
" Tunggu.." Seru seorang pria yang baru saja keluar dibalik pintu mobil Fortuner berwarna putih.
Pria tersebut melepas kaca mata hitamnya lalu menghampiri Alula yang tengah mensetarter motor matic miliknya,dan bersiap akan pulang.karena jam bekerja telah habis.dan hari ini Lula hanya seorang diri karena Rika sudah pulang terlebih dulu karena memang jadwal minggu ini Lula yang mendapat bagian menutup toko.
" Pak Haikal." Ujar Lula sedikit terkejut mendapati atasannya malam malam begini masih di depan toko butik.
" Mau pulang.?" tanya Haikal dan Lula menganggukan kepalanya.
" I iya pak.kalau boleh tau ada apa ya pak?kok bapak masih disini.?" tanya Lula dengan wajah kebingungannya
Haikal tersenyum kecil lalu berkata." Emangnya aku terkesan tua ya..?"
" Maksud bapak.?" Kedua bola mata Lula terbelalak mendengar ucapan Pria di hadapannya tersebut.
" Panggil Haikal saja kalau tidak sedang jam kerja." Tutur haikal sambil terus mengembangkan senyumanya
"Maaf pak,tapi terdengar tidak sopan." Ujar Lula dengan hati hati
" Oke kalau begitu kamu bisa panggil Aku dengan Mas Haikal,gimana.?"
" Hah.?" Mulut Lula sedikit menganga mendengar penuturan Haikal.sedangkan pria tersebut malah tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan Alula.
" Iya panggil mas haikal,biar kelihatan lebih akrab." Jawab Haikal dengan santai
" Ta tapi pak.eh.."
" Udah panggil mas Haikal saja. sama seperti pak samir dan mbak mega." Seru Haikal memperingati dan membuat Alibi yang masuk akal
" Ba baik Mas----- Haikal." ujar Lula dengan gugup
" Emm kamu pulang kan.?" tanya Haikal
" I iya pak."
" Yaudah kalau gitu Aku antar ya."
" Hah.?" Lagi lagi Alula terkejut bukan dan melongo mendengar tawaran dari atasannya.
" Kok malah bengong sih,Aku antar pulang ya.ini udah terlalu larut malam,nggak baik seorang gadis pulang sendirian." Ujar Haikal
" Ta tapi pak,eh maksud saya mas haikal gimana dengan motor saya." Ucap Lula dengan gugup sambil meralat panggilannya pada haikal.
Haikal nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk mengantar Alula pulang dengan mengikuti motor alula dari belakang.
__ADS_1
" Kamu tinggal motor mu saja disini,sekarang kamu ikut denganku naik mobilku." seru Haikal
" Nggak bisa pak." jawab Lula dengan cepat
" Kenapa?" Satu alis haikal terangkat
" Kalau motor saya ditinggal disini terus saya besok berangkat kerjanya pakai apa.?"
" Gampang,entar biar aku jemput ke rumahmu dan nganterin kamu kesini." jawab Haikal dengan santainya membuat kedua bola mata Alula membelalak sempurna
" Ehh..nggak usah,nanti saya malah ngrepotin mas haikal."
" Nggak ngrepotin kok.!"
Alula berpikir keras mencari alasan menolak tawaran haikal dengan lembut.
" Maaf Mas haikal,tapi saya dan mas haikal bukan mahram,alangkah baiknya tidak berada dalam satu mobil apalagi ini juga sudah malam tidak baik di lihat orang." Tolak Lula dengan lembut.
Haikal nampak mengela nafasnya dan akhirnya memutuskan." Baiklah kalau begitu izinkan aku tetap antar kamu pulang tapi dengan mengikuti motormu dari arah belakang,gimana.?" Tawar haikal
" Aduh gimana ya..." Alula nampak berfikir keras lagi.
Masalahnya jika Dirinya pulang ke rumah orang tuannya bukan masalah,tapi mulai sekarang dia kan pulang ke rumah Kenzo suaminya,bisa berfikir macam macam pria itu jika mendapati dirinya pulang diantar oleh seorang pria walau mereka sama sama menggunakan kendaraan sendiri sendiri,apalagi dengan keadaan malam malam begini.
" Iya."
" Kok malah bengong.ayo ku antar,kamu dengan motormu sedangkan aku akan mengikutimu dari belakang dengan mobilku." Ujar Haikal
" Ta tapi.---"
" Sudah ya nggak ada tapi tapian,ayo buruan nanti ke buru ke maleman nanti kamu sampai rumahmu." Seru haikal yang lantas langsung bergegas melangkah masuk kembali ke dalam mobil dan bersiap mengikuti lula dari arah belakang.
Lula menghembuskan nafas dan menariknya dalam dalam sebelum akhirnya pasrah mengikuti kamauan atasannya.dan mau tidak mau dia mulai menjalankan motornya terlebih dulu,sambil berharap semoga Suaminya tak mendapati dirinya pulang diantar oleh Haikal.
Tak lama kemudian,Motor matic Lula sudah mendarat di rumah kediaman Keluarga smith.Rumah mewah lantai dua dengan Gaya eropa dan Pintu gerbang warna Ke emasan itu sudah berada di depan matanya.
Lula pun melepas helmnya,sedangkan Haikal pun membuka pintu mobil lantas turun menghampiri Alula yang terlihat tengah ke susahan melempas helm.
" Sini aku bantu."
" Eh mas jangan."
Lula terkejut bukan main saat Haikal tiba tiba saja di hadapannya lalu berusaha membantunya membuka pengait helm yang entah kenapa hari ini seakan lebih susah membukanya.
__ADS_1
Cetik...
Dan Akhirnya Helm pun berhasil terlepas dari kepalanya.membuat Alula sedikit canggung karena posisinya berdiri dihadapan Atasannya.
" Sudah." Ujar Haikal sambil tersenyum manis ke arah Lula.
" Ma makasih." Ucap Lula dengan terbata bata
" Sama sama..em ya sudah kamu segera masuk gih.udah malem." Ucap haikal sambil memindai bangunan rumah megah di hadapanya.
Lula pun mengangguk." Sekali lagi makasih ya mas karena sudah mengantar saya sampai rumah,maaf nggak mempersilahkan mampir,udah malam juga." Cicit Alula
Haikal mengangguk sambil tersenyum." Oke nggak apa apa,tapi kapan kapan saya boleh mampir dan bertemu dengan Ayah ibumu kan.?"
" Eh..."
Bertemu ayah ibu katanya,Haduh nggak tau aja si haikal kalau mampir ke rumah ini bukan malah bertemu sama orang tuanya,melainkan ketemu sama suaminya yang Menyebalkan itu.bisa Runyam jadinya kalau begini.
" Ma maaf mas,sebenarnya rumah ini.----"
" Ssst." Haikal meletakan jemarinya diatas bibir memotong ucapan lula." Nggak apa apa aku paham kok.ya sudah kalau gitu aku permisi pamit pulang ya,kamu juga lekaas masuk ke rumah.oke." Sahut Haikal." Assalamualaikum." Imbuhnya lagi sambil melempar senyum sebelum akhirnya dia kembali masuk kedalam mobil lalu melajukan kendaraannya meninggalkan Alula yang masih termangu di depan pintu gerbang.
Sedangkan tanpa disadari sudah ada sosok yang tengah mengawasinya dari atas balkon sambil tersenyum miring menatap Alula yang masih mematung di depan pintu gerbang.
" Heh Wanita sok suci..."
Menyadari ada Suara bariton yang mengintrupsinya,membuat alula mencari arah sumber suara yang berasal dasar atas balkon membuat lula beralih mendongak keatas menatap seorang pria yang tengah berdiri angkuh di atas balkon.
" Astagfirullahaldzim." Pekik Lula saat kini mendapati sosok suaminya sudah berdiri disana
" Kenapa?kaget.?" Tanya Kenzo dengan senyum mirip merendahkan.
" Anda hampir membuat saya jantungan." Gerutu Lula
" Ckkk..Dasar wanita munafik.buruan masuk.!" Seru Kenzo dengan menatap tajam ke arah lula." Apa perlu gue turun dan seret Lo masuk.!" Imbuhnya lagi dengan ketus.
" Hah." Lula menghela nafas kasar.Lalu melangkah masuk ke dalam yang ternyata sudah mendapati seorang satpam penjaga pintu sudah membukakan pintu gerbang untuknya.
" Mari silahkan masuk Non." Sapa satpam tersebut.
" Makasih pak." Balas lula dan Akhirnya benar benar masuk ke dalam rumah megah tersebut.
-Bersambung -
__ADS_1
happy reading