Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.66


__ADS_3

Sejak kemarin Alvin sudah mencoba berbicara ke istrinya agar mau pergi ke dokter atau memangggil dokter ke rumah untuk memeriksanya. Namun Nirmala menolaknya dengan alasan jika dia hanya masuk angin biasa.


''Sayang, kamu tidak apa-apa nih kalau Mas tinggal di ke kantor?'' Alvin bertanya kepada istrinya yang sedang duduk di sampingnya.


''Tiak apa-apa, Mas. Lagian Mala sudah tidak sakit lagi kok.''


''Kalau begitu Mas pergi sekarang ya, sayang.'' Alvin mengecup singkat pucuk kepala istrinya. Lalu dia segera pergi keluar. Alvin melarang istrinya yang berniat mengantarnya hingga ke depan. Dia menyuruh istrinya untuk istirahat saja.


Nirmala menghampiri Sela yang sedang bermain dengan Arga.


''Sel, Arga rewel tidak?'' Nirmala duduk di sebelah Sela. Dia memperhatikan Arga yang sedang bermain sendiri.


''Tidak, Non. Sejak tadi Arga anteng kok. Non Mala kalau mau istirahat tidak apa-apa, biar Arga sama saya saja.''


''Saya disini saja deh lihat Arga. Lagian di kamar terus juga membosankan,'' ucapnya.


Nirmala terlihat senang menemani anaknya bermain. Sesekali dia juga berceloteh dengan anaknya. Tiba-tiba dia mendadak mual. Nirmala pergi ke kamar mandi terdekat untuk memutahkan isi perutnya.


''Aduh kenapa dengan perutku sih?'' gumam Nirmala yang masih merasakan mual.


Sela melihat Nirmala yang baru keluar dari kamar Arga.


''Non Mala tidak apa-apa?''


''Tidak, Sel. Aku hanya sedikit mual saja,'' ucapnya.


''Lebih baik Non Mala istirahat saja. Wajahnya terlihat pucat sekali,'' Sela tampak memperhatikan wajah Nirmala.


''Iya deh, saya ke kamar dulu ya.''


''Iya, Non.''


Sela memperhatikan Nirmala yang hendak menaiki tangga. Namun Nirmala menghentikan langkahnya. Kedua tangannya berpegangan pada pegangan tangga. Tiba-tiba dia merasakan kepalanya sangat pusing.


''Non Mala kenapa?'' dengan cepat Sela menghampiri Nirmala. Sela menopang tubuh Nirmala yang kini sudah tak sadarkan diri.


Pak Sanjaya yang baru pulang jogging, melihat Sela menopang tubuh Nirmala di dekat tangga.


''Sel, kenapa Nirmala?'' tanya Pak Sanjaya.


''Non Mala sepertinya sakit, Tuan. Tadi dia juga mual-mual,'' ucapnya.


''Biar saya gendong dia ke kamar. Kamu tolong urus Arga dulu ya,'' pintanya.


''Baik, Tuan.'' Sela kembali menghampiri Arga yang sedang bermain sendirian.


Pak Sanjaya menggendong Nirmala menuju ke kamar Arga. Setelah membaringkan Nirmala, Pak Sanjaya menghubungi Alvin dan mengatakan jika saat ini Nirmala pingsan.


Alvin yang masih di perjalanan, dia segera berputar arah saat mendapat telepon dari ayahnya. Alvin tampak sangat mengkhawatirkan istrinya.

__ADS_1


Alvin mengemudi dengan cukup cepat sehingga kini dia sudah sampai di rumah. Alvin yang baru masuk ke rumah memanggil-manggil istrinya.


''Mala sayang, kamu dimana?'' Alvin tampak menatap kanan kirinya.


''Non Mala ada di kamar Arga, Tuan.'' ucap Sela yang sedang menggendong Arga.


Alvin bergegas menuju ke kamar anaknya. Dia melihat istrinya yang sedang berbaring di atas kasur.


''Sayang, Mas sangat mengkhawatirkanmu,'' Alvin duduk di pinggiran ranjang. Dia memegang kening istrinya namun tak panas.


''Aku tidak apa-apa kok, Mas.''


''Mas panggilkan dokter ya, Mas takut kalau sakitmu makin parah.''


''Mala tidak mau di periksa, Mas.''


''Kalau begitu kita ke rumah sakit saja.''


''Mala tidak mau.''


''Sayang, pikirkanlah kesehatan kamu. Pikirkanlah anakmu,'' Alvin memegang kedua tangan istrinya. Dia mencoba meyakinkan istrinya agar mau ke dokter.


Apa yang di katakan oleh suaminya ada benarnya juga. Nirmala harus memikirkan kesehatannya. Karena ada anak yang harus dia jaga. Jika dia sakit seperti itu maka dia akan kesulitan untuk menjaga anaknya.


''Baiklah, Mala mau ke dokter. Tapi ada syaratnya,'' ucap Nirmala.


''Syarat apa, sayang? Mas akan selalu menuruti apa pun kemauan kamu.''


''Sudah itu saja?'' tanya Alvin. Alvin merasa permintaan istrinya sangat aneh.


''Iya itu saja,'' jawabnya.


''Dengan senang hati tuan putri. Sekarang kita bersiap dulu ya.''


''Mala pakai baju ini saja deh, malas siap-siap.''


''Baiklah, sekarang kita langsung pergi yuk!'' Alvin menggendong istrinya ala bridal style lalu keluar dari kamar.


Pak Sanjaya melihat perlakuan Alvin yang terlihat romantis.


''Vin, kamu mau bawa istrimu kemana?'' tanya Pak Sanjaya.


''Alvin mau ajak Mala ke rumah sakit, Pah.''


''Syukurlah, papah senang mendengarnya. Semoga saja istrimu tidak sakit serius.''


''Amin, Pah.''


Alvin meminta Sela untuk menjaga Arga. Namun saat dia hendak pergi keluar, dia melihat Arga yang terlihat rewel ingin ikut dengannya.

__ADS_1


''Anak papah kok jadi merengek sih? Jangan merengek loh nanti cakepnya hilang,'' Alvin berucap sambil mengusap pipi anaknya.


''Ajak saya, Vin. Kasihan anakmu,'' ucap Pak Sanjaya.


''Iya, Pah. Cuma dia sudah mengantuk, masa di ajak pergi sih.''


''Tidak apa-apa, Tuan. Kan ada saya yang menjaganya. Tuan fokus ke Non Mala dulu saja,'' ucap Sela.


''Biaklah, ayo kita pergi sekarang!''


Sela mengikuti Alvin yang sudah melangkah duluan dengan menggendong Arga.


Saat ini mereka telah sampai di rumah sakit. Sesuai permintaan istrinya, Alvin menggendongnya hingga memasuki rumah sakit. Dia langsung mendaftar di bagian pendaftaran dan meminta agar istrinya segera di tangani dengan penanganan terbaik di rumah sakit itu.


Nirmala langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.


Saat ini Nirmala sedang di periksa oleh dokter. Namun dokter tidak meihat ada tanda-tanda sakit yang serius.


''Maaf, Bu. Apa yang ibu keluhkan selain kepalanya sakit?'' tanya dokter.


''Saya juga merasa mual, Dok.''


''Bisa jadi ibu sedang hamil,'' ucapnya.


''Hamil?'' ucap Nirmala dan Alvin bersamaan. Mereka terkejut mendengar perkataan dokter.


''Benar, tapi itu baru dugaan saya. Sebaiknya ibu periksakan saja ke dokter kandungan di rumah sakit ini. Biar saya bantu urus semuanya, jadi ibu tidak usah mendaftar lagi.''


''Baik, Dok. Terima kasih.''


''Kalau begitu mari ikut saya!''


Nirmala dan Alvin beranjak dari duduknya. Lalu mereka pergi keluar. Alvin dan Nirmala menunggu di luar, sedangkan dokter yang tadi memeriksa Nirmala pergi ke ruangan dokter kandungan kenalannya.


Tak lama Nirmala di panggil untuk memasuki ruang pemeriksaan kandungan.


Setelah di periksa oleh dokter, ternyata benar jika saat ini Nirmala sedang hamil. Mereka berdua terlihat sangat bahagia. Nirmala tak pernah menyangka jika dia akan hamil secepat ini. Tentu ini kebahagiaan tersendiri untuk dia maupun Alvin.


Alvin dan Nirmala keluar dari ruang pemeriksaan dengan senyum mengembang.


''Sayang, terima kasih ya. Akhirnya kerja keras kita selama ini membuahkan hasil. Terima kasih istri cantikku,'' Alvin mencium pipi dan kening istrinya.


''Sama-sama, Mas. Mala senang deh karena di dalam sini ada dede bayi,'' ucap Nirmala sambil mengusap perutnya yang masih datar.


''Tapi kasihan Arga ya, sayang. Dia masih kecil sudah punya adik lagi. Mas takut jika nanti dia cemburu dengan adiknya kelak.''


''Tidak akan, Mas. Asal kita memperlakukan keduanya dengan cara yang sama pasti mereka nanti tak akan cemburu karena kurang kasih sayang. Mala janji akan mencurahkan semua kasih sayang Mala untuk anak-anak kita,'' ucapnya.


"Kamu memang istri terbaik," Alvin memeluk istrinya di depan umum.

__ADS_1


Nirmala sedikit malu karena mereka menjadi perhatian orang sekitarnya.


__ADS_2