang dia duga.
__ADS_1
Saat ini Nirmala sudah berdiri di depan ruangan suaminya. Dia hendak mengetuk pintu, namun tak jadi saat mendengar ada jeritan seorang wanita dari dalam. Tak menunggu lama, dia langsung mendorong pintu di depannya dan menerobos masuk begitu saja. Begitu terkejutnya dia saat melihat suaminya sedang duduk di posisi intim bersama seorang wanita yang tak lain adalah Renita. Sebenarnya tadi Renita hendak jatuh dari sofa dan Alvin memegang tangannya sehingga Renita tak jadi jatuh. Namun malah jatuh ke pelukannya. Siapa pun yang melihat posisi mereka, pasti akan salah paham, termasuk Nirmala tentunya.
"Apa yang kalian lakukan?" Nirmala melangkah cepat menghampiri mereka.
Alvin langsung menjauhkan tubuhnya dari Renita. Dia terkejut melihat kedatangan istrinya secara tiba-tiba.
"Mala, kenapa datang tidak ketuk pintu?" tanya Alvin.
"Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang aku ingin tahu kenapa kalian berduaan disini? Apa yang sedang kalian lakukan? Aku tak menyangka kalau dengan tega kamu menghianati kesucian cinta kita, Mas." Nirmala mencoba menahan sesak di dadanya. Hanya dengan ujian yang menimpa rumah tangganya, suaminya dengan tega mendua.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Mala. Mas dan Renita hanya berteman saja. Lagian apa salahnya jika bertemu hanya berdua saja? Yang terpenting kita tidak melibatkan perasaan," Alvin berucap seolah tak merasa bersalah.
Nirmala memejamkan kedua mata mencoba untuk menguatkan hatinya agar tak meluapkan emosinya. Dia tak mau jika suaminya semakin tak suka kepadanya jika melihatnya marah-marah tidak jelas.
"Baiklah, lanjutkan apa yang ingin kalian lakukan. Aku pergi," setelah mengatakan itu Nirmala berlalu pergi dari sana.
Bukan dia ingin membiarkan suaminya berduaan begitu saja dengan wanita lain. Namun dia ingin suaminya sadar jika dengan kepergiannya itu menandakan jika dia sedang marah. Entah Alvin merasa bersalah atau tidak, itu hanya dirinya sendiri yang tahu.
"Pak, kita pergi sekarang," kata Nirmala.
"Baik, Non."
Nirmala segera masuk ke mobil.
Sepanjang perjalanan Nirmala hanya menatap keluar kaca mobil. Dia masih tak menduga dengan suaminya yang begitu tega kepadanya.
Sesampainya di rumah dia berlari pergi ke kamar. Air mata yang dia tahan kini tumpah juga.
Pak Sanjaya melihat itu, menantunya datang-datang langsung menangis. Saat hendak bertanya, Nirmala sudah pergi duluan ke kamar. Pak Sanjaya membiarkan menantunya itu merasa tenang. Untuk bertanya bisa nanti saja.
Nirmala yang sudah sampai di kamar, dia duduk termenung sambil menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya. Dia sudah bertekad untuk sabar menanti suaminya kembali bersikap baik kepadanya. Namun ada kalanya seseorang lelah untuk menunggu kepastian yang tak juga kunjung datang. Dan saat itu tiba, saat dia benar-benar terpuruk, mungkin dia akan memilih untuk pergi dari kehidupan suaminya.
'Oke Mala, kamu harus kuat. Kamu harus halangi wanita itu agar tidak dekat-dekat dengan suamimu,' batin Nirmala.
__ADS_1
.....
.....
Nirmala sejak tadi mondar-mandir di depan pintu masuk rumah, menunggu suaminya yang tak kunjung datang. Empat jam yang lalu tepatnya pukul 7 malam suaminya pergi keluar. Namun sampai sekarang suaminya belum juga datang.
Pak Sanjaya yang baru keluar kamar, melihat pintu depan terbuka. Pak Sanjaya pergi ke depan untuk mengeceknya. Ternyata menantunya sedang berdiri di depan pintu.
"Mala, apa yang kamu lakukan?" tanya Pak Sanjaya.
Nirmala menoleh ke belakang menatap mertuanya.
"Mala sedang nungguin Mas Alvin," jawabnya.
"Memangnya Alvin belum pulang?"
"Belum, Pah."
"Astaga, kemana perginya anak itu," gumam Pak Sanjaya. Tidak biasanya anaknya jika keluar pulang telat seperti ini.
Pak Sanjaya meminta Nirmala kembali masuk ke dalam rumah dan menunggu suaminya di dalam saja. Lagian angin malam tidak baik untuk kesehatannya.
Nirmala menurut, dia menunggu suaminya sambil menonton televisi di ruang keluarga.
Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Nirmala ketiduran dengan televisi yang masih menyala.
Tepat pukul satu malam Alvin baru pulang ke rumah. Dia melihat istrinya yang sedang tidur di sofa, dengan di depannya televisi yang masih menyala.
Alvin mendekati istrinya, lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar.
Sebenarnya bukan kemauan Alvin pulang jam segini. Tadi dia ketiduran di rumah Renita. Kebetulan dia habis pergi kesana atas undangan makan malam dari Renita.
Jika saja istrinya tahu kalau dia habis dari rumah Renita, sudah pasti istrinya akan marah.
__ADS_1