
" Bagaimana semalam,apa kamu bisa tertidur nyenyak nak Lula.?" tanya papa roy pada menantunya,disela sela sarapan pagi mereka dimeja makan.pria paruh baya itu tak henti hentinya mengulas senyum
Lula dan Kenzo saling melempar pandangan,namun detik berikutnya saling mengacuhkan kembali.
" Emm Nyenyak kok pah." Jawab lula hati hati
" Oh ya...?" Satu alis papa roy terangkat menatap selidik pada menantu dan putranya."emm apa nggak ada penganggu ditidurmu?" sambungnya lagi mengintrogasi sang menantu berharap mendapat sebuah jawaban lain disana.
" Pah,papa bicara apa sih,----?" Potong Kenzo sambil menatap protes sang papa untuk tidak bertanya yang aneh,karena dia sendiri paham akan kemana arah pembicaraan papanya
" Papa nanyaknya sama lula ,Zo.." cetus papa
" Tapi nggak gitu konsepnya pah.!"
" Kenapa?kamu takut papa akan mendapat pengakuan yang,-----" ujar Papa roy sambil melirik kearah menantu dan putranya itu,terlihat sekali wajah lula kini berubah canggug diantara perdebatan bapak dan anak itu
" Pah ini masih pagi,papa jangan mulai deh !" Seru Kenzo setengah kesal." Vi jadwal syuting gue jam berapa?" tanya kenzo mengalihkan pandangannya pada asisten pribadinya itu yang sedari tadi hanya diam sambil menikmati makanannya.
" Sejam lagi Pak kenzo.!" Seru david.Ya disaat berada dilingkup keluarga besar kenzo,David pun memanggil Kenzo dengan sebutan pak,layaknya atasan dan bawahan.terlepas dari itu memang mereka sahabat karib
Kenzo beralih menatap Lula,istrinya." Buruan sarapannya,sekalian gue anter Lo kerja!." ujar kenzo setelah itu dia bangkit dari duduknya lalu meninggalkan ruang meja makan itu terlebih dulu,disusul oleh david yang segera menyelesaikan makannya lalu mengikuti langkah bosnya itu
" Em pah,kalau begitu lula izin pamit duluan ya,sudah ditunggu pak kenzo didepan." ujar lula yang sudah mengakhiri sarapan paginya
" Lhoh kok manggilnya pak,mas kenzo dong,atau abang,sayang atau apalah jangan pak,itu terlalu formal karena kalian kan sudah resmi menjadi suami istri." protes papa roy
Lula mengulas senyum tipisnya dan mengangguk paham." baik pa,kalau begitu lula pamit dulu,sudah ditunggu mas kenzo didepan."
__ADS_1
" Nah gitu dong,itu bar pas." Ujar papa roy sambil tersenyum
Lula meraih punggung tangan papa mertuanya dan menyalaminya." Assalamualaikum."
" Walaikumsalam."
Segera Lula bergegas keluar dari rumah lalu menuju mobil alpard berwarna hitam yang sudah berada di depan rumah itu.
dengan cepat david membukakan pintu bagian belakang.
" Makasih mas david." Ujar Lula dan mendapat anggukan kepala dari david sambil mengulas senyum,namun beberapa detik kemudian mematung melihatkl kedalam mobil sudah ada penghuni yang sangat ingin dia hindari,tapi tetap tidak akan bisa.
" Buruan,nggak usah lelet jangan bikin gue telat syuting !" Ucap Pria angkuh berwajah tampan yang sudah duduk di kursi belakang tersebut
" iya iya."
" stop berhenti disini mas david." Seru lula saat melihat jalanan yang lumayan sepi yang tak jauh dari tempat butiknya bekerja.
" Serius?ini jalanan sepi lhoh dan belum terlihat butik seperti yang kamu bilang tadi." jawab David yang kembali tidak formal karena berada diluar lingkungan keluarga smith
" Iya nggak apa apa mas david,saya bisa jalan sendiri..."
" Tapi kan belum sampai ditempatmu kerja,malah agak jauh sedikit lhoh dari tempatmu kerja."Ujar david sambil terus tetap fokus mengemudi
" nggak apa apa mas,ini udah lumayan deket kok ,jadi biar saya turun disini saja." Tolak Lula dengan baik
" Nggak bisa Alula,nanti kalau ada apa apa dijalan bagaimana?nanti saya bisa kena marah sama tuan roy.--" David masih tetap keukeh ingin mengantarkan lula sampai ditempat butik dimana dia bekerja
__ADS_1
" Beneran mas,saya bisa jaga diri lagian ini sudah lumayan deket kok." desak lula yang sebenarnya tidak ingin diketahui banyak orang dihari pertamanya berangkat kerja diantar oleh sebuah mobil mewah,karena jujur dia sangat malas harus menjawab dan menjelaskan pertanyaan pertanyaan dari beberapa teman temannya termasuk Rika,karena dia tidak ingin orang orang mengetahui pernikahannya terlalu dini,apalagi mengetahui jika dia menikah dengan seorang aktor terkenal yang siapa saja orang pun tahu siapa kenzo suaminya itu
" Kamu serius nggak mau kami antar sampai tempat tujuan?" tanya David dan mendapat lirikan sinis dari pria tampan berwajah dingin itu,yang sedari tadi acuh menyimak perbincangan dua orang tersebut sembari dia memainkan ponselnya
" Iya mas nggak papa aku turun disini saja,lagian saya tidak ingin membuat Tuan muda ini terlambat syuting karena suatu hal yang tidak penting." ujar Lula sambil melirik kenzo lewat ekor matanya
"Baguslah lah kalau Lo tau diri." sahut kenzo sambil tersenyum Sinis." Vid cepat Lo turunin nih cewek,dari tadi berisik bikin rusuh di telinga gue." titah kenzo pada asprinya
"Tapi Zo..."
" Buruan turunin !" Teriak kenzo dan Mobil pun akhirnya menepi.
" Cepetan Keluar.!" Seru kenzo menyuruh Lula keluar dari dalam mobil tanpa mengalihkan pandangannya dari istrinya itu
Lula pun menghela napas kasar,dan cepat cepat membuka Pintu mobil tersebut." Assalamuaikum." Seru Lula lalu menutup Kembali pintu mobil tersebut
" Lo kejem banget sama bini Lo Zo.!" cetus david
" Udah diem berisik !,buruan jalan." Ketus kenzo
" Oke...Lo punya hutang penjelasan sama gue." ujar David sambil melajukan kembali mobilnya
" Penjelasan tentang?" tanya Kenzo sambil menaikan alisnya
" Tentang alasan Lo nikahin Alula." ujar David sambil mengulas senyum sinis dan Kenzo hanya membalas dengan Muka acuhnya.
bersambung
__ADS_1
Happy reading