Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.64


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Tak terasa sudah satu tahun usia Arga. Bayi mungil yang menjadi kebanggan orang tuanya kini semakin terlihat kecerdasannya. Walaupun usinya baru satu tahun, namun Arga sangat cepat tanggap. Bahkan dia sudah bisa menirukan apa yang di ajarkan oleh orang tuanya.


Alvin dan Nirmala merasa senang karena tumbuh kembang anaknya sangat baik. Mereka juga tidak sembarang memberikan makanan untuk anaknya. Khususnya untuk jajanan anak-anak, mereka sama sekali tidak memperbolehkan anaknya untuk memakan jajanan yang di jual bebas.


Saat ini Nirmala dan Alvin sedang mengajak anaknya berlibur ke sebuah taman permainan anak. Mereka asyik menemani anaknya yang sedang bermain.


''Sayang, suamimu ini lelah nih. Ayo kita mencari restoran terdekat!'' ajaknya.


''Lelah kok cari restoran? Kalau lelah itu istirahat, Mas.''


''Ya maksud Mas istirahatnya sambil makan, pasti rasa lelahnya akan cepat hilang jika sambil makan.''


''Baiklah suamiku. Ayo kita pergi!''


Nirmala dan Alvin pergi dari taman bermain. Kebetulan Arga jalan sendiri dengan tangannya di gandeng oleh ibu dan ayahnya. Siapa pun yang melihat mereka pasti akan mengira jika mereka keluarga yang terlihat bahagia.


Mereka memutuskan pergi ke restoran terdekat dari taman hiburan.


Arga duduk di sebelah Nirmala. Sedangkan Alvin duduk di depan mereka.


''Sayang, kamu mau pesan apa?'' Alvin yang sedang memegang daftar menu, dia bertanya kepada istrinya.


''Steak saja deh,'' ucapnya.


''Baiklah, Mas juga sama. Lalu minumnya?''


''Orange jus saja, Mas.''

__ADS_1


Alvin memanggil pelayan, dan tak lama datanglah seorang pelayan menghampiri mereka.


''Kak, kami pesan dua steak sama dua orange jus,'' ucap Alvin.


''Baik, Pak. Mohon di tunggu,'' ucapnya ramah. Setelah mencatat pesanan, pelayan itu pergi dari sana.


Nirmala membuka tas milik Arga. Dia mengambil bekal untuk Arga yang sudah di siapkan dari rumah.


''Arga sayang, mam dulu yuk!'' Nirmala berucap sambil menatap anaknya yang duduk di sampingnya.


Nirmala dengan telaten menyuapi anaknya makan. Arga tampak lahap memakan masakan yang khusus di masak oleh ibunya itu. Dia memang bukan anak pemilih. Nirmala dan Alvin juga merasa senang dengan Arga yang sama sekali tak pernah menolak dengan menu apa saja yang Nirmala kasih.


Pesanana Alvin dan Nirmala sudah datang. Namun Nirmala masih saja fokus menyuapi anaknya.


''Sayang, kamu sambil makan juga dong,'' ucap Alvin kepada istrinya.


''Nanti dulu deh, nanggung nih.''


''Nih aa ... '' Alvin menunggu istrinya membuka mulut.


Nirmala menerima suapan suaminya. Dia tersenyum menatap suaminya yang begitu perhatian kepadanya.


''Malu tahu, Mas. Kita di lihatin orang tuh,'' Nirmala merasa jika orang sekitarnya sedang memperhatikan mereka.


''Tidak apa-apa, sayang. Biar semua orang tahu jika Mas sangat mencintai kamu,'' ucap Alvin.


Setelah selesai menyuapi anaknya, kini Nirmala fokus makan sendiri. Dia tak lagi di suapi oleh suaminya.


....

__ADS_1


....


Saat ini Nirmala dan Alvin sedang berada di kamarnya. Kebetulan Nirmala baru saja menidurkan anaknya. Sedangkan Alvin sengaja menunggu istrinya. Karena dia ingin meminta jatah yang selalu rutin di berikan oleh istrinya.


''Sayang, sepertinya sudah aman nih. Bagaimana kalau kita ... '' Alvin mengedipkan sebelah matanya.


''Boleh, Mala mau ganti baju dulu,'' Nirmala mendekati lemari lalu mengambil pakaian yang dia cari.


''Ngapain pakai ganti baju segala, sayang? Nanti juga di lepas lagi.''


''Biar kelihatan hot,'' ucapnya.


''Makin nakal saja ya istriku ini,'' Alvin gemas melihat istrinya yang semakin hari semakin pintar menyenangkannya.


Nirmala berganti pakaian di depan suaminya. Dia mengganti piyama yang dia pakai dengan lingeria berwarna hitam. Sejak tadi Alvin tak bisa mengalihkan arah pandangnya dari tubuh istrinya.


Nirmala mendekati suaminya dengan gaya sexynya. Tentu Alvin menyambut istrinya dengan tangan terbuka. Dia mengarahkan istrinya untuk berbaring di sampingnya. Namun tanpa di duga, bukannya Alvin melakukan hal lebih, tapi dia malah meminta istrinya untuk berbaring dengan berbantalkan satu tangannya.


''Mas, aku kira Mas Alvin mau langsung menyerangku,'' kata Nirmala.


''Kamu makin me sum saja sih, sayang. Nanti juga masih ada waktu. Sekarang kita nikmati waktu berdua ini sambil mengobrol,'' ucap Alvin.


Alvin bercerita awal pertemuan mereka pada malam itu dengan Nirmala. Dia merasa beruntung sekali bisa di pertemukan dengan wanita sebaik Nirmala. Dia juga mempunyai banyak harapan di masa depan bersamanya.


''Terima kasih, sayang. Kamu sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Jika tidak bertemu kamu, mungkin hidupku tak akan seindah ini,'' Alvin berucap sambil membelai rambut panjang istrinya.


''Ada-ada saja deh, Tapi Mala senang bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Alvin. Mala harap selamanya kita akan seperti ini. Berbahagia bersama dengan anak-anak kita sampai tua nanti.''


''Amin, sayang. Pasti masa tua kita akan sangat indah. Apalagi jika menjalaninya bersamamu.''

__ADS_1


''Mas Alvin bisa saja deh.''


''Bagaimana jika sekarang kita --- '' tanpa berkata lagi, Alvin langsung menyerang istrinya. Dia tak pernah puas jika bermain bersama istrinya. Bahkan selalu meminta lebih. Jika istrinya belum kelelahan maka dia belum berhenti.


__ADS_2