Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda
Episode.52


__ADS_3

Alvin dan Nirmala baru saja pulang dari liburan mereka. Perasaan keduanya tampak bahagia. Wajahnya berseri-seri bagaikan pengantin baru. Bahkan Nirmaala sama sekali tak melepaskan tangannya dari lengan suaminya.


Pak Sanjaya yang sedang duduk bersantai sendirian, melihat anak dan menantunya yang baru pulang.


''Wah kalian terlihat bahagia sekali, bagaimana liburannya? Pasti asyik ya?'' Pak Sanjaya bertanya sambil menatap ke duanya.


''Tentu, kami sangat bahagia. Ternyata dengan liburan membuat pikiran dan hati kita lebih tenang,'' ucap Nirmala.


''Benar, Pah. Sayang sekali nih papah tidak ikut sama kita,'' sahut alvin yang juga menimpali perkataan ayahnya.


''Lain kali kita bisa pergi bersama, Nak.''


''Pasti akan lebih seru jika papah ikut. Bagaimana jika bulan depan kita liburan bersama,'' Alvin mengatakan sarannya.


Pak Sanjaya dan juga Nirmala setuju dengan saran yang Alvin katakan.


''Pah, kita mau ke kamar dulu ya istirahat. Ini oleh-oleh Alvin taruh disini dulu saja,'' Alvin meletakan kardus yang sedang dia pegang ke atas lantai.


''Iya, Nak. Nanti papah minta Bibi buat membawa ke dalam.''


Alvin dan Nirmala berlalu pergi dari hadapan Pak Sanjaya.


Pak Sanjaya merasa sangat senang melihat anak dan menantunya yang sudah terlihat romantis lagi seperti sedia kala. Pak Sanjaya berharap pernikahan anaknya akan selalu harmonis.


Nirmala mendekati suaminya yang sedang berbaring di atas kasur. Dia menarik tangan suaminya agar turun dari sana.


''Mas, cepat turun! Ayo mandi dulu,'' pinta Nirmala.


''Mas malas mandi, sayang. Masih cape sekali nih,'' ucap Alvin yang tak mau beranjak dari atas kasur.


''Ayolah, Mas. Nanti malam Mala kasih jatah lebih loh.''


Mendengar penuturan istrinya, spontan Alvin langsung turun dari atas kasur.


''Benarkah?'' Alvin terlihat senang.


''Benar, Mas.''


''Kalau begitu Mas mau mandi dulu ya, sayang.''


''Iya, Mas.

__ADS_1


Nirmala tersenyum senang menatap suaminya yang menurut dengannya. Akhirnya dia bisa menaklukan hati suaminya lagi.


Nirmala melirik pintu kamar mandi yang terbuka. Da melihat suaminya melangkah keluar. Namun dia tak berkedip saat melihat suaminya yang berjalan sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Menurutnya suaminya terlihat lebih sexy dari biasanya.


Alvin menatap ke arah istrinya. Dia melihat istrinya yang sepertinya sedang memperhatikannya.


''Sayang, kenapa kamu lihatin suamimu seperti itu? Kamu baru sadar kalau suamimu ini sangatlah tampan,'' Alvin mendekati istrinya, kini dia berdiri di samping tempat tidur, dimana istrinya sedang duduk disana.


''Kamu percaya diri sekali sih, Mas. Tapi aku akui kalau kamu itu memang tampan.''


Mendengar penuturan istrinya, Alvin sedikit berbungkuk, dia melayangkan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya.


''Mas, aku ini bukan anak kecil ih,'' Nirmala mencoba menyingkir, dia memiringkan wajahnya.


''Tapi kamu itu lucu sekali, sayang. Sekarang kamu mandi dulu gih, nanti kita ke bawah, makan siang sama-sama sekalian menikmati oleh-oleh yang kita beli.''


''Siap pak bos,'' Nirmala menaruh satu tangannya di depan kepalanya mengisyaratkan seperti sedang memberi hormat.


.....


.....


Kebetulan hari ini hari libur, jadi Alvin bisa bersantai di rumah sambil mengobrol bersama keluarganya. Sudah lama dia tidak bersantai seperti ini, dan rasanya kengen sekali.


''Biar Mala saja yang buka pintu,'' Nirmala pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata yang datang itu Renita. Dia juga tampak membawa bingkisan di tangan kanannya.


''Selamat pagi,'' ucapnya ramah.


''Pagi juga, silakan masuk!'' walaupun Nirmala tak suka jika Renita dekat-dekat dengan suaminya, namun dia bisa bersikap ramah. Lagian sekarang suaminya sudah kembali romantis dengannya, jadi tidak mungkin macam-macam. Lagian kedatangan Renita itu belum tentu mau menemui Alvin, bisa saja mau menemui Pak Sanjaya.


Pak Sanjaya dan Alvin melihat Nirmala yang sedang melangkah ke arah mereka dan di belakangnya di ikuti oleh Renita.


''Pagi, Om, Alvin,'' tampak senyum ramah yang di perlihatkan Renita.


''Pagi juga, Ren. Tumben kamu datang pagi-pagi seperti ini, Ren?''


''Iya nih, Om. Kebetulan saya bawa kue nih untuk Om Sanjaya,'' Renita menaruh bingkisan yang dia bawa ke atas meja.


''Terima kasih, Nak. Kamu baik sekali.''

__ADS_1


''Sama-sama, Om. Lagian tak enak jika saya datang dengan tangan kosong.''


Nirmala pergi ke dapur karena akan membuatkan minum untuk Renita.


Alvin tak nyaman berada disana. Apalagi istrinya terlihat bete setelah kedatangan Renita.


''Sayang, ayo temani Mas sebentar!'' Alvin berucap kepada istrinya.


''Mau kemana, Mas?''


''Ikut saja deh jangan banyak tanya,'' Alvin meraih tangan istrinya lalu menggandengnya pergi dari sana.


Renita terlihat tak suka melihat mereka berdua. Sebenarnya niat dia datang kesana juga karena ingin bertemu dengan Alvin, namun pura-puranya ingin bertemu Pak Sanjaya.


Renita tersenyum menatap Pak Sanjaya yang duduk di hadapannya, lalu mereka kembali mengobrol. Namun obrolan mereka tak berselang lama, karena Renita langsung berpamitan untuk pulang. Lagian dia tidak bisa mengobrol dengan Alvin dan itu membuatnya malas jika berlama-lama disana.


Alvin menatap gemas istrinya yang sedang memanyunkan bibirnya.


''Sayang, kenapa ekspresi wajah kamu seperti itu? Kamu marah sama Mas?''


''Tidak,'' Nirmala hanya berucap singkat.


''Ya sudah jangan main ngambek-ngambekan gitu dong.''


Nirmala menatap sekilas suaminya, lalu kembali memalingkan arah pandangnya.


''Masa tidak peka sih sama istri sendiri.''


''Kamu cemburu?''


''Hm--'' hanya itu yang terucap dari mulut Nirmala.


Alvin merengkuh istrinya ke dalam pelukannya.


''Sayang, jangan cemburu dong. Kamu percaya kan kalau Mas itu akan selalu setia kepadamu? Lagian tidak ada wanita lain yang bisa mengambil hati suami tampanmu ini,'' Alvin mencium pipi istrinya beberapa kali. Dia juga mencubitnya dengan gemas.


''Sakit tahu, '' Nirmala menyingkirkan tangan suaminya dari pipinya.


''Mana yang sakit, sayang? Yang ini?'' Alvin mendaratkan tangannya di paha istrinya.


''Mas Alvin gimana sih, yang sakit pipi kok yang di pegang paha?''

__ADS_1


''Kode, sayang. Masa tidak tahu sih.''


Akhirnya Nirmala tertawa. Menurutnya suaminya lucu. Lagian dia tidak bisa jika merajuk terlalu lama.


__ADS_2