Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Bab 81 ( Rencana Resepsi )


__ADS_3

Kirana dan Radit begitu terkejut melihat Dokter Ana yang saat ini sudah menunggu mereka di depan pintu kamar perawatan Daddy Wijaya.


"Nona, apa Saya bisa meminta waktunya sebentar saja?" tanya Dokter Ana.


"Memangnya apa yang ingin Anda bicarakan?" tanya Kirana.


Tiba-tiba Dokter Ana hendak bersimpuh di hadapan Kirana, tapi Kirana mencegahnya dengan menahan tubuh Dokter Kirana.


"Jangan seperti ini, saya bukan Tuhan atau pun orangtua Anda, jadi tidak sepantasnya Anda melakukan semua ini. Apa yang sebenarnya Anda inginkan?" tanya Kirana lagi.


"Nona, maafkan saya karena tadi telah kurang ajar kepada Anda, saya benar-benar tidak tau kalau Anda adalah Tuan Putri dari keluarga Wijaya," ucap Dokter Ana dengan menangis.


"Sebaiknya Anda jaga mulut Anda pada siapa pun Anda berbicara, sekali pun orang itu tidak Anda kenal, dan jika Anda tidak tau apa-apa, sebaiknya jangan sok tau," ujar Kirana.


"Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Saya berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi," ujar Dokter Ana.


"Anda berubah bukan untuk oranglain, tapi Anda berubah juga untuk diri Anda sendiri, karena jika Anda berbicara buruk terhadap oranglain, yang rugi bukan hanya oranglain saja, tapi Anda juga akan ikut rugi," ujar Kirana.


Sesaat kemudian, Dokter Farhan keluar dari kamar perawatan Daddy Wijaya juga, dan beliau langsung bertanya tentang masalah apa yang sedang terjadi.


"Sayang, apa yang sudah terjadi Nak?" tanya Papa Farhan.


Dokter Ana sudah gemetar ketakutan melihat Dokter Farhan karena takut Kirana akan mengadukannya.


"Tidak ada apa-apa Pa, semuanya hanya salah paham saja. Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya Pa. Mari Dokter Ana saya duluan," ujar Kirana dengan menggandeng tangan Radit.


"Saya juga duluan Dokter Ana," ucap Papa Farhan, sehingga Ana merasa lega.


"Syukurlah ternyata Nona Kirana tidak mengadukan perbuatanku kepada Dokter Farhan. Mulai sekarang aku berjanji pada diriku sendiri akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi," gumam Dokter Ana.


......................


Satu minggu sudah Daddy Wijaya di rawat di Rumah Sakit, dan sekarang Daddy Wijaya sudah diperbolehkan pulang, Kirana dan yang lainnya sudah berkumpul untuk menyambut kepulangan Daddy Wijaya, kecuali Yolanda dan Kenzo yang masih belum berani menemui Daddy Wijaya, meskipun sekarang keadaan Daddy Wijaya sudah lebih baik setelah melakukan pemasangan ring.

__ADS_1


Mommy Santi, Daddy Wijaya dan Dokter Farhan kini telah sampai di kediaman Wijaya, dan saat ini semuanya sudah menunggu kedatangan Daddy Wijaya di halaman rumah.


Kaisar yang juga ikut menunggu Daddy Wijaya, tiba-tiba berlari menghampiri Kakeknya yang baru saja turun dari mobil.


"Kaisar sayang sudah nungguin Opa pulang ya?" tanya Daddy Wijaya dengan mengangkat tubuh Kaisar.


"Dad, biar Mommy saja yang menggendong Kaisar, Daddy kan baru saja sembuh," ujar Mommy Santi yang merasa khawatir dengan keadaan Suaminya.


"Tidak apa-apa Mom, Daddy sudah kuat, bahkan Daddy merasa semakin sehat setelah menggendong Kaisar."


"Dok, apa tidak apa-apa jika Suami saya menggendong Kaisar?" tanya Mommy Santi kepada Dokter Farhan.


"Tidak apa-apa Nyonya, Anda tidak perlu khawatir," jawab Papa Farhan.


Semuanya kini masuk ke dalam rumah, dan Daddy Wijaya mencari keberadaan Kenzo yang tidak terlihat.


"Kemana Abang kalian?" tanya Daddy Wijaya.


Kirana kini menggandeng Daddy Wijaya menuju meja makan.


"Sebaiknya sekarang kita makan dulu ya Dad, Kirana udah masak makanan kesukaan Daddy lho," ujar Kirana dengan membantu Daddy Wijaya untuk duduk.


"Sejak kapan Tuan Putri jadi pintar memasak?" tanya Daddy Wijaya.


"Sejak Kirana tinggal bersama Bu Arum, karena Bu Arum yang sudah mengajarkan Kirana memasak," ujar Kirana dengan mengisi piring nasi beserta lauk untuk Daddy Wijaya.


Daddy Wijaya secara perlahan menyuapkan nasi beserta lauk ke dalam mulutnya, tapi tiba-tiba Daddy Wijaya menitikkan airmata, sehingga membuat semuanya merasa heran.


"Lho, kenapa Daddy menangis, apa masakan Kirana tidak enak?" tanya Kirana.


"Tidak sayang, Daddy menangis justru karena baru pertama kali memakan masakan kamu yang terasa sangat enak."


Rasanya benar-benar persis masakan kamu Sekar, aku semakin yakin kalau selama ini Kirana tinggal bersama kamu, ucap Daddy Wijaya dalam hati, kemudian makan dengan lahap, sehingga membuat semuanya tersenyum.

__ADS_1


"Sayang, kapan Kirana akan pulang ke Sukabumi?" tanya Daddy Wijaya.


"Mungkin beberapa hari lagi Dad, memangnya kenapa?"


"Daddy ingin cepat-cepat ikut sama kamu Nak, Daddy ingin segera merasakan udara sejuk yang masih belum tercemari oleh polusi udara," terlebih lagi Daddy ingin segera bertemu dengan Sekar Arum untuk meminta maaf, lanjut Daddy Wijaya dalam hati.


"Kirana pasti bakalan ngajak Daddy pulang ke Sukabumi kok. Apa Mommy mau ikut juga?" tanya Kirana.


"Mommy minggu ini ada Arisan Nak, mungkin nanti Mommy nyusul sama Kevin."


"Oh iya, untuk acara Resepsi pernikahan Kirana dan Radit, Daddy sudah menyuruh WO untuk mempersiapkan semuanya bulan depan, tidak apa-apa kan kalau kita melaksanakan semuanya setelah pulang liburan dari Sukabumi?" tanya Daddy Wijaya.


Radit malah berharap resepsinya di undur lama supaya bisa lebih lama lagi bersama Kirana dan Kaisar, ucap Radit dalam hati.


"Gak apa-apa Dad, bahkan Kirana juga tidak apa-apa kalau kita tidak melakukan resepsi secara besar-besaran, cukup acara keluarga saja."


"Tidak Nak, pernikahan kalian harus dirayakan secara besar-besaran, apalagi Daddy sudah berencana akan melangsungkan Resepsi kalian bersama Resepsi Kenzo dan Yolanda," ujar Daddy Wijaya sehingga membuat semuanya merasa terkejut.


"Jadi Daddy sudah merestui hubungan Abang dengan Yolanda juga?" tanya Kirana dengan antusias.


"Tentu saja, kasihan Princess Aurora, bagaimanapun juga seorang Anak membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya," jawab Daddy Wijaya.


Iya Daddy benar, Kaisar juga membutuhkan Radit, kenapa Daddy malah nyuruh Radit kuliah ke luar negeri sih, ucap Radit yang hanya bisa mengeluarkan uneg-unegnya dalam hati saja.


"Sekarang masalahnya adalah Danu Prakoso, karena pasti Danu Prakoso belum mengetahui hubungan Kenzo dan Yolanda. Daddy takut jika Danu Prakoso tidak merestui hubungan mereka karena kami adalah musuh bebuyutan," sambung Daddy Wijaya.


"Sepertinya Besan belum tau Siapa yang telah memberikan pelajaran kepada Danu Prakoso sehingga membuat Danu Prakoso berubah," ujar Papa Farhan.


"Memangnya siapa yang bisa membuat seseorang yang keras kepala seperti Danu Prakoso berubah?" tanya Daddy Wijaya yang merasa penasaran.


"Tentu saja Tuan Putri kita yang cantik ini, bukan hanya cantik fisik saja, tapi Kirana memiliki hati yang cantik juga. Besan pasti tidak tau kan kalau Tuan Putri keluarga Wijaya ternyata pintar beladiri juga, bahkan Danu Prakoso telah Kirana buat babak belur," ujar Papa Farhan, sehingga membuat Daddy Wijaya merasa terkejut mendengar semuanya.


"Sayang Daddy tidak salah dengar kan?"

__ADS_1


__ADS_2