
Nirmala mendapat pesan dari nomor asing yang sama, yang dulu juga pernah mengirimkan foto Alvin dan Renita. Kali ini nomor itu mengirimkan foto mesra Alvin bersama dengan seorang wanita cantik. Raisa bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya siapa pemilik nomor itu. Kenapa selalu mengganggu disaat keluarganya sedang harmonis. Tadinya Nirmala mengira jika pemilik nomor itu Renita. Namun melihat Renita yang sudah memiliki kehidupan baru lagi, sepertinya tak mungkin jika dia si pemilik nomor itu.
''Awas saja jika ini memang benar. Tunggu saja Mas Alvin, nanti Mala akan pergi jauh jika Mas Alvin berani bermain api dengan wanita lain,'' gumam Nirmala.
Nirmala masih tak tenang jika belum bertanya kepada suaminya. Dia berniat untuk pergi ke kantor suaminya. Nirmala melihat Arga yang sedang berrmain bersama Selaa.
''Sel, saya titip Arga dulu ya. Saya mau pergi ke kantor suami saya,'' ucap Nirmala sambil melangkah mendekati Sela.
''Baik, Nyonya.''
Nirmala mendekati anaknya lalu mencium ke dua pipinya. Setelah itu dia segera pergi ke kantor suaminya.
Sesampainya di kantor suaminya, semua mata tampak memperhatikannya. Karena pakaian yang dia kenakan cukup sexy. Nirmala sudah mulai berani tampil menggunakan dres pendek lagi. Lekuk tubuhnya sangatlah jelas. Bahkan beberapa karyawan laki-laki tak berkedip saat melihatnya.
Nirmala membuka pintu ruangan suaminya tanpa ketuk pintu terlebih dahulu. Dia masuk begitu saja menghampiri suaminya.
''Mas, sedang sibuk tidak?'' Nirmala melihat suaminya yang terlihat serius menatap layar laptopnya.
Mendengar suara istrinya, tentu Alvin menatap ke depan. Dia tak berkedip saat melihat istrinya berpenampilan seperti itu.
''Sayang, kenapa kamu pakai dres pendek? Memangnya tidak ada pakaian lain di rumah? Mas tidak suka melihat kamu memakai pakaian seperti ini, sayang. Bagaimana jika mata para lelaki jelalatan melihat betapa sexynya istriku ini,'' Alvin merasa tak rela jika istrinya berpenampilan sexy di tempat umum.
''Terserah aku dong,'' Nirmala menaruh tas bahu yang dia pakai ke atas meja. Dia menarik kursi lalu duduk di hadapan suaminya. Nirmala mengangkat sebelah kakinya dan meletakannya di atas kaki yang satunya. Dia menatap suaminya dengan tatapan tajam. Namun dia masih belum mengatakan apa pun lagi kepada suaminya.
''Sayang, kenapa kamu lihatin Mas seperti itu?'' tanya Alvin.
__ADS_1
Alvin melihat tatapan istrinya itu seperti tatapan sedang menyimpan kekesalan.
Nirmala membuka pesan berupa foto yang tadi di kirimkan oleh nomor asing. Dia memperlihatkan layar ponselnya kepada suaminya.
''Apa ini?'' Alvin mengambil ponsel dari tangan istrinya. Dia merasa heran melihat foto dirinya bersama dengan seorang wanita yang dia sendiri tak mengenal orangnya.
''Sekarang jelaskan sama Mala, siapa wanita yang ada di foto itu? Kenapa kalian terlihat mesra sekali?''
''Mas tidak mengenalnya, sayang.''
''Jangan bohong! Dulu saat Mas bersama Renita, aku juga dapat foto Mas Alvin dari nomor itu. Sekarang pemilik nomor itu yang entah siapa, dia kembali mengirim foto Mas Alvin bersama wanita lain,'' Nirmala terlihat sangat kesal kepada suaminya.
Alvin masih memperhatikan foto mesra itu. Dia seperti mengenal pakaian yang di kenakan oleh wanita dalam foto. Itu terlihat mirip sekali dengan pakaian milik istrinya. Lalu tempat di foto juga tak asing baginya. Dulu dia pernah pergi ke tempat itu bersama istrinya.
Betul apa kata suaminya. Nirmala memang mempunyai pakaian seperti itu. Lalu jam tangan yang di pakai oleh wanita didalam foto juga sama seperti jam tangan miliknya.
Setelah memperhatikan foto itu, kini Nirmala kembali menatap suaminya.
''Jadi Mas Alvin memberikan pakaian dan jam tangan milikku kepada wanita lain? Ayo mengaku!''
''Sayang, jangan berpikiran yang negatif dulu,'' Alvin beranjak dari duduknya. Dia mendekati istrinya yang terlihat memanyunkan bibirnya. Alvin mendaratkan tangannya di kepala istrinya. Dia juga mendekatkan wajahnya sehingga lebih dekat dengan wajah istrinya. ''Sayang, lihatlah! Suamimu ini tidak akan pernah berpaling darimu, sayang. Foto yang kamu lihat itu sepertinya foto rekayasa,'' ucap Alvin dengan jarak yang cukup dekat.
Nirmala mengalihkan arah pandangnya.
Alvin tersenyum melihat istrinya yang terlihat cemburu.
__ADS_1
''Sayang, kalau marah seperti ini terlihat sekali kalau kamu sangat mencintai suamimu yang tampan ini,'' ucap Alvin yang tampak percaya diri.
Nirmala kembali mengalihkan arah pandangnya sehingga kini dia menatap suaminya.
''Siapa bilang? Mala biasa saja kok, tidak cinta-cinta amat,'' ucapnya.
Alvin tahu jika istrinya berkata seperti itu karena sedang marah kepadanya.
''Baiklah kalau kamu tidak percaya. Mas akan minta rekan bisnis Mas yang ahli dalam hal ini. Pasti dia bisa membedakan foto asli dan foto editan. Ini itu sudah jelas sekali foto editan loh.
Nanti Mas akan buktikan sama kamu, sayang.''
''Mala tunggu loh, awas saja kalau ternyata foto ini benar.''
''Sekalian Mas juga akan melacak nomor asing yang sudah mengirim kamu foto itu. Sepertinya pemilik nomor itu mempunyai niat untuk merusak keharmonisan rumah tangga kita.''
''Terserah Mas saja bagaimana baiknya.''
''Kamu jangan marah lagi ya,'' Alvin mencubit gemas pipi istrinya.
''Sakit ih,'' kini Nirmala yang beralih mencubit pipi suaminya.
''Kamu nakal ya, sayang. Sepertinya harus Mas hukum,'' Alvin menggendong istrinya. Dia membawa istrinya menuju ke kamar pribadinya yang ada di ruangan itu.
Nirmala berontak meminta di turunkan. Namun Alvin tak melepaskannya. Dia ingin mengajak istrinya melakukan hal romantis di kamar pribadinya. Alvin gemas sekali melihat istrinya yang terlihat cemburu.
__ADS_1