
Daddy Wijaya saat ini telah sadar dari pingsannya, dan yang pertama kali Daddy Wijaya tanyakan adalah keberadaan Kirana.
"Dimana Tuan Putri keluarga Wijaya Mom?" tanya Daddy Wijaya yang saat ini sudah dipindahkan ke kamar perawatan.
"Dad, jangan terlalu banyak pikiran ya, Daddy harus tenang dulu supaya penyakit jantung Daddy tidak kambuh," ujar Mommy Santi.
"Mom, Daddy ingin bertemu dengan Tuan Putri kita, Daddy harus bicara dengan Kirana."
"Dad, sekarang sudah malam, Kirana juga mempunyai Anak yang masih kecil dan masih menyusu juga. Besok Mommy suruh Kirana supaya datang ke sini ya," ujar Mommy Santi dengan mengelus lembut punggung tangan Daddy Wijaya.
Saat ini hanya Mommy Santi dan Kevin yang menunggu Daddy Wijaya di Rumah Sakit, bahkan Papa Farhan juga belum berani menemui Daddy Wijaya, karena masih merasa malu dengan perbuatan yang sudah Radit lakukan.
"Mom, tolong panggilkan Dokter Farhan, ada yang ingin Daddy bicarakan dengannya," ujar Daddy Wijaya.
Mommy Santi merasa ragu dengan permintaan Daddy Wijaya, karena Mommy Santi takut penyakit jantung Daddy Wijaya kembali kambuh jika sampai Daddy Wijaya marah-marah lagi.
"Udah, Mommy gak usah khawatir dengan kondisi Daddy, Daddy juga gak bakalan marah sama Dokter Farhan, yang melakukan kesalahan kan Anaknya bukan Dokter Farhan," ujar Daddy Wijaya, sehingga Kevin memanggil Dokter Farhan yang sebenarnya terus berada di luar kamar perawatan Daddy Wijaya.
Setelah Dokter Farhan masuk ke dalam kamar perawatan Daddy Wijaya, Daddy Wijaya meminta Mommy Santi dan Kevin untuk keluar, karena Daddy Wijaya ingin berbicara berdua saja dengan Dokter Farhan.
"Mom, Kevin, Daddy minta kalian keluar dulu ya, Daddy ingin berbicara berdua saja dengan Dokter Farhan."
Sebenarnya Mommy Santi merasa ragu, tapi Daddy Wijaya meyakinkannya dengan isyarat sehingga Mommy Santi dan Kevin akhirnya keluar dari kamar perawatan Daddy Wijaya.
Dokter Farhan terus saja tertunduk malu dan tidak berani menatap wajah Daddy Wijaya.
"Farhan, kamu adalah temanku kan, kenapa daritadi kamu tidak mau melihat wajahku?" tanya Daddy Wijaya.
__ADS_1
Papa Farhan secara perlahan mengangkat wajahnya, beliau terlihat menitikkan airmata, dan mengembuskan beberapa kali nafas secara kasar sebelum akhirnya angkat suara.
"Tuan, maafkan Anak Saya, Saya telah gagal mendidiknya dengan baik, seandainya Saya mengetahui semuanya dari awal, Saya pasti sudah menyuruh Radit untuk mempertanggungjawabkan semuanya terhadap Tuan Putri keluarga Wijaya," ucap Dokter Farhan dengan lirih.
Daddy Wijaya yang mendengar perkataan Papa Farhan menghela nafas panjang.
"Aku juga telah gagal menjadi seorang Ayah karena Kenzo telah melakukan hal yang sama bahkan perempuan yang telah Kenzo nodai adalah Istri Radit sendiri. Aku sangat kecewa terhadap mereka, apalagi selama ini Radit sudah aku anggap sebagai Anak kandungku sendiri. Selama ini aku selalu bangga terhadap sosok Radit karena dia adalah pemuda yang Soleh, bahkan sebenarnya Radit adalah Menantu idamanku," ujar Daddy Wijaya.
"Atas nama Radit, Saya benar-benar minta maaf Tuan, Saya akan melakukan apa pun untuk menebus semua kesalahan yang telah Radit lakukan, meskipun harus mengundurkan dari Rumah Sakit ini," ujar Papa Farhan.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Farhan. Sekarang kita adalah Besan, dan kamu harus terus menjadi kepala Rumah Sakit di sini, karena selama ini kamu sudah mengelolanya dengan baik, dan nanti setelah kamu Pensiun, baru aku akan menyerahkan Rumah Sakit ini kepada Radit sebagai generasi penerus dari keluarga Wijaya," ujar Daddy Wijaya yang sebenarnya sudah menerima Radit sebagai Menantunya, sehingga Papa Farhan merasa bahagia mendengar perkataan Daddy Wijaya.
"Tapi aku mempunyai permintaan kepadamu," sambung Daddy Wijaya.
"Apa itu Tuan?" tanya Papa Farhan.
"Benar Tuan," jawab Papa Farhan.
"Kirim Radit untuk kuliah S2 di Universitas terbaik yang berada di luar negeri, dan aku yang akan membiayai semuanya. Radit harus lebih hebat dari kamu Farhan, dan aku juga ingin menguji kesetiaan Radit terhadap Putriku, apakah dia memang pantas untuk menjadi pendamping hidup Kirana," ujar Daddy Wijaya.
"Baik Tuan, Saya mengerti. Terimakasih banyak atas semua kebaikan Tuan," ucap Papa Farhan yang merasa terharu.
"Radit sekarang sudah menjadi Putraku juga, jadi sudah seharusnya aku melakukan semua itu untuk masa depan Anak-anakku, tapi aku minta kamu merahasiakan semuanya terlebih dahulu dari mereka, biar besok aku sendiri yang akan memberitahukannya kepada Radit dan Kirana."
"Baik Tuan," ujar Papa Farhan.
"Kenapa kamu terus memanggilku Tuan, aku sudah bilang kan kalau kita adalah besan, jadi kamu tidak perlu memanggilku seperti itu lagi, kamu panggil saja aku besan," ujar Daddy Wijaya dengan memeluk tubuh Papa Farhan.
__ADS_1
"Terimakasih Besan," ucap Papa Farhan dengan tersenyum sekaligus mengeluarkan airmata kebahagiaan.
......................
Mommy Santi dan Kevin sudah harap-harap cemas menunggu di luar kamar perawatan Daddy Wijaya, karena beliau takut jika Suaminya sampai tersulut emosi, sehingga melampiaskan semuanya terhadap Papa Farhan. Namun, baik Kevin atau pun Mommy Santi tidak mendengar suara apa pun dari dalam kamar perawatan Daddy Wijaya.
"Kak, Mommy takut kalau Daddy sampai kenapa-napa, apalagi kita tidak mendengar suara Dokter Farhan dan Daddy. Apa kita masuk saja ya, takutnya terjadi sesuatu yang buruk dengan mereka."
"Mom, Kevin yakin Daddy akan baik-baik saja, Dokter Farhan adalah Teman Daddy, jadi mana mungkin Dokter Farhan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Daddy."
"Bukan gitu maksudnya Kak, Mommy hanya khawatir saja."
Sesaat kemudian, Dokter Farhan keluar dari kamar perawatan Daddy Wijaya, Mommy Santi dan Kevin pun kini bernafas lega dan kembali masuk ke dalam kamar perawatan Daddy Wijaya.
"Dad, Daddy baik-baik saja kan?" tanya Mommy Santi.
"Daddy baik-baik saja, bahkan Daddy sudah merasa lebih baik, kenapa Mommy bertanya seperti itu? memangnya Mommy pikir Farhan bakalan ngapa-ngapain Daddy?"
"Bukannya begitu Dad, Mommy hanya khawatir saja kalau Daddy sampai kenapa-napa."
"Daddy baik-baik saja, jadi Mommy tidak perlu khawatir. Kak, besok telpon Kirana dan Radit ya, ada yang ingin Daddy bicarakan dengan mereka," ujar Daddy Wijaya. Sontak saja Mommy Santi dan Kevin semakin merasa terkejut.
"Udah, wajah kalian jangan terlalu syok seperti itu, memangnya kalian pikir Daddy bakalan ngapain Radit? bagaimanapun juga Radit adalah Ayah Kaisar, tidak mungkin Daddy melakukan hal yang buruk terhadapnya."
Mommy Santi dan Kevin tersenyum bahagia, karena mereka belum tau rencana Daddy Wijaya yang akan menguji kesetiaan cinta Radit dan Kirana.
Maafin Daddy Tuan Putri, untuk saat ini Daddy harus menguji Radit dulu, meskipun Daddy tau kalau Radit adalah Anak yang baik, tapi ini semua Daddy lakukan demi masa depan kalian. Saat ini masalahku dengan Farhan sudah dapat diselesaikan, dan aku tinggal menyelesaikan masalahku dengan Danu Prakoso. Semoga saja Danu Prakoso bisa menerima hubungan Kenzo dan Yolanda, ucap Daddy Wijaya dalam hati.
__ADS_1